Olimpiade Sains 2014

Sejak kemarin tanggal 11 Juni hingga hari ini 12 Juni 2014, menurut petunjuk teknis pelaksanaan lomba akademik yang dikenal sebagai Olimpiade Sains Nasional dihelat seleksi siswa tingkat propinsi di seluruh Indonesia.

Para putra-putri bangsa Indonesia dengan tekad baja dan semangat tinggi datang berbondong-bondong menuju ibukota Propinsi masing-masing untuk berkompetisi meraih peringkat tertinggi dan hasil terbaik agar terpilih menjadi anggota Tim Olimpiade Sains Propinsi yang akan berlaga di tingkat nasional pada bulan September 2014 kelak di Mataram, NTB.

Putra-putri terbaik ini merupakan hasil seleksi dari setiap SMA/MA di setiap kabupaten/kota masing-masing yang dilaksanakan setiap bulan April. Mereka membawa harapan dan asa yang mengangkasa untuk menunjukkan kemampuan dan pemahamannya mengenai sains. Seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Kebumian (Geosains), Ekonomi, dan Geografi. Selain untuk mengharumkan nama sekolahnya juga mengharumkan nama daerah asalnya.

Soal-soal yang diujikan kebanyakan pemahaman empiris dan teori-teori yang dirangkum dalam bentuk MC (multiple choice) dan esay (soal uraian) dalam waktu pengerjaan sekitar 3 jam. Soal yang dihadapi tentu saja berbeda dengan soal-soal ulangan akhir atau soal ulangan harian sebab tingkat komparatif yang dibuat setara dengan tingkat sarjana dan pascasarjana. Harapan utama dari soal-soal Olimpiade sains adalah siswa dapat mengerjakan soal-soal atau masalah-masalah sains dari dasar yang paling sederhana dan tidak dirumitkan dengan matematika kalkulus. Yang diutamakan adalah tingkat orisinalitas memberikan jawaban pada setiap soal secara genuine (asli) maka kemudian muncul kata-kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang dapat menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang berbeda dan jawaban atau solusi yang diberikan adalah solusi sederhana dan belum pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya.

Melalui Olimpiade Sains serta Lomba-lomba karya ilmiah sejenis kita akan melihat anak-anak jenius Indonesia yang dipilih bukan karena perasaan suka atau mendeterminasi tidak suka, sehingga seleksinya hanya berdasarkan kepentingan. Tidak ! Melainkan diharapkan hasil yang terbaik dan paling terbaik sebagai bakal generasi emas Indonesia di tahun 2045.

Di tingkat Nasional, soal-soal ini ditingkatkan lagi kesulitannya menjadi tiga babak – soal-soal teoritis, soal-soal praktik dan soal pengamatan observasi (kecuali untuk Matematika). Pada tingkat Nasional yang diharapkan dari Kemendikbud adalah terpilihnya 100 besar siswa SMA/MA seluruh Indonesia yang menjadi bibit anggota Olimpiade Sains tingkat Internasional yang akan bertanding mewakili nama bangsa dan negara di kancah Olimpiade Sains Dunia.

Ironi yang memilukan pada April 2014 lalu adalah kebocoran yang terjadi pada suatu wilayah di Indonesia untuk mata pelajaran Astronomi, Kebumian, dan Ekonomi dan hal ini benar-benar mempengaruhi semangat kompetisi penuh kejujuran dan menjunjung tinggi martabat keilmuan yang anti plagiat. Maka mulai tahun 2015, penyeleksian tingkat Kabupaten/kota mungkin mengalami perubahan mendasar dan tidak ada soal yang seragam dan bisa didapat melalui internet terutama media-media tayang gratisan atau malah diperjualbelikan.

Semoga nilai kejujuran yang digadang-gadang telah tergadaikan dengan berbagai dekadensi dan degradasi moral yang terindikasi dengan ketidakjujuran, korupsi, plagiatisme di mana-mana, dan Hak Kekayaan Intelektual yang tidak dihargai sebagaimana mestinya saat ini menjadi sebuah revolusi mental dan semangat perubahan besar !

Selamat berjuang dan berkompetisi, Semoga Tuhan Menyertai Usaha Kita Sekalian !

#kemdikbud, #olimpiade-sains-nasional, #osn, #osn-2014, #revolusi-mental, #semangat-olimpiade-sains-nasional