Terima Kasih @TelkomSpeedy

Di antara gemuruh ketidakpuasan atas pelayanan provider internet, saya merasa perlu berbagi tentang pengalaman saya berlangganan internet menggunakan akses Telkom yaitu Speedy.

Berawal sejak penetrasi internet di kota kecil kami, nun di tengah pulau Kalimantan yang paling tengah :ehem: sejak 2004 saya bercita-cita mampu membayar akses internet dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi yang dapat saya peroleh.

Mulai dari berlangganan di Kantor Pos menggunakan jaringan wasantara.net dan biaya akses telepon yang masih menggunakan dial-up sampe ratusan ribu biaya langganannya dan “hadiah” kecepatan sangat minimalis pernah saya alami, kemudian karena penyedia jasa internet baru menggunakan layanan akses radio – saya sempat setahun lebih berlangganan dengan salah satu providernya dengan kecepatan selama 24 jam masih di bawah 512 kB dan biayanya 300 ribuan per bulan, yang kadang putus nyambung tapi lumayan juga mesti saya lalui untuk mendapatkan layanan data.

Hingga tahun 2008 saya mendapat kabar bahwa Speedy sudah terpasang di kota ini, dan saya mendaftar pertama kali langsung mengambil paket unlimited dengan biaya 750 ribu per bulan. Tak terasa sampai akhir 2008 saya makin tidak sanggup membayar biaya beban tersebut dan beralih paket ke volume-based dengan kuota 1 GB, dan ternyata keingintahuan dan “kelaparan” saya untuk mengunduh apa saja tetap tidak terpuaskan dan akibatnya saya masih menombok bayar biaya akses internet hingga jutaan rupiah. Hal ini yang benar-benar memukul ruang ekonomi keluarga atau dengan kata lain melabilkan ekonomi rumah tangga.

Sempat beberapa bulan saya vakum tidak berinternet hingga saya menemukan paket yang sesuai di kantong saat itu, di saat kondisi labil yakni time-based dan saya diberikan syarat ketentuan yakni akses internet 50 jam kena abonemen sebesar Rp 250 ribu dan setiap kelebihan jam diberi pinalty setiap lebih satu jam saya cukup membayar Rp 1500 (Rp 25/menit), ternyata dengan paket itu biaya akses internet saya yang paling gila-gilaan pun masih jauh di bawah 750 ribu per bulan. Rata-rata ada yang 300 ribu, 400 ribu hingga 600 ribu. Termasuk saat saya tergila-gila dengan game online PointBlank dan lain-lain.

Pernah ada setahun yang lalu tawaran agar saya bermigrasi paket (biasanya saya ditelepon 147) melalui pesawat telepon rumah, namun setiap ada penawaran baru saya selalu membanding dengan paket yang saya dapatkan. Biayanya murah, kecepatannya meningkat semula dari 384 kbps naik jadi 512 kbps terus menjadi 800-an gitu lalu akhirnya mencapai 1 mb sama seperti di sekolah kami.

Sampai suatu waktu di agustus 2013, datang tawaran menarik dari divre Balikpapan untuk mengupgrade paket internet kami dari semula yang bayarannya 500 ribu per bulan dengan kecepatan 1 mb menjadi 485 ribu per bulan unlimited dengan kecepatan 2 Mbps dan kami bebas 24 jam x 30 hari dengan biaya tersebut.

Apalagi modem internet di rumah sudah saya pasang router akses poin sehingga seluruh pelosok rumah kami dapat menikmati akses internet nirkabel. Jangkauannya sengaja saya perkecil hanya sekitar 50 meteran tapi lumayan untuk memenuhi hasrat berinternet cepat, biaya terjangkau.

speedtest Pengukuran kecepatan ini melalui tautan : http://2.speedtest.telkomspeedy.com/ dan angka yang terekam sebesar 2 Mbps (lumayan)😀

Namun saya juga tidak puas dengan hasil speedtest yang disediakan provider, saya juga mengukurnya dengan speedtest.net Ookla :

ookla

Mengenai pelayanan dari Frontliner Telkom atau CS 147, memang harus ada cara bernegosiasi yang baik dan matang agar pelanggan mendapatkan pelayanan maksimal, jika ditelepon melalui 147 tidak menyahut maka saya mengusahakan mendatangi Plasa Telkom dan beradu argumen dengan frontlinernya (kebetulan argumen saya selalu disetujui dan ditindaklanjuti karena sebagian besar petugas CS Plasa Telkom teman-teman sekolah saya dan juga siswa yang pernah saya ajar dan saya kenal hehehehe😛 … jangan ditiru ya .. )

Nah, seiring dengan perkembangan zaman, teman-teman saya sudah tidak lagi bertugas menjadi CS karena ada yang pindah tempat tugas dan ada yang berhenti yang berarti semua petugas CS bukan teman saya lagi atau tidak saya kenal sama sekali, tapi saya tetap memberikan argumen yang sudah saya rasakan sebagai pengalaman ber-speedy hingga akhirnya mendapatkan tawaran seperti hasil tes di atas.

Biaya Terjangkau, Kecepatan Tinggi – sederhana

Saya juga memakai layanan Telpon flexy hingga akhirnya berhenti pada tahun 2008 karena saya pindah menggunakan layanan pascabayar HALO Telkomsel😀

Di sekolah saya dan tempat lain pun, Telkom sudah memasang wifi.id yang semakin memudahkan akses internet bisa gratisan setiap 1 jam menggunakan nomor speedy atau telpon seluler (tapi harus yang Telkomsel – saya juga pelanggan kartuHALO sehingga mendapat kemudahan tersendiri😀:mrgreen: )

Selain itu ada juga akses FlashZone, Seamless, Flexyzone, IndiSchool dan Wifi.ID .. saya paling menyukai indi school karena biaya aksesnya 24 jam hanya Rp 1000/ hari dan jika kita mendaftar untuk voucher sebulan kita nambah biaya tagihan telkomsel sebesar Rp 20.000/bulan –> caranya ketik Indi 20000 kirim ke 2323 nanti anda mendapatkan sms balasan tentang username dan password yang akan diisi saat pertama kali wifi indischool.net terpantau oleh wireless laptop atau perangkat smartphone anda selanjutnya login-lah dengan username dan password tersebut.

Kini berinternet mudah dan meriah serta terjangkau tidak hanya di rumah, melainkan juga di kantor publik, sekolah umum dan juga bandara serta jalur-jalur umum di kota kecil kami dapat lakukan.

Terima Kasih Telkom ! Terima Kasih TelkomSpeedy !

#ada, #asia, #balikpapan, #dan-rank, #indonesia, #kami, #kini, #tak, #telkom-flexy, #telkomsel, #telkomspeedy