SPG Ngga Menjual

sumber : http://roarlocal.com/

sumber : http://roarlocal.com/

Mengapa judulnya SPG ? Saya pun ngga sengaja ! Jangan diduga bahwa SPG adalah Sekolah Pendidikan Guru mengingatkan bahwa sekolah tempat saya bekerja adalah eks SPG era 70-80an, bukan itu maksudnya.

SPG atau sales promotion girl, atau sebutan penjual berjenis kelamin perempuan yang bertugas mempromosikan barang dagangan. Bukan yang berpakaian minim dan cenderung semakin sedikit kainnya, tetapi yang lebih banyak mengandalkan mulut dan suaranya sebagai alat promosi klasik.

Teringat aku akan iklan “Mulutmu Harimaumu” yang artinya mulut bau berbahaya bagimu😛😆
tapi kali ini dalam bentuk lain, yakni keberhasilan seorang pegawai toko terutama yang berjenis kelamin perempuan (selain karena paling mudah menilai penampilan menarik atau tidak ya dari jenis yang ini dibandingkan yang cowo), mulut penjual bisa manis bak madu, pahit bak empedu, bahkan nyinyir ala tukang sihir.

Ada yang bisa “menyihir” menjadi terus-menerus membeli, bahkan ada yang mampu membuat anda menolak membeli dan mencemooh penjualnya bahkan tempat yang mendagangkan jualan tersebut.

Contoh sederhana kegagalan SPG yang misi utamanya adalah Menjual Barang Sebanyak-Banyaknya dan semahal-mahalnya adalah

  • Saat kita membeli suatu barang dan calon pembeli mulai menawar bahkan hingga harganya aneh-aneh (di bawah harga penjualan, tentu saja pembeli selalu berusaha membeli semurah-murahnya sementara penjual akan berusaha menjual semahal-mahalnya)😛 kemudian sang penjual mengatakan “tadi ada yang membeli barang serupa lebih banyak dari anda dengan harga yang lebih mahal !

Misal :
Calon Pembeli : Bu berapa harga mangga ini ?
Ibu Penjual : 20 ribu se kilo ! (biasanya nada pendek cenderung meninggi dan ketus)
Calon Pembeli : 15 ribu sekilo, pang ?
Ibu Penjual : tadi ada yang menukar 5 kg kada menawar ! (lebih ketus muka makin masam dan BB lebih dari bau limau)
Calon pembeli ngeloyor tanpa kesan, wajah flat sama seperti tarif internet langganan cepat (kabur tanpa sepatah kata dan meninggalkan surat pesan)

Artinya : Ada yang membeli ngga pake nawar dan jumlahnya lebih banyak dari anda ! (siapa yang percaya, siapa yang melihat ada yang beli ngga nawar banyak seperti itu, tipuan lama trik usang tapi masih sering ditemui di pasar grosir tepi jalan hingga blauran bahkan di pasar malam, membuat para penjual tipe ini semakin lama semakin usang dan dijauhi calon pembeli.

  • Kesalahan kedua : Saat seorang calon pembeli mulai banyak bertanya terhadap suatu barang mahal banget (biasanya cuma jaga gengsi dan kadang ngga bawa duit atau bertampang kere tapi dompetnya tebal sebab isinya pecahan dua ribuan sebanyak dua jutaan), biasanya seorang SPG yang (kurang) terlatih baik dan (tidak) simpatik akan (terlebih dahulu) mengatakan, ” Barang itu mahal bu atau Yang ini larang banar bu ai !”
    Nah kalimat ini sudah bertanda “meremehkan” calon pembeli dengan hanya melihat tampang tanpa melihat dompet sudah terduga ngga mampu bayar atau jangan-jangan mau klepto😦

Artinya : di saat kita (calon pembeli) sudah mulai bertanya-tanya tanpa melakukan aksi beli bahkan aksi borong sebagaimana di pasar mata uang saat harga valas turun menukik menciruk tajam, maka SPG atau cowo penjual yang sok aksi dan sudah menerka bahwa anda ngga sanggup bayar akan segera mengamankan barang sampel dagangan dengan melabelinya mahal dan menandakan Anda ngga mungkin membelinya !

Dua kesalahan utama itu yang semakin hari semakin banyak di pasar Blauran hingga pasar yang katanya mengandung banyak toko dan dekat dengan sumber tata surya, apalagi para penjual ini tidak mengalami pelatihan penjualan yang tepat dan matang (selain mendapatkan upah kerja yang rendah dalam giliran jaga yang panjang dan didominasi berdiri semua ngga pake jongkok).

Nah, mulailah kepala saya gatal-gatal bukan karena lupa keramas tapi karena kegelian sebab lupa pake shampoo

#80an, #ada, #dan, #dari, #lama, #languages, #masam, #minho-province, #mulut, #programming, #sihir, #sports