I Know What You Did Yesterday !

Sepenggal judul ini mengingatkan saya akan felem horor yang menceritakan sekumpulan anak muda yang karena dugem dan kongkow-kongkow mabuk-mabuk miras kemudian bermabuk narkoba akhirnya menabrak sesuatu entah seseorang atau sebuah alien. Yang akhirnya ketidakpedulian mereka ini berbuah kematian satu-persatu kepada anggota kelompok tersebut dan jeng jeng jeng aktris yang saya kagumi Jeniffer Love Hewitt selamat dari pembantaian dan melanjutkan serial tersebut di televisi.

Ujung-ujung felem tadi juga mirip dengan Final Destination mulai dari seri pertama hingga seri ke-4 yang diberikan para siswa saya, terima kasih kepada Achrizal Haq kelas XII IPA-2 yang telah membagikan salah satu dari judul tersebut ke memori penyimpanan pada hari Kamis yang lalu😀 .. ending dari film tersebut memang mengerikan walau disamarkan dalam bentuk kartun yang kesemua pemainnya diceritakan terkena kutuk kematian disambar sebuah truk.

Ada apa dengan judul ini?
Sama seperti perjalanan para kelompok anak muda yang asyik masyuk dengan masa mudanya, melupakan apa yang dilalui dan dilewati serta membiarkan sebuah kewajiban atau kehati-hatian, main tabrak serta selonong doang yang kemudian mereka buang perasaan untuk menaati kewajiban tadi dengan berkilah “ah tidak tau” atau “ah masa bodoh”, “ah EGP (emang gue pikiran)”, dan semacamnya. Namun dari ketidak hati-hatian tadi, ketidakpedulian tersebut akan berbuah “sesuatu” yang bisa merugikan masa depannya (hal ini pun sebenarnya masih asumsi dan duga-duga yang tidak berdasar) atau bahkan untuk meraih keberhasilannya mereka harus berjuang jauh lebih keraass dari biasanya dibandingkan mengikuti tips yang diberikan secara sukarela dan gratis dari pembimbing kelasnya.

Tapi saya sendiri tidak juga membenarkan, bahwa yang dikatakan oleh para guru semuanya benar dan mutlak! Sebab setiap peserta didik akan menghadapi inkubator atau arenanya masing-masing, arena pertandingan yang mereka hadapi akan terus berganti dan tidak sama dengan yang kami sudah lalui. Kadang kala guru juga terlalu absurd menafsirkan serta memberi informasi yang cenderung menakutkan walau semua perkataan itu tidak tepat adanya pada saatnya nanti.

Hanya saja yang dapat dijadikan pedoman adalah berjalan peliharalah kaki dan berbicara  peliharalah mulut,  kalo makan peliharalah lidah —  menulis blog seperti ini? Menulis peliharalah kalimat tulisannya. walau aturan penulisan tinggal sebuah aturan, sebaiknya mengikuti aturan penulisan yang sudah disampaikan para penulis hebat-hebat sebelum saya ini,   selebihnya yang penting isi makna tersampaikan menurut si penulis (entah menurut si pembaca).

Kadang-kadang namun sering saya berpikir, bahwa yang terdampar di blog ini sebenarnya selain karena sengaja juga karena penasaran dan ketidaksengajaan. Makanya tulisan-tulisan yang sudah hadir maupun yang akan hadir — semoga mendapat tempat yang layak kalo tidak layak menurut Pembaca maka langsung saja arahkan ujung kursor ke tanda silang dalam kotak merah di pojok kanan atas kemudian di-klik dan woala … selamat menikmati tampilan wallpaper komputer anda.

And I (Still do not) Know What You Did Yesterday !

 

 

 

 

 

#asumsi, #blogging, #film, #i-know-what-you-did, #i-know-what-you-did-yesterday, #menulis-blog, #ngeblog, #praduga, #rudy-hilkya, #rudyhilkya