Ditemui Gita Wiryawan

Sekitar pukul 19 wib di saat komplek rumah kediaman saya sedang sepi, kala itu saya tengah mempersiapkan kertas kerja atau lebih tepat resep masakan untuk dikerjakan para siswa kelas XI IA-6 yang akan mendapatkan pelajaran Fisika pada pukul 7.15 WIB seusai upacara bendera setiap senin. Tiba-tiba pagar rumah dan pintu rumah saya dihentak desingan halus telapak tangan, tidak terlalu bertenaga tetapi cukup menggetarkan relung rumah kami yang baru saja direnovasi.
Dari dalam jendela, para pengintai melaporkan berita
“Om, sepertinya ada siswa anda, tapi orangnya besar-besar!”
“Oh, siapa ya kira-kira malam begini dan mengejutkan” timpal saya sambil membuka jendela
Tampak tiga pria muda perkasa kebetulan semuanya berbobot berlebihan dari orang-orang kebanyakan, segera saya kenali salah satunya adalah alumni tempat saya mengajar dan kebetulan putra rekan istri saya yang seorang guru dan letak rumahnya pun tidak jauh dari komplek kami tinggal.

“Maaf, ada apa ya?” ujarku setengah menekan kekagetan dan keheranan dengan kedatangan ketiga jaka ini

“Begini pak, besok ada yang mau berkunjung menemui bapak. Sama seperti yang di Katingan itu” ujar salah seorang pemuda berambut cepak tipis dengan senyum manis penuh simpatik berusaha menurunkan tensi keterkejutan saya.

“Jika demikian, mari kita berbicara di kamar tamu” ajak saya sambil mempersilakan duduk dan ingin mengetahui kedatangan ketiga orang utusan ini lebih jauh

Setelah melewati melewati percakapan yang sepertinya dirahasiakan itu. Di penghujung pertemuan, Wawan salah seorang anggota berbaju ormas putih kerah biru mengatakan bahwa akan ada deklarasi di Hotel Berbintang dekat rumah saya yang dihadiri seseorang sangat penting sekali.

Saya masih terus galau dan tidak bisa memejamkan mata, membayangkan hal apa yang akan terjadi.
Apalagi lewat malam sunyi, kepala sekolah menelepon saya namun karena telepon dibisukan maka saya hanya mendapat kabar telepon tak tersambung.
Segera saya ganjar dengan sms, “Ada kabar hebat apa bu?”

Namun pesan singkat itu tidak segera dibalas sesuai harapan, maka sayapun mematikan telepon seluler agar memastikan aliran pasokan energi listriknya cukup hingga esok hari kembali beroperasi.

Keesokan paginya, sebuah pesan singkat masuk tergesa-gesa mengabarkan bahwa
“Pak, besok ada yang mau menemui anda!”
“Siap Bu!” jawab saya singkat

