Mengapa Guru tidak suka Menulis?

Alasannya karena malas, tidak ada ide, membuang-buang waktu tidak berguna dan lain sebagainya. Alasan-alasan tersebut sah dan wajar, anggaplah semacam denial atau penyangkalan. Karena menulis pun memiliki ragam makna, bisa menulis dalam jurnal penelitian, jurnal ilmiah, koran atau media massa, menulis buku, bahkan yang paling sederhana yaitu menulis buku harian (diary).

Apakah saat di dalam kelas, Guru tidak menulis?
Tentu saja, guru semacam ini masih ada karena sudah tergantikan dengan media bahan ajar, melalui buku kerja siswa, lembaran kerja siswa, lembaran tugas, lembar presentasi, modul ajar dan banyak macam media tuangan tulisan. Mungkin juga masih ada guru yang terus menulis saat mengajar, menulis di whiteboard atau papan tulis atau menggunakan papan tulis elektronik, plastik transparan terutama untuk menjelaskan suatu topik atau langkah penyelesaian suatu masalah.

Nah, bukankah dengan tulisan-tulisan dari dalam kelas tadi, bisa dikumpulkan dan dikompilasi melalui foto atau gambar atau ditulis ulang dalam buku atau ditulis ulang dalam kertas lain kemudian disebarluaskan, bisa dicetak hingga diterbitkan?

Yah, sekali lagi, itu bergantung dengan kepentingan sang guru tersebut. Terutama jika tugas-tugas menulis ini berkaitan dengan kenaikan pangkat, kenaikan tunjangan pendapatan, yang berkaitan dengan daftar kekayaan (isian SPT tahunan), dan banyak macam lagi tuntutan-tuntutan kepada guru untuk menulis.

Sebagai contoh nyata, seorang guru di SMAN-2 Kapuas Murung, Hendra Gunawan, yang lulusan S1 Pendidikan Fisika Universitas Palangka Raya, karena pertemanannya dengan dunia komputer dan pembelajaran menggunakan media elektronik tersebut telah berhasil mendaftarkan tulisannya menjadi sebuah buku dan mendapat ISBN dari Perpustakaan Republik Indonesia. Jika tidak salah judul tulisannya adalah Aku (bukan) Guru Jadul (dengan TIK)– Nah, itu menandakan bahwa guru sebenarnya punya bekal untuk menjadi penulis handal dari pertemanan dan pergaulannya dengan bidang yang dikuasai dan disenanginya setiap hari.

Jadi guru perlu sering-sering mempertanyakan dirinya atau orang lain (yang juga guru), Mengapa tidak suka menulis? Ayo tunggu apa lagi?

#buku, #guru, #guru-kalimantan-tengah, #guru-kalteng, #guru-menulis, #guru-menulis-blog, #hendra-gunawan, #indonesia, #isbn, #kalimantan-tengah, #kalteng, #kapuas, #komunitas-sejuta-guru-menulis-blog, #menulis, #menulis-buku, #murung, #palangka-raya, #tidak-suka, #tulisan-guru-dalam-blog, #web-blog