Berjumpa sahabat hebat

Sabtu, 28 desember 2013 saat pertama saya melangkah menuju ruang penyelenggaraan teacher writing camp yang sudah memasuki jilid ketiga. Terasa kental bahwa yang saya capai itu masih belum seberapa dibanding rekan-rekan yang lain. Dengan berbagai kelebihan dan keunikannya masing-masing.

Saat menunggu di lobby, saya bersua dengan kawan dari wonosobo, Jusuf AN yang diam-diam sudah memiliki buku-buku fiksi karangan sendiri. yang diterbitkan sendiri dan sudah merasa mendapatkan royalti dari bukunya, selain itu juga memiliki hasil dari penjualan online.

Saya pun bertemu dengan Bu Etna dari Surabaya walaupun telah cukup berusia namun energinya seakan tidak pernah habis, Pak Namin Kepala Sekolah SD Akhlak Mulia, Bogor yang penuh semangat dan antusias tinggi selain postur tubuhnya lebih tinggi dari yang lainnya juga lebih mirip penyanyi dibanding guru #melesatnaiksapu

Pak Sukani, guru matematika SMK Bhakti Idhata, guru teladan juga wakil kepala sekolah, yang tidak pernah berhenti berinovasi dalam metode mengajarnya yang kreatif menggunakan animasi juga berhasil mengembangkan buku digital atau digibook serta sudah melakukan penjualan digibook secara online. Di antara kesibukannya, Beliau masih bisa bernafas lega dengan segudang prestasi dan keinginan yang tiada henti berkompetisi. Mottonya #menulis-menulis-menulis

Bu Siti Mugi Rahayu, diam-diam dengan frekuensi yang rapat berhasil menancapkan tulisan khas Beliau di media sosial dan media massa arus utama. Orangnya sederhana dan kalem, memiliki tulisan yang kreatif dan berbobot, juga memanfaatkan blog sebagai sesuatu yang memghasilkan. Berkali-kali artikelnya ditayangkan di kompas dan republika menjadi motor tersendiri sebagai pendorong kompetisi.

Pak Dzulfikar Alala, yang baru saja menjadi guru di salah satu SMA Swasta di Jakarta, biar pun kecil badannya namun semangat cabe rawit tidak pernah padam dan terus menghangatkan suasana. Ide-ide kreatifnya menghantarkan Beliau menjadi salah satu nominator ide kreatif philips dan sekarang sedang menunggu pengumuman akhir. Tulisan-tulisannya menjadi inspirasi bagi pengunjung blognya dan kompasiana. Saya belajar banyak dari pengalaman Beliau yang luar biasa.

Mas Imam Fitri Rahmad Kusumaningati atau sering disingkat Imam FRK, mahasiswa pascasarjana UNJ, yang memilih profesi sebagai penulis, muda, energik, kalem, santun juga sudah menelurkan dua buah buku yang keduanya diterbitkan oleh penerbit utama. Merupakan sosok inspiratif yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karya-karya non fiksinya menjadi cindera mata di kemudian hari yang tak ternilai. Diskusi yang kami lakukan mengubah pandangan saya tentang penulisan dan penerbitan buku-buku utama.

Pak Iking asal Tasikmalaya dari Kab. Paser, Kalimantan Timur, kepala SD yang ada di pelosok yang berkeinginan maju dan termotivasi untuk memajukan sekolahnya. Dengan gigih belajar dan sukarela datang ke Jakarta untuk belajar menulis.

Pak Karjono, guru berprestasi yang kemudian menjadi pengawas di Pesawarah, Lampung. Guru kreatif yang mengembangkan perangkat penilaian berbasis excel dan instrumen-inatrumen esensial untuk pendidikan. Bisa ditemui keseharian dan karyanya di kreatifitas Pak Karjono dan bercita-cita luas menjadi penulis dengan berbagai ide divergen.

Terima kasih kepada Omjay yang telah mempertemukan saya dengan rekan-rekan hebat ini.
Salam Hebat