Paginya walau dalam keadaan hati masih ragu dan galau, siapa yang mau menemui saya sampai demikian beritanya. Kepala Sekolah kami pun tampaknya terkaget-kaget bukan kepalang?
Pagi itu pukul 7.25 seusai upacara, setelah saya berkeliling lapangan sekolah berhubung ada masalah dengan keamanan kelas.
Saat tengah mengawasi, datang Ibu Wakil Kepala Sekolah urusan Humas sekonyong-konyong mengatakan agar saya mempersiapkan diri sebab akan didatangi tokoh besar, katanya😦
Semakinlah gundah gundala hati ini, deru debu bergemuruh dalam kalbu
Apalagi saat kaki melangkah memasuki kantor guru berwarna putih agak krem saya pun bingung dengan kombinasi warna ajaib ini. Rekan-rekan saya yang sebagian besar ibu-ibu mengatakan,
“Tidak akan ada kunjungan Menteri lho hari ini. Karena sudah berhenti”
“Eh Pak Rudy, Bapak ngga jadi ditemui Pak Menteri tuh”
Nah semakin kalang kabut pikiran hamba, apa yang terjadi? Menteri siapa mau mendatangi saya? Apalagi lelucon hari ini.
Nun jauh di sana saya melihat ada dua orang pria gagah, salah satunya adalah yang menemui saya tadi malam. Semakin menambah penasaran, wah apa benar ataukah ini bualan?
Belum berapa lama berselang, setelah menuntaskan ritual dalam kamar kecil. Dering telepon ringan mampir di pergelangan, mengatakan “Pak, ditunggu di kantor saya, sekarang!”
Amanat dari Pimpinan Sekolah hinggap dan mengharapkan kedatangan saya segera di kantornya saat itu juga.
Hampir terseret langkah saya karena sepatu Bally yang barusan disemir, rasanya kasihan harus berdebu di tengah hamparan pasir Palangka Raya.
Di kantor Kepala Sekolah ini, sudah menanti dua pemuda yang berseragam Barindo dan salah satunya bernama Ilham, sambil memperkenalkan diri dengan simpatik.
Maksudnya sebenarnya akan ada kejutan kepada saya, tapi karena sudah terlanjur heboh apalagi pihak protokol juga telah ambil bagian karena tak berapa lama Dedi yang alumni SMADA dan sekarang bekerja di Pemerintahan Kota Palangka Raya telah bersama kami untuk memastikan letak mobil tamu.
Nah, betulan nih ternyata. Dalam benak saya, mulai bekerja.
Sambil mendengarkan permintaan Mas Ilham untuk mempersiapkan presentasi jika sewaktu-waktu diminta. Menurut saya malah, ngga mungkinlah ada presentasi karena kunjungan yang singkat tersebut😀
Pukul delapan lewat sepuluh, sebuah mobil putih berplat merah hadir di tengah lapangan parkir sekolah. Tampak seorang pria gagah keluar dari pintu, yakni Bapak Wakil Walikota, Dr. Mofit Saptono

Ya, benar sekali. Berarti kunjungan ini akan segera terjadi. Setelah bersalam-salaman dengan para guru dan saling memberi salam. Sekitar sepuluh menit kemudian, mobil Alphard hitam memasuki pelataran lamat-lamat, sementara barisan siswa berjaket abu-abu telah menyambut siaga di samping kanan jalan mengawal jalur menuju lapangan tengah upacara. Keluarlah seorang pria ganteng, tinggi besar, berkulit putih berjaket biru tua didampingi Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Drs. Ahmad Diran yang telah berulang kali mengunjungi sekolah kami.
Rupanya Pria tinggi besar tadi lebih dulu menyalami para siswa kami yang sudah tampak cantik dan ganteng semenjak hari Jumat minggu lalu😛

http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/02/03/gita-wirjawan-kunjungi-sma-2-palangkaraya

http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/02/03/gita-wirjawan-kunjungi-sma-2-palangkaraya

Sekarang giliran saya bersalaman, hanya satu sambutan Beliau

“Blogger ya?”

kemudian otomatis saya hanya mengacungkan jempol sambil mengucapkan “Benar pak!”

Selanjutnya perjalanan menuju kantor kepala sekolah beberapa kali, Pak Gita singgah sambil melihat-lihat kantor guru, kelas XII IA-1 dan sekilas melirik kelas XII IA-2, selanjutnya menyeberang ke ruang perpustakaan dan cukup lama berdialog dengan beberapa siswa kelas XI IA di sana terutama dengan Eldo beserta rekan-rekan. Beranjak menuju ruang para Wakil Kepala Sekolah dan bertemu dengan Pak Kadarjono selaku Wakasek urusan Kurikulum yang serta merta membukakan pintu juga berceloteh hangat dengan beberapa guru PPL dari Universitas Palangka Raya yang sempat dikiranya dari Bandung (karena ada kemiripan nama dengan UnPar atau Universitas Parahyangan) yang sedang menginap di sekolah. Eh ternyata kesamaan sebutan, bukan kemiripan daerah😛

Saya pun sempat berdialog dengan kakak kelas saya di Jurusan Pendidikan Fisika yang sekarang telah menjadi Ketua Hipmi Kalimantan Tengah dan pemilik MeTos Yos Sudarso hehehe, sebuah grup marketing terbesar dan termegah di Kota kecil kami ini.

