Tuangan Kalbu

Di sini asap masih menggelegar
Menyelusup ke dalam tulang
Mengembungkan udara pernafasan
Menggelimpangkan balita-balita tak berdaya
Apalagi gerombolan orangutan dan kera tidak lepas dari sengsara
Habitat mereka yang dirusak, ekosistem mereka yang binasa

burung-burung dan unggas-unggas tiada berkepak sayap
entah di mana saat ini mereka berhinggap
sementara pokok dan ranting tiada berlagak
ditepis agni yang kian merusak

Manusia bergelimang sengketa mengaku bahwa itu tanahnya
Memuaskan dahaga kekuasaan dengan  membakar bumi
demi alasannya membersihkan warisan
Meninggalkan residu tak berbekas selain mudarat
Doa dan panjat tak henti berterbangan,
berderap dalam setiap langkah iman
Mengharapkan bantuan Tuhan Pencipta Semesta
untuk turun tangan
Sebagian insan menganggap hal itu kebodohan
Sebagian lainnya tiada asa lain selain doa dan harapan

Orang bijak pandai berkata-kata
semakin banyak orang pandai berhikmat menyatakan sikap
tapi tiada satupun yang telah berhasil diserap
sangsi demi sangsi terus hadir membayangi
tiada semudah lidah menari-nari mengucapkan kalimat murni
kata-kata menjadi gumam tak berkesan
membeberkan fakta ternyata kiasan dan umpamaan
tiada keutamaan lagi dalam mengucapkan opini
lewat koran atau media massa sekarang ini

#aliran-bebas-sastra, #asap, #bahasa, #bahasa-indonesia, #bencana, #guru, #kelas-11, #kelas-12, #kesusastraan-indonesia, #sajak, #sastra, #sastra-fisika, #teror, #tulisan-bebas