(Mestinya) saat Mengawas Ujian Sekolah

Apalah artinya ujian sekolah yang mestinya benar-benar kemudian dilakukan dengan setengah hati.
Apa yang hendak diharapkan dengan mengawas mati-matian tapi hasil akhirnya bisa dipermainkan.

Students-Exams-01

Students-Exams-01 (Photo credit: University of Saskatchewan)

Dilematika melaksanakan ujian di sekolah yaitu setelah selesai membagikan lembar jawaban dan lembar soal, oknum pengawas ujian yang bertugas kemudian duduk di luar kelas sampai waktu bel tiba (yang lebih parahnya karena oknum ini merokok) dan selanjutnya mengumpulkan kembali pekerjaan peserta ujian saat bel tanda 10 menit dibunyikan.
Hal seperti ini bahkan terjadi saat ujian nasional, apalagi saat ulangan umum, try out bahkan ujian sekolah.
Idealnya pengawas ujian tetap bertahan dan bertanggung jawab terhadap jaminan kesenyapan dan kesunyian dalam ruang ujian agar peserta ujian dengan tekun dan tenang serta khusyuk seperti berdoa dan beribadah menyelesaikan ujiannya dengan menghitamkan bulatan pada LJUS yang tersedia dan mudah robek, apalagi kesalahan-kesalahan remeh-temeh seperti lupa menuliskan nomor peserta, lupa menuliskan dan menghitamkan nama, lupa mengisi jurusan dan kode soal, lupa mengisi tanggal lahir, lupa menuliskan mata uji yang sedang diikuti dan mengisi tanda tangan daftar hadir secara tidak berurutan apalagi pengawas pun yang notabene telah berpengalaman puluhan tahun hingga sering menyebut dirinya guru senior tetap tidak luput dari kealpaan dan ketidakcermatan.

Jika peserta ujian sudah menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan memeriksa pekerjaannya walau waktunya belum usai, maka tergantung kesepakatan dan diharapkan keluarnya mereka dari ruang ujian tidak menimbulkan masalah bagi peserta lainnya (seperti mengganggu teman di ruang lain)

Ada juga pengawas yang sudah ditugaskan, malah tidak hadir tanpa alasan. Tapi itu menimbulkan keuntungan bagi rekan lain, sebab “jatah” mereka akan jatuh kepada guru yang rajin mengawas dan melaksanakan tugasnya dengan baik dan betul. Tentunya ini “hanya” berlaku bagi sekolah yang mampu memberi kompensasi biaya kepengawasan ujian sekolahnya masing-masing. Namun saya salut dengan sekolah yang tidak memberikan insentif mengawas dan guru-gurunya tetap bertanggung jawab dengan tugas kepengawasan ujiannya.

#ada, #bulatan, #high-school, #khusyuk, #student, #university-of-saskatchewan