Modern Vs Tradisional

Muguraan

Muguraan (Photo credit: Hani Amir)

Tak sengaja mata tertumbuk pada suatu tayangan di saluran makan memakan yang singkatannya TLC mungkin Televisyen Leasure Channel kalo😛

Tayangan tersebut memaparkan seorang koki pria yang sedang berjalan-jalan ke Filipina. Ia belajar memasak kuliner Filipina mulai dari menggunakan kaldu sapi dicampur rempah-rempah dan akhirnya diaduk-aduk dengan saus kacang mete. Cukup aneh dan jarang kena dilidah sepertinya. Ada campuran cabai ke dalam kaldu yang lebih mirip seperti rawon itu (untungnya tidak dicampur dengan susu)

Tentu saja lidah penduduk pesisir pantai, berbeda dengan cita rasa makanan dari daerah tengah berpasir.
Berikutnya si koki ini mengunjungi galangan nelayan, di mana nelayan-nelayan Filipina bisa mendapatkan ikan Tuna yang besar-besar dan tidak sedikit yang masih muda. Ukuran besarnya sama seperti bom-bom yang dilepaskan saat perang Kuwait tahun 1990. Ukuran ikan tuna muda sama seperti peluru senapan anti-tank A-10 Wartog:mrgreen:

Tuna fisherman Yukinobu Shibata(柴田幸信)

Tuna fisherman Yukinobu Shibata(柴田幸信) (Photo credit: Wikipedia)

Tapi ada satu kalimat yang membuat saya prihatin, saat si koki ini mengomentari hasil tangkapan para nelayan. Yaitu :

Cara memancing mereka masih sangat primitif

setelah menyaksikan bahwa jumlah ikan yang bisa diangkut setiap kapal hanya 100 ekor saja (termasuk besar dan kecil) ! Tidak boleh lebih
Justru itu yang membuat saya terperanjat, pembawa acara rupanya tidak sadar sedang berada di tengah mana karena lokasi pengambilan gambar kemudian tidak lagi berada di tengah para nelayan, saya terus terang tersinggung sekali dengan ucapan orang asing di tengah kebiasaan sehari-hari dan menyatakan bahwa yang saya lakukan untuk menghidupi keluarga disebut cara primitif!
Saya pikir para nelayan Filipina itu pun pasti sama tersinggungnya, entah kalo syuting acara masak-memasak aneh bin labil itu memberikan biaya tutup bacot wani piro kepada orang-orang lokal?

The largest tuna ever taken with rod and line ...

The largest tuna ever taken with rod and line (680 lbs.) (Photo credit: UW Digital Collections)

Justru dengan cara yang primitif, populasi ikan tangkapan para nelayan yang berada di selatan Filipina ini (yang berarti berbagi dengan nelayan dari Sulawesi dan lainnya) tetap melimpah dan jumlah ikan besar atau kecil tidak berkurang. Karena dipilih dan diseleksi. Berbeda dengan cara penangkapan ikan modern menggunakan trawl -tanpa melihat ukuran besar kecil, tingkat kematangan ikan dan lain-lain, semuanya terperangkap dalam jaring besar termasuk jenis-jenis hewan-hewan laut yang masuk dalam jalur pelintasan jaring pukat itu juga terbawa dan entah kemudian diapakan.

Yang pasti penangkapan ikan modern justru menggerus sumber daya laut yang berlimpah karena diambil secara serakah.

Apakah Modern = keserakahan ? Jika kita memandang cerita-cerita sejarah pasti ada indikasi ke arah sana.

Seperti : Pemusnahan Suku Maya di Amerika Latin karena ekspansi Kerajaan Spanyol mencari emas, penyingkiran Suku Indian Amerika karena lahannya diambil untuk pemeliharaan ternak terbesar sepanjang abad di Amerika (saat itu kampanye berjudul adalah Go West), penguasaan daerah-daerah baru karena pelayaran dan ekspedisi kerajaan Eropa abad pertengahan adalah bentuk modernisasi, kolonisasi yang didasari rasa keserakahan (greedy).  Modernisasi melahirkan perdagangan, menguasai daerah-daerah yang kaya rempah-rempah hingga sejarah dijajahnya Nusantara oleh Belanda dan bangsa Eropa lainnya. Berefek samping pada penyebaran agama, penyebaran penduduk, asimilasi adat-istiadat yang terakulturasi selama ratusan tahun.

Book: Merchant Kings -- When Companies Ruled t...

Book: Merchant Kings — When Companies Ruled the World 1600 – 1900 (Photo credit: Canadian Pacific)

Demikian pula dengan berbagai penjajahan di atas muka bumi ini, mulai dari penjajahan ekonomi, penjajahan perdagangan (monopolistik), penjajahan yang menimbulkan tunduknya pihak lain terhadap pihak Penguasa Ultima (bukan merek make-up). Dengan alasan modernisasi, terjadi ekspansi kemudian revolusi – apakah berakhir dengan reformasi dan Unifikasi? Apakah itu perubahan yang hakiki?

Sesuai pertanyaan tema

n saya ” Mana yang lebih Arif?

#modern, #primitif, #tradisional