Ekspedisi Persuratan

Baru seminggu liburan, sepertinya itu hanya berlaku untuk guru biasa yang ngga ngurus apa-apa. Berbeda jika anda adalah wakil kepala sekolah atau petugas penting seperti pengumpul massa, pengetik surat, guru-guru sains yang harus sedia setiap saat ditelepon dan mengikuti lomba yang kadang ngga pake jadwal sebab diberitahukan seketika tanpa jadwal yang jelas.

Apalagi surat-surat dari instansi di tingkat daerah yang tidak mengetahui jadwal libur sekolah atau memang pura-pura engga tau? Surat dikirimkan ke sekolah yang kosong melompong, kalo ada petugasnya tata usahanya itu pun bangun siang hari dan pulang juga siang hari. Mau menggunakan email ngga bisa semua, karena infrastruktur internet dan jaringan telekomunikasi maya terputus atau bahkan ngga terpasang sama sekali, bagaimana mau maju jika kesediaan infrastruktur hanya bisa dipakai tiga bulan awal sisanya tidak bisa dilanjutkan karena tidak ada dana untuk membayar biaya koneksinya. 

Makanya tidak heran, banyak surat-surat dari instansi yang sifatnya mendesak selalu datang mendadak dan tidak bisa ditindaklanjuti. Mungkin pula sumber daya administrasi di instansi dimaksud berisi petugas-petugas yang engga mau repot-repot.

Jadi, solusinya :

  • Lihat jadwal liburan sekolah untuk menentukan aktivitas yang melibatkan siswa
  • Biasanya saat libur, siswa pun bisa dihitung dengan jari untuk aktif di sekolah (terutama untuk mengerahkan masa)
  • Aktifkan twitter seperti Pemda DKI dan Humas Pemda DKI sehingga terjadi interaksi antara pemerintah daerah dengan masyarakat (jangan gunakan alasan bahwa penduduk di sini rata-rata gaptek, alasan itu yang selalu berhasil membuat kesenjangan antara aparat pemerintah daerah dengan penduduk/rakyat)
  • Beritakan perkembangan setiap SKPD melalui perangkat informasi dan komunikasi jangan cuma diupdate sebulan sekali
  • Memang harus ada Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) yang menunjukkan transparansi dan keterbukaan aktivitas instansi yang menentukan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan
  • Laporan yang disampaikan kepada Ombusdman oleh masyarakat pun selalu terkendala dengan bukti dan saksi, makanya acap kali laporan tersebut tidak ditanggapi karena data dan informasi yang nihil dari masyarakat
  • Masyarakat belum pro aktif menyampaikan keluhan baru sebatas menulis blog, mengirim sms ke media massa, belum ada gerakan sosial atau gerakan moral bersama (masih terasa nyata)
  • Sumber daya aparatur pemerintah daerah terlihat masih sangat rendah kemampuannya untuk memberikan layanan prima atau layanan memuaskan kepada masyarakat

 

#ada, #baru, #dan-rank, #languages, #ppid, #programming, #surat, #tak-province