Kelas Fiksi

Pagi ini guru Fisika itu datang agak pagi dibandingkan hari-hari sebelumnya, seperti biasa ia memarkirkan mobilnya dengan rapi di deretan tanah gundukan berbatuan di depan kantor guru bertingkat tempatnya bekerja.
Sekilas tampak mewah dan mentereng, seorang guru dengan penghasilan apa adanya bisa memiliki kendaraan beroda empat yang tergolong lumayan pada tingkatnya.
Usianya yang berada pada pertengahan tidak lagi menunjukkan arogansi dan kesombongan karena kemapanan yang dimilikinya, pengalaman pahit dan getir telah menempa dirinya menjadi panutan siswa dan teladan rekan-rekannya.

Walau tidak sedikit yang mencibir segala usaha maupun daya upayanya memperjuangkan visi masa depan membentang, membentuk putra putri bangsa menjadi warga negeri yang terkemuka di segala tempat dan masa. Impiannya kadang absurd kadang tidak normal, layak Dark Matter (Materi Gelap) yang selalu terlontar dari mulutnya kala berbicara di depan pembelajarnya.

Segala caci maki pernah ia lalui, segala sumpah serapah pernah ia serap dan tempuh, itu semua tidak menyurutkan tekad dan semangat membara untuk berubah ke arah yang semakin mantap, semakin elegan dan semakin mumpuni.

Pergumulan-pergumulan batin hari demi hari dilalui dan dilewati sebagai tempaan diri, cerca dan hina pernah didengarnya walau kali ini hanya samar-samar saja, kekurangan dan kesulitan sebagai guru tidak menyurutkan langkahnya untuk terus maju dan mengoleksi pengetahuan bahkan perangkat yang dapat menunjang pengalamannya. Kegagalan dan keberhasilan berjalan beriringan walau kadang tak seia sekata, kalimat-kalimatnya dulu pernah bak palu godam dan pisau yang menikam ulu hati telak dan merobek isi batin pendengarnya hingga ke sumsum tulang.

Tapi sekarang dengan bertambahnya usia, kalimat-kalimat bersayap telah berganti menjadi kalimat-kalimat kiasan yang tidak lagi leksikal maknanya. Ya benar, usia telah mengubah perilaku, pengalaman telah membentuknya menjadi pribadi yang berbeda.

Rambut sudah semakin memutih walau banyak yang mengatakan wajahnya layak bak remaja belia asalkan seragamnya berubah menjadi putih abu-abu. Hahaha hanya itu jawabnya, suatu jawaban yang bermakna ambigu bagi penanya.

Selamat Malam Kawanku, Selamat Beristirahat dari hari-harimu dan nantikan esok hari dengan secercah harapan baru.

Selamat membaca sobat, barangkali dalam sepenggal fiksi ini ada sentimentil tersendiri sebagai nostalgi

Tidak hanya guru bahasa yang pandai berkata-kata dan berakrobat kata, guru fisika pun dapat menuliskannya selain membentuk formula matematika dalam konsepsi fisika.

#dark-matter, #faculty, #guru-fisika, #hahaha, #kawanku, #martial-arts, #schools-and-instruction, #tai-chi