Bapak yang itu ngga tau apa-apa

http://www.hdwallpaperspics.com/

Diambil dari http://www.hdwallpaperspics.com/

Syahdan hari ini saya tiba di sekolah istri saya, kebetula sekolahnya adalah almamater dan saya mengenal dengan baik ibu kepala sekolahnya. Setelah mengantarkan LCD proyektor beserta tas laptop yang diperlukan istri saya untuk bekerja, saya terpaksa bertahan sementara di kantornya.

Di antara sejuknya ruang bak di pegunungan Schwaner-Muller yang berhembus sejak setengah enam pagi, terjadilah obrolan menarik dengan Kepala Sekolah mengenai penerimaan peserta didik baru secara geometris mekanis yang melibatkan instansi besar dan perangkat internet. Sebenarnya inti dari percakapan ini bukan kerumitan penerimaan peserta didik baru yang diseleksi secara komputer tetapi cara manusia pengelola peralatan dan perangkat kerasnya serta teknik pendekatan para penyebar formulir isian awal yang harus tanggap dan tepat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sistem rekrutmen model ini.

Mengingat kekurangan-kekurangan kecil pelaksanaan masa lalu yang kami harapkan semakin diperbaiki di masa kini. Apalagi hanya siswa dari region tertentu saja yang perlu mendapatkan terlebih dahulu surat rekomendasi untuk dapat melakukan pendaftaran di kota kecil kami ini.

Sesaat setelah diskusi hangat ini berakhir, tiba-tiba saya mendengar instruksi dari Sang Kepsek untuk memperbaiki pengumuman PPDB kepada istri saya yang kebetulan telah menjadi wakilnya pada urus-mengurus kesiswaan yang berkaitan dengan topik seru pagi tadi.

Karena pekerjaan saya di rumah sebagai asisten istri, berarti itu adalah “perintah tidak langsung” kepada diri saya😛

Setibanya di rumah dengan berbenah dan berkemas-kemas, kami segera kembali ke sekolah dan mencetak perubahan pengumuman tersebut. Sementara ada semacam sosialisasi atau peragaan mengenai pentingnya menabung dari alumni sekolah tempat saya bekerja yang kebetulan terperanjat melihat kehadiran saya di almamater ini😆 dan saya sempat menjadi juru penerang (pemasang proyektor tayangan) sebelum mereka beraksi (mencari penabung belia dalam program marketing).

Saat saya berjalan menuju mobil setelah menunggu selesainya program kampanye menabung tadi, kekasih cantik melambaikan tangan untuk mendekat sebab ada seorang lulusan sekolah ini yang meminta semacam rekomendasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan itu berarti adalah “pekerjaan saya yang lain” saat di rumah sebagai asisten😛

Karena sambungan internet di sekolah ini macet, sebab paman penghubung tidak berada di tempat karena sedang sibuk mengecat, maka pekerjaan merekomendasi itu dilakukan di rumah saat malam hari.

Seusai kedatangan dari kebaktian kelompok di wilayah lain di kota ini, saya teringat merekomendasikan lulusan tahu 2013 tadi dan saya sempat terbentur dengan data nilai ujian nasional, yang mana data ini tidak istri saya punyai. Akibatnya sms pun beraksi untuk menghubungkan okci ini, nama alumni  yang meminta rekom tadi.

Di tengah percakapan via telepon, sebab istri saya suka sekali dengan aifon barunya memakai spikerfon terdengar pertanyaan menggelitik

“Bu, besok pagi dengan siapa saya mengambil surat rekomendasinya?” ujar Okci

“Hah, masa dengan orang lain, ya dengan saya lah !” ujar kekasih saya ini

“Lho, bukannya dengan bapak yang tadi bu?” tukas Okci

“Ya bukan, bapak itu ngga tau apa-apa!” balas istri saya pendek

“Oke bu, selamat malam, terima kasih,” ujar Okci menutup pembicaraan

Saya yang mendengar menjadi geli bergado-gado kaget, dalam hati saya bertanya “siapa ya bapak yang tadi?”

Karena seingat saya saat dilambai, saya mendekat dan Okci alumni ini mendengar serta  memperhatikan bahwa hanya saya satu-satunya Bapak yang dilihatnya di kantor saat meminta rekomendasi😆

Galau deh

#ada, #almamater, #bapak, #bapak-yang-itu-ngga-tau-apa-apa, #dan-rank, #humor, #humour, #isian, #joke, #kami, #karena, #languages, #lawak, #lucu-lucuan, #masa, #masa-kini, #menabung, #ngga-pede, #order-of-canada, #programming, #seru-seruan