Elpiji itu Vital

Liquid Petroleum Gas adalah Gas minyak bumi (Petroleum Gas) dalam bentuk cairan (liquid) yang disingkat LPG (dibaca “elpiji”).

Liputan 6 SCTV

Liputan 6 SCTV


Beberapa hari terakhir elpiji menjadi trending topic dengan kenaikan harga yang semula Rp 78 ribu menjadi 138 ribu di tingkat pengecer di Jakarta (sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/03 /2151016/Harga.LPG.Meroket.DPR.akan.Panggil.Pertamina). Saat itu harga jual tabung elpiji sebelum kenaikan kepada para konsumen tabung ukuran 12 kg sebesar 110 hingga 115 ribu rupiah.
Saat harga jual menjadi 138 ribu di pengecer, di tempat kami saja sudah mencapai Rp 170 ribu per tabung gas!

Namun setelah diadakan rapat konsultasi antara Presiden, BPK, Kementrian BUMN, dan Pertamina maka diputuskan beberapa saat yang lalu bahwa kenaikan harga elpiji menjadi Rp 3500/kg atau sekitar 98 ribu sampai 120 ribu di tingkat pengecer. Dapat diduga bahwa harga jual tabung 12 kg menjadi Rp 147.949 dan biasanya distributor malas menjual dengan angka seperti itu, maka harga jualnya mungkin mengalami pembulatan ke atas menjadi Rp 150 ribu dan bisa jadi menjadi 155 ribu bahkan 160 ribu atau dengan alasan yang memadai harganya tetap menjadi Rp 170 ribu!

Disertai dengan biaya distribusi yang lumayan untuk menjangkau daerah yang jauh, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua dapat dipastikan betapa melonjaknya harga jual tabung elpiji kepada masyarakat. (sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/01/06/209262/Naik-Rp12-Ribu,-Pertamina-Masih-Rugi-Rp6,5-Triliun-)

Menurut pendapat saya, kenaikan harga diambil karena sumber-sumber daya elpiji semakin berkurang sementara permintaan untuk menggunakannya semakin meningkat tajam. Sesuai hukum penawaran dan permintaan, maka sudah pasti kenaikan harga harus dilakukan. Selain dengan alasan untuk biaya eksplorasi, distribusi, perawatan instalasi, fabrikasi dan mekanisme industri petrol.

Tak pelak lagi pengguna umum tabung gas 12 kg seperti restoran, rumah makan pinggir jalan hingga pedagang jajanan gorengan (martabak, martabak manis, gorengan pisang, bakwan, tahu tek, nasi goreng gerobak, kecuali gerobak pencok, gerobak rujak, gerobak nasi pecel, gerobak gado-gado juga gerobak sate karena hanya menggunakan arang) dan lainnya akan menaikkan harga-harga jualan mereka masing-masing. Tapi tidak semua pengusaha kecil menengah ini yang menggunakan tabung 12 kg, ada pula yang menggunakan tabung 3 kg.
Pengaruhnya pada harga jual bahan makanan tersebut, jika semula harga pisang goreng adalah Rp 800 dapat menjadi Rp 1500 agar menutupi kerugian kenaikan harga tersebut.

Saat ini masyarakat tengah mengalami keterkejutan dengan harga-harga demikian, namun lambat laun masyarakat dapat mengerti dan memahami mengenai keputusan menaikkan harga yang dilakukan Pertamina. Penyesuaian akan lebih “manis” lagi dengan peningkatan kemampuan masyarakat membeli melalui apa?

Menaikkan gaji pegawai negeri, menambah tunjangan kemahalan, menambah nilai bantuan kepada masyarakat, paling gampang berupaya menambah subsidi dengan kenaikan harga yang diberikan😀 yang tentunya masalah ini menjadi PR dari para caleg-caleg yang akan merebut hati pemilihnya dan membuktikan itu semua pada 9 April 2014 beberapa bulan lagi.

Tinggal kecerdikan dan kepiawaian para calon-calon legislatif serta Pemerintah mengolah masalah ini menjadi isu-isu strategis atau bahkan paradigma solutif (memberi jalan keluar atau penyelesaian) yang ditawarkan kepada publik yang akan memilih mereka (atau mungkin juga tidak).

#ekonomi, #elpiji, #elpiji-itu-vital, #harga, #sesuatu