Pencetakan Partikelir

Sudah dua minggu ini printer saya berbunyi tuit tuit tuit semenjak pulang sekolah hingga larut malam, istri saya pun ngambek pula karena saya lebih keranjingan berada di dekat printer dibandingkan memberikan quality time😛 .. yah tak mengapalah?

Walau hal ini kegiatan sosial sebab hampir tidak ada keuntungan yang saya dapatkan selain kenalan dengan pemilik toko kertas penyalur serta toko besar alat tulis kantor di seberang jalanan sekolah, kebetulan jalanan sekolah kami sepanjang rute tersebut banyak toko-toko kertas dan buku-buku tulis.

Mulai dari mana asal-muasal pencetakan ini? Mula-mulanya sepulang memberi pelatihan kepada para wali kelas yang saat ini berkembang menjadi 21 kelas berarti ada 21 wali yang akan mencetak LCKPD (Laporan Capaian Kompetensi Peserta Didik) pada bulan Oktober, Desember, April dan Juni nanti. Dari ke-21 orang wali kelas ini ada 9 orang yang telah memiliki pengalaman di kelas X tahun 2013-2014 yang lalu dan masih bertahan. Nah, karena kebanyakan wali kelas ini partikelir alias memiliki asisten tambahan untuk bekerja dengan perangkat lunak perkantoran hanya sebagian saja yang kepincut tawaran ketua Koperasi kami untuk dibantu dalam pengadaan printer yang sedang tren saat ini.

Iseng-iseng setelah ada 9 wali kelas memesan printer dimaksud dan ada beberapa orang guru lain yang cukup visioner untuk mempunyai printer dengan tangki tinta yang sudah disiapkan dari sono-nya, untuk memberi contoh pemanfaatan printer berwarna efektif tadi, kami bersama Bapak Kadarjono (Wakasek Kurikulum SMADA) membuat dokumen buku guru dan buku siswa yang sudah diberikan oleh Kemdikbud RI melalui softcopy yang dibagikan ke seluruh Indonesia. Alhasil, hampir sebagian besar guru SMADA kepincut ingin memiliki cetakan tersebut tanpa harus membeli atau ikut kredit printer hehehe … nah, jadilah gawe besar yang tengah saya kerjakan saat ini.

Termasuk saat apdet blog ini, printer tersebut terhubung langsung dengan komputer dan terpasang juga secara jaringan. Hitung-hitung banyak cape-nya dibanding profit, jadi buat anda yang kepingin mendapat untung dari usaha begini jangan deh coba-coba.

Sebenarnya keuntungan yang saya peroleh bukan dari segi material, namun dari segi pengetahuan bahwasanya saya mengerti memanfaatkan printer inkjet ini yang menggunakan sistem piezojet spray dari awal hingga akhir, termasuk saat kertasnya macet, tintanya tidak keluar, printer terbentur, listrik padam saat pencetakan, memulai halaman pencetakan dan seterusnya sehingga secara tidak langsung kita menjadi cukup mahir mengoptimalkan printer keluaran pabrikan Indonesia ini.

Tinta warna per botol cukup terjangkau dan kemampuan mencetak halaman teks hitam putih sampai 4000 lembar, sementara untuk halaman warna sekitar 2000 halaman bolak-balik (tergantung tipe printernya karena untuk tipe L120 hanya berkapasitas tanki sebesar 40 ml saja)

Menjilid kertasnya bagaimana ? Nah di sini letak uniknya karena kami menggunakan kertas binder ukuran B5 dan A5 sehingga ukuran kertas harus di-set ulang pada perintah pencetakan, semakin kecil kertasnya berpengaruh pada besarnya ukuran huruf lho. Baiknya dicoba agar tau lebih😛

Keuntungan lain, tentu saja ada diskon dari toko penyedia dan semula disambut dengan muka datar cenderung cemberut dan rata, kali ini setiap kali saya datang ke toko tersebut disambut jauh lebih ramah dibandingkan penjaga keamanan di depan Bank😛 di samping itu tentu saja ada kelebihan lain yang rasanya cukup menyenangkan untuk kami😀