Digital Natives yang Teledor

Saya sangat menyadari tentang kecepatan tanggapan dan responsivitas anak-anak di masa kini yang sangat fasih dan mumpuni menguasai bahasa gadget dibanding bahasa ibunya bahkan bahasa asing. Bermodalkan gocekan dan pencetan pada alat-alat telekomunikasi seluler, gadget, tablet hingga pil dan sirup. Para Anak-anak kecil di masa kini yang kita sebut sebagai Penduduk Digital atau Digital Natives benar-benar memiliki supremasi untuk menguasai teknologi komunikasi dan berbahasa digital.

Tapi sayangnya, saat mereka berada di jalan raya entah untuk bermain-main atau bersenda gurau dengan rekan sebaya. Keawasan dan kemumpunian mereka tentang kerja berlapis (multi-tasking) menggunakan gadget seakan sirna dan tergantikan dengan celaka.

Bayangkan saja, anak-anak seusia sekolah dasar bahkan hingga Sekolah Menengah Pertama yang populasinya mencapai 30% dari seluruh penduduk Indonesia – seakan tidak waspada dan tidak mengerti bahaya yang mengintai dari setiap bilik kendaraan bermotor mulai dari yang kecil hingga yang berkekuatan megaton.

Di jalan-jalan lingkungan dan cenderung sepi, para digital natives ini seakan menantang bahaya dengan berjalan kaki biasa, menyeberang tanpa melihat sisi kiri dan kanan untuk menjaga kewaspadaan atau bersepeda berhenti ke pinggir yang tidak terkena lintasan kendaraan bermotor. TIDAK !

Justru mereka menantang bahaya tersebut sama seperti sebuah game atau permainan uji nyali.
“Pokoknya akulah penguasa jalanan dan trek ini, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi ”

Seorang anak kecil sekitar 10 tahunan dengan asyik dan langkah gontai menyeberang jalanan ramai yang sesak kendaraan, beralaskan terompah yang lebih besar dari ukuran kakinya tanpa menyadari sebuah Mobil yang bermassa besar dan berbobot maksi yang tengah berjalan pelan (rupanya sang Driver telah menyadari keteledoran anak ini). Tiba-tiba melintas tanpa melihat kiri dan kanannya langsung menuju ke rumah orang tuanya.

Untunglah sang Driver sempat menghentikan kendaraan tepat beberapa centimeter dari badan si gadis kecil Digital Natives ini yang dengan spontan dan bersukaria tidak menyadari Pencabut Nyawa hanya beberapa jengkal dari raganya !

Sayang sekali, para digital natives yang notabene masih sangat belia. Belum memiliki responsi terhadap atmosferisasi di sekelilingnya !

#digital-natives-yang-sembrono, #kecerdasan-yang-tidak-mumpuni, #kritik-tak-beralasan, #tanggung-jawab-orang-tua, #teledor