Berselancar dengan wifi Android

Padahal saya sudah cukup lama mengetahui bahwa sistem operasi Android yang di perangkat seluler bisa membagikan sambungan internetnya secara wireless, namun entah mengapa baru hari ini saya benar-benar sreg menggunakannya.

Diawali dengan cerita dari rekan guru TIK saya, yakni Pak Ade Dwiputra yang berhasil membeli paket perdana sebuah kartu seluler dalam bentuk angka 3, yang saat itu ia beli seharga Rp 180 ribu dan mendapatkan kuota 20 GB untuk setahun, saya baru tersadar sekarang sudah sekitar empat bulan berlalu dari masa promo operator yang telah menancapkan antena BTS-nya di sekitar halaman rumah saya😦

Kemudian bergegaslah kami menuju sebuah toko ponsel yang berhadap-hadapan dengan bagian depan Bandar Udara dan saya mendapatkan paket perdana sebesar 15 GB seharga 175 rebu. Syukur puji Tuhan, setelah saya suntik ke dalam telepon, tanpa harus diregistrasi karena sudah dilakukan oleh penyedia kartu — hape saya sudah lancar bergerak dengan cepat mengunduh informasi yang saya cari.

Sepulang anak saya dari sekolah dan biasanya ia berinternet sampai larut malam, saya cobakan kartu tersebut pada hape-nya yang berfungsi sebagai access point dan terbilang lumayan cepat gebrakan tampilan youtube di komputer tablet miliknya. Saya pun kepincut memasang kartu tersebut dalam tablet yang sudah setahun lalu saya miliki.

Kemudian di saat mempersiapkan pelatihan olimpiade sains di sekolah, beberapa pesan singkat dari beberapa siswa kelas 12 via twitter dolorosa meminta pertolongan untuk memeriksa password pendaftaran mereka pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi — yang berarti tanggung jawab saya menggunakan internet. Sementara hujan disertai petir terus menggantung di langit-langit kelam kota ini – dan kartu telepon resmi saya tertinggal karena sedang di-charge akhirnya saya nekat memasang Akses poin menggunakan tablet yang sama sekali belum pernah saya sentuh!

Berbekal nol putul dan perasaan tak menentu karena takut gagal, perlahan dan pasti saya memasang thetering android melalui tablet – mulanya agak sulit karena saya terlanjur mengatur hanya perangkat tertentu yang terpasang, eh ternyata harus dipancing dulu melalui segala macam perangkat boleh terhubung dahulu dengan perangkat tablet ini, nanti setelah terdaftar karena akan diregistrasi alamat MAC dari perangkat yang terpasang pada akses poin android ini, baru ditambahkan perangkat tersebut dalam daftar perangkat yang diizinkan — barulah kemudian bisa diubah lagi pengaturan sambungan peralatan lain (regulasi pengaturan perangkat yang terpasang dengan android AP komputer tablet).

Hasil pengujian menggunakan kartu 3 warna yang saya suntikkan sempat menyentuh angka 4 mbps yang kemudian menurun secara signifikan dan bertahan pada angka 1,5 mbps untuk perangkat kartu seluler dan tentunya tidak sekonsisten sambungan ADSL rumahan atau laboratorium yang berdedikasi pada angka 2 – 3 mbps. Itu semua tergantung pengguna lainnya operator seluler yang dipakai.

Tentu saja untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi dan berdedikasi, pemakaian kartu seluler di kota berada pada jam-jam di atas pukul 23 wib dan terus berlaku sampai pukul 5 pagi. Walau menurut promosi kartu ini berlaku dari pukul 0.00 hingga 6.00 tapi promosi kan bergantung dengan lokasi dan banyak atau sedikitnya pemakai.

Masih menurut pengalaman Guru TIK saya tadi, jika di daerah Jawa Barat atau Jakarta arah ke selatan dan Timur sebaiknya menggunakan kartu Indosat atau Smartfren yang termasuk akses cepat dan super. Untuk berselancar dan juga untuk mengunduh informasi.

Selamat Mencoba (walau sudah tertinggal) – saya lho yang ketinggalan zaman😛

#3, #android-ap, #bts, #fisika, #fisikarudy, #gadget, #hape, #hp, #kalimantan, #kalteng, #kartu-telepon, #komputer, #laptop, #operator-seluler, #palangka, #palangka-raya, #raya, #rudy-hilkya, #samsung, #sim, #sma, #tablet, #telepon, #tengah, #thetering-android, #three, #three-co-id, #tik