Manusia Sejarah

Perkembangan peradaban ditandai dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan masa lampau, monumen, candi, kuil, simbol-simbol, gambar-gambar, kode-kode di dinding gua hingga lingga, menhir, piramida, nekara, alat-alat upacara, susunan batu berundak, stone henge, patung-patung, totem, prasasti, tonggak, patok, dan lain sebagainya.

Manusia kuno telah lama memimpikan pertinggal-pertinggal tadi dalam bentuk mahakarya, besar, dan arsip artefak yang menandakan kemajuan peradaban mereka. Saya ingat pelajaran sejarah pertama kali di kelas 1 SMA tahun 1988 lampau, tentang kebudayaan sungai Hindus dan Peradaban Mohenjodaro yang merembet ke peradaban Mesir Kuno, Yunani Kuno, Tiongkok Kuno hingga akhirnya sampai ke Nusantara sekitar abad ke-4 hingga 6 sebelum Masehi.

Artefak tersebut sebagian besar dibentuk melalui pahatan, tulisan, ikon-ikon, gambar, huruf, kode-kode dan macam-macam. Mengaca pada zaman sekarang yang semuanya terhubung dengan kemampuan mencetak, membuat barang, memproduksi benda hingga kemampuan terhubung dalam jejaring elektronik atau jejaring digital, bukankah manusia telah memasuki era membuat sejarahnya dalam bentuk pustaka multimedia semakin gampang?

Mencetak buku sudah dapat dilakukan secara partikelir sebagian, menggunakan PoD (print on demand) atau alat pencetakan mandiri yang dapat dikelola oleh komunitas, juga meninggalkan tulisan di dunia maya (jangan lupa status di facebook, twitter atau media sosial lain juga diarsipkan oleh suatu lembaga di Paman Sam sana lho) …

Selayaknya manusia sejarah sekarang mengabadikan karya-karyanya menggunakan media digital, multimedia film pendek, zine, website hingga blog diary – sebagai peninggalan yang tak lekang dan akan terus dikenang.

#histori, #history, #kebudayaan, #manusiawan, #penilaian-autentik, #sejarah-manusia