Hujan Hilang Asap Datang

Rupanya hujan tak lagi berteman
Hujan tak jua kunjung hadir
entah apa sebab musababnya
bara api mulai berkelana
dari ladang ke ladang tanpa pandang bulu
semua batang dan tanaman disikat habis
yang bersisa hanyalah puing residu kehitaman pekat
arang gosong lebam kelam
Berkali-kali ritual-ritual dinaikkan
Puja dan puji dilantunkan kehadirat Yang Maha Berkenan
tampaknya Yang Maha Kuasa sedang berdiam
Hujan sempat datang sebentar seperti pengantar surat
yang tanpa ba bi bu sebentar lari ke tempat lain
Pesawat pemadam api sudah lelah berkeliling-keliling
heli pun enggan mondar-mandir
karena alasannya diperlukan di wilayah lain yang sama pekatnya
apakah ini memang takdir ah tidak juga yang pasti karena lahan sudah jenuh
peladang sudah jenuh terlebih-lebih pemilik lahan pun jenuh
ditanam sawit – sawit yang terjadi semrawit
ditanam karet yang muncul harga jualnya lelet
ditanam apalagi ?

Sungai-sungai berubah cokelat
ibarat teh tarik rasa amis
karena air telah bercampur dengan zat kimia kronis
berkali-kali merkuri menghajar dan berkubang
apakah sungai kami akan menjadi sungai mati?

Asap membumbung mengepul tinggi
Menghentikan laju penerbangan yang meningkat frekuensi
Maskapai-maskapai terhenti dan hanya berdiam diri
Para penumpang melongo dan memaki tanpa henti
Delay dan penundaan terjadi setiap hari
Dikira berangkat pagi ternyata diundur-undur lagi
Akibat asap membumbung melambung tinggi
Roda ekonomi tak lagi bergerigi

Hujan sempat tiba namun kemudian kembali reda
Kami kira dia akan bergembira ria
menebarkan butiran-butiran fluida
tak dinyana ternyata hanya sesaat saja
Hujan ditunggu kedatangannya
Hujan tidak tampak batang hidungnya
Hujan seolah bolos dan alpa
saat insan di mayapada belantara gambut khatulistiwa
merindukan dirinya
Ada pula di lain nusa dan lain wilayah
Semuanya mengeluh dan berkesah
karena hujan yang tiba membawa resah
mengakibatkan luapan-luapan banjir tumpah ruah
Keanehan demi keanehan terus merangkak pelan
memberi citra bahwa alam semakin enggan
menuruti atau mau berkawan dengan para insan
karena kita sudah tak lagi peduli pada keindahan kenyamanan dan ketenteraman
Alam berubah pikir dan memberi tindakan tegas
kepada semua kita yang masih bernapas
tidak peduli yang berdiri atau yang merangkak lemas

#hujan-datang-hati-girang