Semangat Inovatif

Innovate – inovasi secara bebas diterjemahkan menjadi terus melakukan pembaharuan  atau terus berubah dari keadaan yang ada menjadi suatu keadaan yang dianggap ideal. Atau pengenalan terhadap suatu keadaan yang baru yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya suatu keadaan yang ideal atau stabil. Ideal atau stabil sepenuhnya belum tentu bisa dikatakan mapan, mapan belum tentu berarti kesuksesan. Bisa saja kemapanan atas suatu keadaan yang ideal adalah bentuk dari kesuksesan yang hampa. Mengapa hampa? Karena kesuksesan itu menjadi tidak bernilai atau tidak bermakna, terlebih-lebih tidak berasa.

Berasa apanya? berasa membahagiakan atau berasa menyenangkan (diri sendiri atau kelompok) atau berasa berarti bagi orang lain (berbagi dengan anggota komunitas atau anggota kelompok). Berarti yang seperti apa? Berarti bisa mengajak orang lain untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih efisien, lebih hebat, lebih maju, lebih modern. Apakah berarti bagi orang lain juga dapat diterima atau dimengerti oleh anggota kelompok atau anggota komunitas?

Apakah selama ini kita tidak berinovasi? Inovasi atau perubahan terus terjadi baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Secara perlahan juga secara cepat, ada yang terasa tapi ada pula yang tidak terasa. Ada yang terukur adapula yang tidak diukur, karena perubahannya biasa-biasa saja sama seperti orang lain yang terus berubah juga.

Inovasi bermakna menampilkan yang baru, lain daripada yang lain. Menjadi guru inovatif — menjadi guru yang menampilkan cara sebagai guru yang lain daripada yang lain, menjadi guru dengan cara yang baru, menjadi guru dengan memperkenalkan cara belajar baru,  guru yang memperkenalkan metode mengajar baru, pendekatan belajar maupun pendekatan mengajar yang baru. Bisa ada kemungkinan yang baru sekarang sebenarnya telah lama dijalankan oleh orang lain di tempat lain, negara lain, kawasan lain dan baru boom atau tren di tempat kita saat ini.

Inovasi terlahir karena ada masalah, masalah muncul karena pertentangan antara kepentingan tertentu dengan sumberdaya yang ada. Salah satu contoh mata pelajaran TIK yang dulu menjadi ikon dari KTSP dan namun kurikulum 2013 tidak muncul lagi, padahal betapa pentingnya mata pelajaran itu. Terlepas dari kekurangan sumberdaya di beberapa sekolah maupun wilayah dalam melaksanakan pelajaran ini yang kemudian tergerus dan digantikan sebagai kursus komputer.  Akhirnya peserta didik yang memiliki uang cukup yang bisa menikmati dan menggunakan peralatan tersebut selain menggunakan jasa warung internet atau warung game online selain perangkat seluler.

Yang sedang hangat melanda komunitas guru yang saya jembatani adalah seru-serunya Omjay Panggilan Bapak Wijaya Kusumah, guru TIK di SMP Lab School Jakarta untuk memunculkan kembali mata pelajaran TIK dan KKPI di SMK. Karena pelajaran ini begitu penting dan tidak bisa terjadi begitu saja tanpa ada yang membimbing dan mengawasi keutuhan pemahaman mengenai pelajaran teknologi ini.

Semula saya mengira TIK ditiadakan dalam kurikulum 2013 karena beralih wajah menjadi Prakarya atau keterampilan, ternyata dugaan itu tidak tepat. Karena akhirnya prakarya di sekolah saya adalah mengubah suatu peralatan atau barang usang menjadi peralatan atau barang yang bisa dipergunakan kembali dalam fungsi yang berbeda. Misal tas dari bungkus sabun cuci, dompet dari bungkus odol, bunga dari plastik kresek. Yang sesungguhnya mata pelajaran ini “merampok” hakikat topik-topik pelajaran seni budaya.  Ataukah memang sengaja dibuat begitu atau memang karena tidak ada alasan lain?

Saya kagum membaca perjuangan Bu Amiroh dari SMKN Jombang bersama rekan-rekan guru SMK lainnya yang mengajukan kajian akademik perubahan mata pelajaran KKPI menjadi mata pelajaran Sistem Digital.  Perlu sekali pengenalan baru mengenai keberadaan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ini juga termasuk KKPI di tingkat SMK.

Itulah semangat inovasi — mengenalkan sesuatu yang baru setelah terbungkus dari merek yang lama dan sebenarnya termasuk di dalam Teknologi Informasi Komunikasi.

#catatan-tentang-inovasi-versi-rudy-hilkya, #indonesia, #kalimantantengah, #kalteng, #palangka-raya, #rudy-hilkya