Burung Teman

Saya punya teman, teman saya hobi burung
Setiap minggu pagi sebelum bertugas dia selalu bercerita kehebatan burungnya.
Burungnya diberi makan teratur dan setiap hari berolah raga,
Mulai dari diajak berkicau, bercanda hingga berkaraoke
Burungnya teman saya ini juga pandai, bulunya mengkilap, pendiriannya tegak, badannya kekar karena sering sit up dan push up.
Burung teman saya sungguh perkasa, walau hari hujan dan panas menggila dia tetap berdiri tegar sambil menadahkan sayapnya menahan sinar mentari atau melipat rapat-rapat sayap kebanggaannya menjadi sarung yang maha kuat bak jubah superman.
Burung teman saya ini punya teman, burung juga, sebagai sesama burung mereka biasa berkicau bersama seolah berdiskusi dan berbagi opini layaknya teman mereka si burung berwarna biru yang semakin mendunia dan makin banyak pengikutnya.
Setiap hari minggu teman saya bangga menceritakan burungnya.
Mengatakan maaf saat terlambat sebab mengurus burungnya terlebih dahulu akibatnya Istri teman saya sering komplen karena suaminya, teman saya ini, lebih rela mendahulukan burung peliharaannya dibandingkan  mengurus istrinya.
Bahkan diduga bahwa Teman saya suka menelantarkan istrinya gara-gara burungnya tersebut, burungnya lebih menarik dan lebih ekspresif, burung berdiri tegak menandakan kehebatan sang pemilik memperhatikan dan merawat burung dengan sepenuh hatinya.
Hingga suatu saat, karena tak tahan sebab akibat serta tanpa musabab burung kesayangan sang suami, yang teman  saya ini, pintu sangkarnya terbuka tidak sengaja,
Otomatis Akibatnya burung perkasa itu, tanpa permisi segera melayang meninggalkan sangkar bak rumahnya sementara mirip seperti tempat kos tapilebih tepat disebut penjara sebab berjeruji dan tidak ada ruang yang bersifat lebih privasi, burung mengkilap bulunya itu bergabung dengan komunitasnya,
tanpa babibu sang burung pergi begitu saja, tanpa pesan tanpa kabar tanpa DM tanpa BC tanpa mention
apalagi RT kepada teman saya yang setia ini.
Saat pulang dari kantor sore hari itu, teman saya termangu menatap sarang emas yang dipesan khusus dari Maroko menjadi kosong melompong sebagai saksi bisu bahwa di situ pernah ada burungnya.

Posting bersama WordPress di Android

#maaf-jika-judulnya-mengisyaratkan-kesaruan-agar-anda-membacanya