Praktik Pengalaman Lapangan

Tahun ini saya mendapatkan kesempatan membimbing dua mahasiswa praktik mengajar dalam mata kuliah PPL 2 yang diadakan di sekolah saya, kebetulan kedua mahasiswa bimbingan ini mengajar di rombongan paralel yang berbeda yaitu kelas XI dan kelas X.
Mahasiswa pertama, Haris Dwi Jatmiko sudah menempuh ujian pada pertengahan april yang lalu sebab sejak awal saya sudah plot agar ia selesai dalam jangka waktu yang ditentukan dengan masuk kelas setiap hari. Cukip sukses dan tengah menggarap tugas akhirnya. Mahasiswa bimbingan saya yang kedua, Yuyun Sumarni, yang sebenarnya adalah limpahan bimbingan rekan saya, Ibu Libriatuty yang karena kondisi alami terpaksa mengambil cuti dan karena setting awal untuk praktikan Yuyun tanpa strategi dan hal-hal lain yang belum saya ketahui juga karena keterbatasan komunikasi yang intensif sehingga ujian PPL terpaksa dilakukan akhir mei menjelang masa ulangan akhir semester.
Dengan perjuangan yang keras, berbagai cara ditempuh mahasiswa kedua ini sambil berderai air mata, akhornya Yuyun dapat ujian dengan dosen penguji pada hari rabu kemarin, sebenarnya jadwal sekolah tidak ada matpel fisika untuk rabu di kelas saya sehingga sebelumnya Yuyun  mesti bernegosiasi dengan guru-guru yang mengajar dikelas X8 dan akhirnya ada yang mau karena “mungkin” memandang saya selaku guru pamong. Ujian berikutnya dilakukan sesuai jadwal yaitu pada hari ini.
Berbagai indikator penilaian sebagaimana APKG-1 dan APKG-2 saya isi setelah memperhatikan adab mengajar dikelas, kemampuan mengelola dan membawa pembelajaran, mengatur kelas, mengelola siswa, menerapkan metode belajar hingga kesalahan berbahasa dan mengoreksi kesalahan siswa dalam mempelajari bahan merupakan hal yang diamati secara cermat oleh guru pamong.
Karena memang dasarnya mereka ini mahasiswa cerdas sehingga tidak terlalu sulit menyesuaikan diri dan mengadopsi gaya mengajar saya di kelas setelah mereka melakukan observasi langsung dan tidak langsung.
Dari hasil pengamatan, setiap mahasiswa PPL yang ingin mengajar dan menerapkannya sungguh-sungguh di bawah arahan dan diskusi bersama serta saling memberi koreksi maupun kritik semakin mantap dan yakin bahaa caranya mengajar sebagai hasil pengalaman lapangan memberikan peningkatan rasa percaya diri dalam menekuni profesi sebagak guru.
Susah dan senang berbagi sama rata, tidak melulu bahagia tak juga melulu merana tapi itulah hikmat dari praktik pengalaman lapangan. Di bawah asuhan mentor yang baik dan telaten, seorang praktikan dapat semakin berdaya dan menjalankan semua idenya serta menguji sudah tepat atau belum metode dan strategi mengajar yang diterapkan. Mendapat masukan balik dan hasil belajar dari siswa menjadi kebahagiaan dan nikmat tersendiri dari perjuangan belajar sebagai mahasiswa keguruan.

Selamat menjadi guru masa depan

Posting bersama WordPress di Android

#almamater-saya, #fisika, #fisikarudy, #guru, #kelas, #mengajar, #ppl, #praktik-mengajar, #prodi, #universitas-palangkaraya