Beli Asuransi bukan Pengen Cepet Mati!

Pertama mendengar kalimat ini dari mulut penata rambut saya yang saya datangi siang hari ini, saya sedikit tercekat, terkejut bercampur kagum. Mengapa? c

Soalnya penata rambut saya ini sudah pernah menginjakkan kakinya di Kuala Lumpur dan Singapur, tentu saja bukan karena dari minta-minta duit kepada orang berduit dan borjuis, tetapi karena jerih payahnya mengumpulkan segala hasil usaha persalonan yang telah dirintisnya puluhan tahun hingga akhirnya digusur karena sewa tempat yang semakin mahal dan semakin sedikit orang berkantong tebal yang mengunjungi salonnya yang pertama.

Bapak penata rambut ini bercerita telah berhasil menjadi agen salah satu perusahaan asuransi internasional ternama dan mengantongi sertifikat sebagai Agen Asuransi bersertifikasi (hahaha) karena memang seperti itu keharusan sebagai sales atau broker asuransi. Sekarang ini tidak ada penjual hingga wartawan yang mewakili suatu organisasi besar tanpa memiliki sertifikat atau bukti keabsahan kompetensinya sebagai penjual hingga jurnalis.

Lain cerita, mengapa judul di atas saya ambil? karena saat beliau bercerita tentang motivasi yang salah saat seseorang mapan mengambil polis asuransi karena ketakutan akan kematian dan meninggalkan orang-orang yang dicintai kekurangan uang dan akhirnya jatuh miskin. Menurut Bapak ini, mitos itu sangat keliru dan salah besar. Menurutnya, sebaiknya orang yang membeli asuransi sudah sepantasnya HARUS berpikiran AKU INGIN HIDUP LEBIH LAMA LAGI agar bisa menikmati hasil guna dari tabungan asuransinya, bukan bercita-cita cepat meninggalkan dunia ini! Ada lagi kalimatnya yang tidak perlu saya tuliskan, tapi cukup menggambarkan betapa kelirunya orang-orang berduit di luar sana saat mengumamkan motivasinya ketika menandatangi polis asuransi bernilai jut-jutan hingga yar-yaran.

Maka, gantilah Motif berasuransi sebagai DANA untuk SAYA MANFAATKAN dikemudian hari KARENA ITU SAYA HARUS SEHAT dan BERUMUR PANJANG,

kedengarannya Bapak ini bercerita yang senang-senang saja, atau mementingkan uang saja. Namun sesungguhnya siapa di muka bumi ini bisa hidup tanpa uang jika uang itu sangat tidak diperlukan ? Nah, sepertinya pertanyaan saya salah ya, maka ralatnya “Siapakah di muka bumi ini yang menampik uang padahal uang itu sangat diperlukan?”

Jawaban klisenya saat uang tidak memiliki nilai lagi, benar, tapi kapan? bilamana?

Maka stop berandai-andai, hadapi realita ! Bahwa UANG bisa baik jika digunakan dengan kebaikan dan UANG bisa menjadi jahat jika digunakan bukan untuk KEBAIKAN yang sebenarnya.

 

#galau, #mamon, #momon, #open-main, #open-mic, #open-mind, #standup, #tragedi-kehidupan, #tragedi-uang