Resep Saya Menulis

Untuk dapat lancar menulis, saya mesti membaca buku. Kebiasan membaca buku apa saja yang saya sukai semakin memperkaya gaya dan motivasi untuk menulis.

Membaca buku berarti menyerap ide orang lain yang selanjutnya diendapkan dalam pikiran dan dipadupadankan dengan ide yang sudah ada dalam benak saya, selanjutnya ide tersebut dituangkan dalam kertas atau media tulis. Dalam hal ini saya lebih menyukai menggunakan aplikasi notepad di komputer berbasis windows. Atau jika saya dalam perjalanan saya lebih menyukai menulis dalam notes atau catatan dalam perangkat seluler.

Tulisan yang tersimpan tadi dikelompokkan dalam satu folder “Khusus Menulis” — kemudian dipilah-pilah dan diedit sehingga layak (menurut pribadi saya) untuk dirilis. Di mana merilisnya? Tidak usah jauh-jauh, bisa melalui blog yang sedang anda baca ini atau blog komunitas atau blog lain yang saya kelola sendiri.

Bagaimana jika tulisan untuk dikonsumsi melewati Media Massa ? Untuk tulisan yang seperti ini, sebaiknya didasarkan dengan riset terlebih dahulu (walaupun menulis di blog pun mesti ada risetnya), agar isi tulisan benar-benar sesuai dengan tema dari koran yang dituju. Biasanya saya menulis fitur untuk berita-berita kecil tentang prestasi sekolah atau wawancara jarak jauh yang risetnya tentang pencapaian diri sendiri😀

Resep lain yang saya pelajari dari Omjay Wijaya Kusumah, yakni menuliskan Apa yang ingin anda tulis dan anda senangi saja! Atau tulisan yang anda sukai, menulislah setiap hari dan perhatikan apa yang terjadi. Pesan Omjay ini sungguh-sungguh mengena, walaupun tidak disadari sebab akhirnya yang terjadi adalah blog ini mulai banyak dikunjungi pembaca dan banyak yang mampir walaupun tanpa berkomentar atau memberikan tanda centang “suka”. Yang penting saya telah memiliki media untuk menyalurkan ide dan tulisan saya.

Pada masa lalu, tidak hanya tulisan yang saya sematkan dalam blog ini. Bisa tautan video, foto-foto atau gambar-gambar tentang kegiatan yang saya lakukan di luar kelas atau dalam kelas, hasil pemindaian tulisan saya di kertas, tulisan-tulisan saya di whiteboard yang kemudian saya foto — macam-macam deh yang penting tujuan untuk menulis atau memperkaya blog terus dilakukan.

Walaupun harapan untuk dikunjungi tidak banyak atau tidak terlalu dikomentari, hal itu tidak masalah besar atau berarti banyak. Bisa saja karena situs yang kita bangun terlalu banyak pernak-pernik sehingga banyak error dalam sintaksis atau aturan W3 html-nya. Saya sih tidak terlalu peduli, yang penting hepi deh. (meminjam ungkapan senangnya Pak Dedi Dwitagama, Motivator)

Bagaimana dengan Anda? Mari kita mulai dari yang sederhana dan terus melakukannya.

#album-tulisan, #guru-blogger, #komunitas-sejuta-guru-ngeblog, #mini, #teman-saya-blogger, #tulisan