Jumlah Botol (#Filosofi Pendidikan)

Teh Botol and its competitor, Teh Kotak

Teh Botol and its competitor, Teh Kotak (Photo credit: Wikipedia)

Belajar memiliki tujuan dengan harapan siswa mencapai sesuai keinginan kurikulum yang menjadi landasan guru. Tidak disebutkan nilai-nilai berapa saja yang didapat siswa sebagai pernyataan ketercapaian dari suatu bahan pelajaran yang mereka serap. Walau dulu dinyatakan sebagai KKM (kriteria ketuntasan minimal), namun dengan berlakunya kurikulum 2013 istilah KKM tidak nyata lagi.

Hanya ada batasan siswa dinyatakan naik kelas jika telah mencapai nilai sekurang-kurangnya 2,66 atau predikat B.

Nah, untuk mempermudah pemahaman tentang nilai yang dicapai siswa. Asumsi sederhana adalah seorang siswa dikatakan telah mencapai taraf penguasaan suatu bahan ajar yang dipelajari sesuai jumlah  “botol” isian kognitif, psikomotor hingga afektifnya (KI-1 sampai KI-4) selama belajar dengan seseorang guru. Semakin banyak botol yang terisi karena pemahamannya tentang bahan ajar maka semakin pandailah siswa tersebut.

Masih diragukan lagi ukuran botol yang dipakai. Apakah seukuran botol minuman suplemen N-150, Kratingdeng atau sejenis. Mungkin sebesar botol air mineral 620 mililiter  hingga seliter atau botol galonan sebesar 14 liter? Tidak ada batasan tentunya.

Bagaimana memperbesar kapasitas belajar peserta didik?

#air-mineral, #botol-pendidikan, #botol-pengetahuan, #botolan, #galonan, #suplemen