Tulisan Galau tanda Kacau

Terngiang-ngiang tulisan tersebut saat saya baca di suatu web tempat berkumpulnya komunitas orang-orang yang mengaku dirinya sebagai guru. Sayang sekali komentar-komentar yang disebut pedas, anti mainstream dan seterusnya disebut sebagai bukan Bully.

Kenapa harus bukan bully? Karena anggota situs tersebut bukan orang lemah, semuanya orang kuat. Hal ini untuk menguji kebenaran katanya. Apakah dengan kata-kata seperti itu untuk menguji kebenaran? Keberadaannya pun masih simpang siur dan kelabu? Kebenaran diuji melewati eksperimen dan eksperience, jika menulis di web forum bukan berbentuk tulisan pribadi. Lalu tulisan kepunyaan orang lain?

Melawan penindas atau apapun bentuknya, yang katanya lagi orang-orang alim kelihatan aslinya. Lha memang begitu! Aslinya adem ayem, datang tanpa babibu – pertanda bahwa tulisan ini menandakan dirinya sendiri yang kacau.

Baiklah sesuai saran dari konsultan, bahwa penindas tidak usah ditanggapi karena akan menghabiskan banyak energi, perasaan jengkel ingin menimpali komentar akhirnya akan berbuah seperti tulisan pada paragraf ketiga.