Love Never End

Semalam-malaman listrik dipadamkan di kota kecil kami, kota yang dikelilingi beranda hutan lebat
perlahan-lahan hutan itu mulai sirna semakin terbuka dan melebar digantikan dengan bangunan-bangunan, mulai dari bangunan untuk manusia hingga bangunan samaran untuk burung berlidah emas.

Bangunan yang akan tampak semarak jika dilihat dari udara saat pesawat mendarat, terutama dari Jakarta atau Surabaya. Tak terasa tepian sungai yang biasanya memanggil untuk dikunjungi tak lagi mentereng dan merona dibanding deretan rumah toko hingga pusat perbelanjaan yang masih jauh dari sebutan komplit.

Pusat keramaian pun dapat dihitung dengan jemari, mulai dari pasar tradisional, pasar kaget-kagetan hingga pengunjungnya harus empet-empetan dan bersenggolan, tak jarang pasar debutan bukan cinta semalam pun bisa digelar dengan alasan diperlukan dan ancah adu ketebalan tameng hidup yang kadang berakhir dengan ceceran saos tomat dan kecap, bahkan ada pasar semi modern hingga pasar hiper.

Secara kausalitas, pasar tumbuh karena bertambahnya penduduk. Meningkatnya penduduk menandai adanya momentum perubahan dari sedikit menjadi banyak dari sempit menjadi luas. Yang semula cinta damai dan cukup bunyi jangkrik dan rekan-rekannya seperti kodok di waktu musim penghujan atau lolongan anjing di tengah malam, serta decak ribut ayam-ayam kampungan telah tergantikan dengan suara digital dari kaset-kaset hingga cakram plastikan yang isinya panggilan berahi kaum bersayap hitam dan liurnya menghasilkan intan berlian.

Cinta akan lingkungan berubah menjadi cinta akan bangunan, karena dibangun kubus-kubus hingga balok-balok menjulang layaknya menara di setiap sudut dan pojokan wilayah. Di tempat yang lumrah hingga ke tempat yang tidak biasa, dapat dijumpai hasil kesetimbangan dan kepandaian umat manusia itu.
Namun yang pasti, kota ini telah memberikan rasa damai dan kekeluargaan juga ikatan pertemanan dan persahabatan yang tiada akhir. Walau kami pada masanya dipisahkan karena waktu dan direnggangkan karena kesempatan, tetap saja Cinta tak pernah berkesudahan.

#loves-never-end