Menjuri Olimpiade Luar Biasa

Jangan terkecoh dan heboh dengan judulnya. Dikatakan luar biasa karena ketunaan atau kekurangan pesertanya secara fisik pun “pikiran”, tuna atau kekurangan fisik bukanlah hal yang memalukan.
Bahkan siswa-siswa yang memiliki ketunaan ini diajak berlomba untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, kesenangan tumbuh bersama dan akhirnya meningkatkan martabatnya sebagai insan manusia setara dengan orang normal.
Salah satu yang dilombakan adalah olimpiade ipa untuk SD dan SMP. Biasanya saya ditunjuk menjadi juri TI untuk menilai desain poster, desain blog. Baru tahun ini saya ditunjuk sebagai juri olimpiade ipa tingkat propinsi Kalimantan Tengah jenjang pendidikan luar biasa. Juga untuk koordinator pelaksanaan rintisan pendidikan karakter Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud saya ditunjuk menyupervisi SLBN-1 Palangka Raya.
Tampaknya hal-hal yang luar biasa melekat pada status saya.
Pada olimpiade ini, hal-hal yang saya dapat justru menambah pemahaman tentang ketunaan peserta didik ini. Memahami bahwa kekurangan mereka adalah kapasitas kognitifnya, memaklumi mereka insan uang berbeda dibanding siswa normal. Memaklumi bahwa mereka juga insan penerus bangsa, tunas-tunas emas Indonesia.
Membuat guru normal harus memosisikan diri sebagai “pelayan” peserta didik berkebutuhan khusus dan mengajar mereka.
Yang jauh lebih sabar malah adalah guru SLB, tidak ada artinya dibandingkan dengan kenormalan yang kita miliki.
Guru yang paling rajin memotivasi siswa adalah guru SLB ini.

#guru, #palangkaraya, #pendidikan-luar-biasa, #plb, #slb