Langkah Menuju Wisma UNJ

Sejak awal desember 2013, sepulangnya Om Dedi Dwitagama dari Palangka Raya ketika memberi motivasi di Katingan sebuah pesan singkat meluncur ke telepon seluler saya.
Sebuah pesan dari Omjay, guru yang paling Ngeblog sejagat raya mengundang saya untuk berbagi tips tentang menulis blog hingga tahun ini mendapat penghargaan khusus guru era baru dalam rangka teacher writing camp ke-3 di Wisma UNJ.
Semula saya ragu untuk berangkat, tapi atas restu dan dorongan moral dari istri tercinta maka saya memberanikan diri mengambil kesempatan tersebut. Menggunakan tabungan dan dana pengembangan profesi yang saya sisihkan setiap bulan sambil menunggu kesempatan ini, akhirnya datang juga.
Langkah awal menuju UNJ adalah langkah pembuka untuk kiprah berbagi dan memberi pengalaman kepada para guru-guru se-Indonesia, entah bagaimana selanjutnya hanya Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa.

Tanggal 6 desember saya pastikan untuk berangkat dan tiket pulang pergi sudah saya beli, mengingat bulan desember ini pasti padat penerbangan. Apalagi kegiatan dilakukan 28-29 desember yang mana waktu-waktu tersebut merupakan waktu krusial kegiatan di gereja dan lingkungan juga kegiatan keluarga besar mengikuti tutup tahun atau natal. Setelah tiket berhasil tinggal menunggu waktu itu tiba.
Pukul 6.00 saya berkemas dibantu istri dan bersiap ke bandara Cilik Riwut, tertera di sana waktu lapor adalah 7.30. Tidak berapa lama setiba di Cilik Riwut, saya sudah diminta memasuki ruang tunggu bersama penumpang lain. Pukul 8.45 kemudian memasuki pesawat garuda GA551.
Selama perjalanan pesawat memasuki area berawan dan ini merupakan pengalaman yang mendebarkan, karena baru sekali saya rasakan.
Pukul 10 lewat separuh, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno Hatta. Turun dari pesawat saya bertemu dengan kakak tingkat saat kuliah yang sekarang berkiprah di Jakarta, Muga Nayar yang terus memberi semangat moral untuk melangkah lebih tinggi menuju pengharapan masa mendatang.
Seperti biasa sama seperti diundang Acer Indonesia mengikuti penganugerahan Guraru Award, saya langsung menuju counter taksi semula saya mau naik camry tapi karena biayanya belum memadai akhirnya saya memilih innova. Karena sering saya ikuti avanza, jadi pengen yang lain. Lagipula saya masihbelum tau nanti turun di gerbang mana.

Perjalanan tepat sejam, setelah melewati kemacetan yang tidak terlalu parah bahkan cenderung lengang menurut ukuran ibukota. Saya tiba di Rawamangun, tapi yang saya herankan tidak ada pintu gerbangnya? Akhirnya setelah menelepon omjay yang saat itu tengah berada di kantor Acer, saya diminta turun di depan halte bus way kemudian berjalan kaki ke wisma. Di saat lain pada obrolan kami, baru omjay menyadari masih ada yang kurang lengkap informasinya hehehe.
Ketika turun dari kendaraan pun, mobil yang mengantar saya sempat berputar dua kali karena tidak menemukan pintu gerbang, akhirnya saya turun di depan lab school dan terus berjalan kaki sampai satpam parkiran. Yang di kemudian waktu saya sadari bahwa itu rute yang panjang sambil menggendong ransel dan menenteng koper. Juga menjadi pandangan para mahasiswayang baru saja keluar kampus. #malujadinya
Setelah mendapatkan informasi petugas parkir UNJ bahwa letak wisma di dekat daerah ATM, baru saya sadar bahwa gedung ini tepat di samping lab school, artinya masuk dari gerbang lab school kemudian jalan dikit lewat lorong (yang ternyata omjay melewatinya hari-hari) maka sampailah di wisma UNJ, suatu gedung bertingkat tiga brrwarna hijau dan di depannya tertulis Bank Bukopin. Yang kemudian saya periksa di google maps memang itu letak wisma dimaksud!

Saat melapor ke resepsionis, saya tidak bisa langsung ditempatkan langsung

#guru-menulis, #igi-bekasi, #jakarta, #rawamangun, #twc, #unj