Tukang aduk Sup

Siapakah saya? Siapak aku? Siapakah anda? Siapakah kamu? Kita perlu bertanya seperti itu saat kita sedang galau, gelisah, gundah gulana, terutama saat diputusin pacar, gaji belum masuk rekening, tunjangan finansial belum dikirim-kirim, kekasih hati pergi meninggalkan kita dengan alasan melanjutkan pendidikan ke negeri orang, kekasih meninggalkan kita karena melanjutkan tugas perjuangan kantornya, kekasih menknggalkan kita karena sudah bosan melihat wajah yang tidak berubah-ubah, kegantengan menurun dan isi dompet berkurang cenderung menuju kempis melarat.
Saat pertanyaan ini terungkap, sebenarnya perasaan kitalah yang diaduk-aduk oleh batin sendiri, yang tengah merana, kering kerontang karena ketiadaan kasih. Kasih seperti apa? Kurang belaian pada perasaan, kurang diperhatikan bahkan tidak mendapat perhatian dari pasangan lawan jenis pujaan hati (seandainya menyukai sejenis, itu gaswat karena menyalahi kodrati Tuhan yang menciptakan perbedaan jenis sebagak kebutuhan).
Awas cinta sejenis berbahaya bagi kesehatan!
Sup ayam merupakan makanan sederhana yang isinya tidak terlalu jauh berbeda antardaerah, tetap saja ada kuahnya yang terbuat dari air, ada kaldunya yang hasil sedimentasi lemak jenuh dari sang korban, yaitu ayam dan tentu saja dicampur dengan sayuran dan buah-buahan, yaitu buah kentang, buah wortel, daun seledri, daun kol, daun bawang, dan berbagai macam tumbuhan yang bisa dimakan serta sinergis denga  sup ayam bisa ditambahkan ke dalamnya. Sebagai bumbu penyedap bebas bersyarat tidak mengikuti ketentuan yang berlaku seperti pulsa, ada merica, garam, gula, vetsin aka MSG, rempah-rempah seperti kayumanis, kembang sisir, ramuan rahasia yang berjudul rempah sop-sopan. Bahkan di saat saya masih berpacaran, saya pun rajin mengantarkan pacar saya untuk berbelanja hanya dengan tujuan membuat satu masakan, yaitu Sup Ayam. Tentunya bahan utama dari sup adalah ayamnya! Ketiadaan ayam dapat disikapi dengan memasukkan kaldu ayam jadi-jadian dengan merek macam-macam seperti Mamasuka, papasuka, asal jangan Mamalemon atau Mamamelon bahkan mamalembon. Karena dijamin sup yang dimasak tidak lagi sup ayam tapi sup mama minta pulsa.

Di masa kecil kita baik pria atau wanita, selalu terkenang bahwa makanan terlezat masakan terenak adalah buatan mama, tapi karena seiring dengan perkembangan zaman, Mama kini tidak lagi mau memasak tapi Mama sudah suka sms, chatting, fesbukan, internetan, bajkan twitteran, mama sekarang disibukkan dengan urusan bahkan hingga ke kantor polisi dan mama tidak sungkan-sungkan mencari papa lain atau anak lain dengan permintaan “ini nomor hape mama yang baru, mama sekarang ada di kantor polisi, tolong kirimkan mama pulsa 25 ribu karena mama sedang ada urusan. Penting!”
Pesan singkat mama tidak pernah berubah sampai saat ini, itulah sebabnya kita tidak lagi mengenang masakan enak mama, masakan lezat buatan mama menjadi memori sebab mama lebih suka berada di kantor daripada di rumah demi karir minta pulsa dan tentu saja saat pulsa sudah mencukupi mama akan mencari papa dan anak yang lain.
Papa juga tidak ketinggalan, papa pun melakukan hal serupa minta-minta pulsa ala mama cjma bedanya pulsa yang dikumpulkan papa akan dikirimkan kepada bukan mama, tapi wanita-wanita lain dengan alasan belas kasihan dan mereka tidak memiliki papa lagi. Ada juga papa yang mendeklarasikan dirinya sebagai Papa Rampok, yang memiliki rampok-rampok yang hobi bernyanyi. Yah, dunia kita, djnia anda, dunia mereka, dunia semua telah berubah dalam kegelisahan yang tak tertahankan.
Sekarang siapa yang mau masak Sup Ayam? Sup Ayamnya mana?

Posting bersama WordPress di Android

#cerita-konyol, #mengarng-bahasa-indonesia-tidak-sulit, #menulis-dengan-cara-berbeda, #ngga-logis, #niru-niru-gaya, #penulis-baru-era-baru-gaya-baru, #sangat-mainstream, #sup-ayam-ala-fisikarudy, #untuk-mencari-perhatian