Akhirnya sampai juga di kantor Kepala Sekolah yang hangat dan telah tersedia cemilan pagi yaitu buah rambutan dan pisang Mahuli yang kecil tapi manisnya luar biasa😀

Pak Gita dan pak Diran tengah menikmati rambutan mini dari Kebun Kepala Sekolah

http://banjarmasin.tribunnews.com/foto/bank/images2/gita-wirjawan-nikmati-rambutan-palangkaraya.jpg

Dialog pun mengalir sederhana dan hangat, diawali dengan pengantar dari Pak Fajar Riza Haq, Sekjen Barindo Pusat mengenai profil Rudy Hilkya serta kesempatan saya menjelaskan fenomena blog ini yang kemudian menjadi salah satu tujuan untuk Beliau untuk berkunjung ke sekolah penulis. Yang mana ini semua merupakan kerja sama antara Acer Indonesia dengan yayasan yang Beliau kelola.

Saya mempresentasikan asal-usul terbentuknya blog dan menggunakan jejaring sosial seperti facebook maupun twitter untuk berbagi diskusi dan komunikasi dengan para siswa saya sejak tahun 2007 sampai sekarang. Pelajaran di kelas tidak lagi terikat ruang dan waktu serta kami bisa berbagi pengetahuan dan informasi tanpa sungkan. Siswa pun terkontrol dalam menyampaikan status atau pesan sehingga kami bisa saling menjajaki kebutuhan eksistensi di alam digital ini.

Sampai saat ini kunjungan ke Blog fisikarudy telah mencapai 1,6 juta hits dan terus bertambah karena mulai tampak kiprahnya. Bukan karena mendapatkan Guru Era Baru Award saja, melainkan pemanfaatannya yang belum dilirik dan baru dirasakan di saat sekarang oleh beberapa insan pendidikan dan pelajar Fisika. Keberadaan blog fisikarudy tidak hanya untuk kepentingan lokal dan regional, tetapi untuk kepentingan pembelajar di manapun berada bahkan hingga ke luar negeri serta bisa diterjemahkan dengan widget bahasa-bahasa Dunia lainnya.

Pak Gita Wirjawan berpesan agar meneruskan semangat berbagi dan membagi pengetahuan kepada para generasi bangsa penerus cita-cita dan harapan kemerdekaan dengan cara yang inovatif, kreatif serta efektif. Tak lupa Pak Mofit pun berpesan untuk mendata pengunjung blog fisikarudy ini yang khusus dari kota Palangka Raya terutama siswa-siswa mana saja. (Ini sedang diusahakan Pak)

Akhirnya Gita menitipkan pesan khusus untuk terus berkarya dan mendukung sepenuhnya upaya yang sudah dilakukan dari tengah Kalimantan ini bagi generasi penerus bangsa. Di penghujung pertemuan sebelum kunjungan Beliau ke Pasar Kahayan, kami berfoto bersama dan sekali lagi Beliau menitipkan pesan untuk melakukan riset yang terkait dengan pemanfaatan media internet maupun jejaring sosial serta blog untuk kepentingan pendidikan.

Sepulang ke rumah saya memperhatikan tweet berikut :

Sayang sekali fotonya belum dicuci karena masih tersimpan dan kartu memori kamera sekolah.😀

Siswa XI IA-6 dan beberapa rekannya berfoto bersama Gita Wirjawan dan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono

http://www.ayogitabisa.com/berita-gita/siswa-sman-2-palangkaraya-berebut-foto-dengan-gita-wirjawan.html

Album Foto dari @GWirjawan juga dimuat di media lainnya

Kejutan yang benar-benar heboh karena ditemui Gita Wiryawan di awal pekan😀

Ayo Gita Bisa !

#ayogitabisa, #banjarmasin-post, #barindo, #barindo-or-id, #fisikarudy, #gita-wirjawan, #kalimantan-tengah, #kalteng, #palangka-raya, #rudy-hilkya, #rudyhilkya, #smada-palangka-raya, #sman-2-palangka-raya, #tribunnews