Re-Uni-fikasi

Bagaimana rasanya jika anda bertemu dengan rekan lama, teman sekolah yang puluhan tahun tidak berjumpa dan kemudian bersepakat berkumpul bersama-sama mengunjungi almamater sekolahnya. Reuni diambil dari akar kata re-union berarti “berkumpul kembali” atau “bersatu kembali”. Istilah ini sering kali diucapkan saat sesama teman lama, kolega yang pernah bersekolah di tempat yang sama menyepakati berkumpul kembali sambil mengenang kembali masa lalu (nostalgila – tapi tidak gila-gilaan), keadaan pun tentu berubah. Ada yang sudah tidak sendiri lagi karena telah berkeluarga dan membawa serta anak istri suami mereka, ada yang tidak bersama-sama lagi (masih jomblo abadi atau kembali jomblo karena tidak cocok lagi dengan pasangannya semula), ada yang membawa pasangan lain😛 (tentunya ini anomali dan perkecualian). Tentu saja tidak lupa mengingatkan pada guru-guru mereka yang mereka sayangi, hormati, gilai, sebagai inspirasi, guru pemberi semangat, guru yang suka menghukum, memberi tugas berlebihan atau guru pemurah yang murah hati, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.

Kegiatan seru-seruan sesama teman SMP atau SMA atau bahkan SD, bahkan jika ada zaman reuni TK (nah ini tentu saja sulit didapat karena masa kecil kanak-kanak tu tidak pernah terekam dengan baik sebab belum bisa baca tulis atau pada zaman TK tidak ada tulis-menulis tentang sejarah angkatan kelas tertentu, bisa pula dikatakan zaman TK yang tidak ada tulis-menulis ini sebagai zaman pre-historis) karenanya jarang ada sesama lulusan TK mengadakan reunian, dan juga anak-anak dulu jarang masuk TK maunya langsung sekolah dasar ke kelas 4.😛 (impian saya waktu kecil dulu, tapi tidak kesampaian karena harus masuk SD dari kelas satu).


Rekaman kenangan yang lalu sepertinya sulit terhapus walau itu telah terjadi puluhan tahun yang lalu, kenangan itu terus terngiang dan terputar kembali setiap saat. Sering kali walau baru lulus beberapa tahun dari sekolah sebelumnya ada saja yang mencetuskan “Ey, kapan kita reunian?” “Ey, bila kita betamu kekawanan?” sentilan-sentilun seperti itu senantiasa hadir mengisi pembicaraan sampai akhirnya berpuluh tahun baru terucap kembali hehehe .. kami yang lulusan SMAN-3 Palangka Raya tahun 1991 baru setahun terakhir ini aktif berbicara mengenai berkumpul kembali walau hanya terisi yah paling banyak 15 orang berkumpul bersama, makan bersama di tepi sungai setiap akhir atau awal pekan sepulang kantor walau lama-kelamaan juga kandas karena kesibukan masing-masing anggota😛 dilematika mau berkumpul kembali ya begitu itu.
Sebagaimana harapan sekolah sebagai almamater, dan para reuniwan-reuniwati ini sebagai alumni hanyalah serpihn-serpihan kecil atau fraksi-fraksi parsial dari segerombolan konglomerasi besar alumni yang telah dihasilkan lembaga sekolah, tetaplah perlu ada jembatan penghubung, pita konduktor, koneksi interseluler yang memungkinkan kontribusi, sumbangan dana dan juga pemikiran serta bantuan material dan moral kepada almamater yang telah membentuk dan menghantarkan para reuniwan-reuniwati menjadi orang-orang yang “sukses” seperti sekarang ini.
Para guru ini ada yang bertambah tua (sudah tentu tidak muda lagi), ada yang telah bercucu bahkan memiliki buyut, ada juga yang tidak berdua lagi (karena telah menduda dan menjanda), bahkan ada yang tinggal nama karena usianya telah mencapai limit batas integrasi kehidupan duniawi, itu semua sebagai dinamika dan fluktuasi peran antara waktu selama masih menjadi siswa dan menjadi orang-orang di masa sekarang.
Selamat melaksanakan Reuni dan berkumpul kembali, semoga tidak ada yang rajin mandi di sumur lagi apalagi mandi di ladang sebab sumur sekarang sudah kering dan ladang telah menjadi kebun sawit serta lahan tambang batubara😛

Salam Almamater ! Viva de Academica

Almamater saya : 1) TK Sinar Surya Palangka Raya 1979, 2) SD St Don Bosco Palangka Raya tahun 1985, 3) SMP St Paulus Palangka Raya (1988), 4) SMA Negeri-3 Palangka Raya (1991), 5) Univ Palangka Raya Prodi Pendidikan Fisika (1999), 6) Univ Lambung Mangkurat Magister Manajemen Pendidikan (2012)

 

#akademika, #almamater, #alumni, #baik-hati, #historis, #jomblo, #kanak-kanak, #lulusan, #menabung, #sekolah, #sekolah-dasar