Kejutan Ulang Tahun

Seperti sinetron di televisi pun juga di infotainment, saya menerima saja jika dikatakan mudah terpengaruh. Tapi rasanya bersyukur bisa melakukan semua itu walau dengan sedikit kecurigaan. Ceritanya Empat juni hari ini, kekasih hati saya yang tercinta, Defina namanya, memasuki usia lebih satu tahun dari usia saya kemarin.
Saya pribadi telah mewanti-wanti kepada anak-anak agar jangan pernah memberitaukan ibunya tentang kejutan ini. Saat ini diposting pun sudah menjadi basi, tapi lumayanlah walau tidak sama sekali. DSC_8439

Setelah sukses membuat kejutan pada harlah saya seminggu yang lalu, membuat masakan yang banyak, membawa kue dua lapis karena yang pertama terjatuh ke rerumputan hingga terakhir kostum rapi untuk saya membimbing sore hari.

Sejak malam senin saya sudah merancang rencana untuk mengeksekusi menghadiahkan sepasang kaos bola, sepasang gadget cantik kepada kekasih cantik saya ini dari sejumlah tabungan yang direncanakan, termasuk tentu saja kue ultah black forest (walaupun sebenarnya kue ini paling tidak disukai oleh pacar saya ini).
Senin pagi pun tiba, ternyata ulangan akhir semester hari ini saya tidak mengawas hanya bertindak sebagai kolektor lembar jawaban yang kemudian didistribusikan kepada guru mata pelajaran tiap-tiap kelas yang diuji. Jam istirahat pagi saya gunakan untuk mengundurkan diri bahkan sempat dicari untuk mengambil undangan rapat, tapi itu bisa dikirim lewat sms. Ada juga yang mencari saya hanya untuk berkenalan sebab masa pendaftaran siswa baru sekolah kami konon akan segera dimulai tapi saya sudah menghilang sejak awal😛

Perjalanan pertama adalah memesan kue, segera saya tuju Workshop Kue Hendra yang ada di Flamboyan Atas dan saya dapatkan kue dengan nilai sekitar $20 dalam kurs tadi siang hehehe #biar-yang-membaca-mikir. Saya lupa membeli lilin kecil dan angka sehingga saya kembali berputar ke toserba di ujung A. Yani dan yang saya hanya temui lilin kecil-nya James Sundah dan angka 4 saja. Ternyata paling sulit mencari angka 1 itu untuk pasangannya.😆

Demi mencari lilin saya harus berkunjung dari ujung-ujung dengan tekad menemukan angka 1, namun yang saya dapatkan hanya angka nol doang:mrgreen: sambil berpikir mencari lilin saya berpikiran jika saya pasang 41 angka 1-nya sulit, jika dipasang nol nanti sama dengan umur saya kemarin (ya sudahlah!) maka opsi terakhir yang akan saya pasang.  Ingat ini bukan nomor togel !

Selanjutnya mengantre mengambil tabungan cukup memakan waktu lama mencari parkir dan nomor antrian yang mencapai 213, sementara menunggu saya bertemu dan bercakap dengan seorang bapak pegawai inspektorat kota ngalor-ngidul ke sana kemari saat waktu menunjukkan pukul 11.15 wib😆 ternyata bercakap-cakap bisa membuang waktu satu setengah jam hehehe.

Barulah perjalanan berikutnya mencari gadget hadiah dan saya temukan dua dengan jumlah yang cukup untuk membawanya pulang ke rumah, apalagi sudah mendapat insentif menulis soal dan sedikit dukungan saat mengepak soal ulangan serta hasil pembagian perongkosan pembinaan olimpiade😛

Tetap yang menjadi ganjalan adalah angka 1 yang tidak cocok jika dipasang pada pencahayaan kue yang sudah saya simpan dalam lemari anak saya sebelum mencari lilin yang kedua (saya sempat pulang lho). Saya kemudian beranjak berkeliling sembari mencari baterai laptop acer yang ternyata harus ditunjukkan serial number-nya untuk dapat menginden itupun saya sedikit ditakut-takuti dengan harga yang kata pedagangan seberang sekolah mencapai harga satu hingga dua juta rupiah (hakayah, harga laptopnya saja sudah 2,5 juta turunnya sejak tahun 2009, kalo sampe beli batre seharga itu mending beli laptop mahal sekalian😦

Niat beli baterai laptop saya urungkan dan saya berpikir untuk mencari lilin lagi dan akhirnya baru saya temukan di toko yang tidak jauh dari toko kue tempat pertama saya tadi😯 namun ada rasa senang karena pasangan 41 sudah didapat dan saya segera beranjak pulang tanpa diketahui para anak-anak. Eh tak berapa lama muncul sms, “Pah Jemput!” kode bahwa anak yang bungsu harus segera diambil dari sekolahnya sebab batal les. Sebelum itu saya singgah dulu di Awonk Jersey untuk membeli dua seragam bola MU untuk pertandingan Home dan Away khusus ukuran cewe😛 selanjutnya rencana sudah hampir matang dan sebelum yang lain tahu saya menaruh lilin di berbagai tempat tersembunyi dalam kendaraan sampai tengah malam nanti tinggal dikeluarkan dan dipasang.

Mulai dari siang hingga tengah malam, saya simpan rencana dan akan mengeksekusinya pada tengah malam. Waktu berjalan pelan dan membosankan hingga saatnya 5 menit sebelum pukul 0.00 wib berjalan. Segera saya berjinjit keluar kamar menuju ruang yang sudah saya sepakati bersama anak pertama saya, ternyata karena baru bangun dan tidak memiliki sense of surprise tampaknya saya yang harus bercape-cape mulai dari memasang lilin meletakkan kado-kado dan betapa menjengkelkan saat mencari lilin berangka yang entah kemana tersebar sementara perasaan dagdigdug takut ketahuan dan kejutan tidak berbuah hasil mulai mengganggu perasaan.
Apalagi saat memasang lilin, anak saya berlagak bos semata sementara saya harus rela tangan nyaris terbakar (belupak) memasang 41 biji lilin dan angka yang terpaksa terpasang 40 (biar tidak mendahului usia saya😆 ):mrgreen:👿
Setelah melewati 7 menit dari tengah malam maka mulailah eksekusi berjalan, dalam kegelapan saya bangunkan kekasih cantik ini dari tidurnya dan demi permintaan yang bersangkutan foto dalam keadaan tanpa make-up tidak jadi tayang karena “mengganggu”:mrgreen:
Akhirnya tengah malam berubah menjadi panjang dan seru, tapi keseruan ini tidak didukung sepenuhnya dengan anak-anak yang “tidak tahu diri” sebab tidak mengetahui apalagi yang harus dikerjakan, memotret saja separuh hati seolah-olah kebiasaan saja. :huh:😦
Itulah repotnya jika antara orang tua sebagai event organizer tidak sevisi dan semisi dengan anak-anak untuk memberikan kejutan yang membahagiakan di awal forty ini😦
Malas !

#defina, #flamboyan, #hut, #indonesia, #istri-saya, #kejutan, #kekasih-hati, #kolektor, #lilin, #palangkaraya, #programming, #smaga, #tabungan, #toserba, #ulang-tahun