Sakitku ternyata Di Situ

Setelah beristirahat 24 jam dan sebelumnya memosting kejadian Kejutan Senja tadi pagi, kudapatkan informasi melalui jejaring maya bahwa penyerang eksternal pada lapisan epidermis kulit adalah kaligata alias biduran alias urtikaria (http://id.wikipedia.org/wiki/Urtikaria)

Jenis penyakit yang menyerang permukaan kulit terasa gatal dan panas, menimbulkan bentol-bentol menyebar rata seperti pulau-pulau nusantara berwarna kemerahan dan jika ditekan-tekan ada peradangan (imflamasi). Peradangan ini merupakan reaksi dari pembuluh darah kapiler dan pembuluh darah vena vaskular salah satunya adalah kelebihan volume cairan tubuh (edema atau oedema http://id.wikipedia.org/wiki/Sembap) di dalam dan di luar sel di bawah kulit.
Jaringan yang mengalami edema ini juga terdapat pada jaringan serosa yakni jaringan suatu lapisan tipis terdiri atas jaringan ikat longgar yang kaya pembuluh darah dan pembuluh limfe serta jaringan lemak dan epitel selapis gepeng sebagai pelapis (mesotel).
Penyebab urtikaria selain sebagai indikasi adanya alergi juga ada kaitannya dengan imunitas atau kekebalan tubuh.
Faktor-faktor penyebab urtikaria lainnya seperti pengaruh zat-zat kimia kayak mengonsumsi morfin, kodein, makan makanan laut seperti lobster, udang, cumi-cumi, kerang, atau makanan yang mengandung toksin bakteri sebagai agen penyebar kaligata bagi pasien.
Sepertinya reaksi tubuh yang saya terima adalah reaksi hipersensitif atau termasuk urtikaria akut karena saya mengidapnya cukup lama (dulu karena alergi terhadap ragi roti, terus bertambah lagi dengan konsumi karbohidrat tinggi hingga perbedaan suhu udara pun menyebabkan kaligata hinggap di kulit epiderma saya)
Saya melihat informasinya secara mikroskopis, antigen polivalen atau anggota antibodi yang memiliki banyak ikatan terhadap berbagai jaringan sel tubuh bertindak represif terhadap kondisi aneh yang menyerang tubuh saya.
Saya menduga stimulasi bekerjanya antigen ini karena ada infeksi mikroorganisme melalui derivat karbohidrat karena saya sebelumnya bersantap mie ayam di warung dekat lapangan bulutangkis kemarin. Nah, pengaruh mikro karbohidrat ini menjadi pertanda sinyalemen kepada para antigen dari anggota antibodi tubuh saya bertindak mengembangkan vaskular.
Berdatangan antigen polivalen tadi bertindak memicu edema di luar jaringan pembuluh terdesak karena denyut jantung dan pompa darah juga menyebabkan aliran darah menjadi terhambat kembali ke bilik jantung karenanya menurunkan tekanan diasistole sehingga terukur tensi darah saya menjadi 100/70 karena hambatan fluida sebagai resisten pergerakan aliran darah yang kekurangan oksigen setelah bersirkulasi dalam waktu yang sangat cepat seiring dengan denyut jantung.
Karena tekanan darah yang semula 130/90 berada dalam ambang normal untuk orang seusia saya menjadi 100/70 adalah lonjakan yang luar biasa yaitu turun 30 mmHg dan jika turunnya lebih jauh dari angka tersebut mungkin saya sudah tewas!
Maka indikasi yang muncul kepada tubuh adalah lemas, pucat, tak sadarkan diri, tubuh langsung dingin membeku (sayang sekali kemarin tidak diukur suhu tubuh saat masuk ruang tindakan)
Jika melihat dari deretan penyebab kaligata, saya termasuk karena trauma fisik sebab kontak dengan faktor dingin yaitu bermain saat suhu udara di bawah udara kamar (di bawah 27oC) sehingga sensitivitas meningkat ditambah dengan goresan dari tekstil yang saya kenakan serta tidak menggunakan repelen atau cairan isolator udara dingin seperti losyen atau sejenisnya. Ditambah keringat juga membawa gangguan dermatik, kulit yang kotor dan kering mengakumulasi gejala tersebut. Bisa juga karena tekanan psikis takut kalah dalam bermain atau malu karena kena penyakit gatal-gatal justru memperparah indikasi urtikaria ini. Misal karena gugup dan takut.
Nah, obat yang dianjurkan dokter untuk urtikaria ini :
1. Antihistamin yang dapat menghentikan gejala gatal dan mengurangi bentol-bentol di kulit (ruam) seperti cetirizine, fexofenadine, ioratadin, jika mengalami kesulitan tidur dokter dapat menambahkan obat yang mengandung chlorphenamine (CTM) konon tablet ini diresepkan untuk mengobati alergi atau obat gatal (http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorphenamine) atau hidroksizin (http://keduniasehat.blogspot.com/2014/05/cetirizine-adalah-metabolit-aktif-dari.html) sebagai obat anti alergi dan gatal salah satu produknya adalah Incidal OD dalam bentuk sirup dari Bayer Jerman
2. Kortikosteroid tablet yaitu ibat dengan resep khusus dari dokter berdosis tinggi yakni prednisolon, obat tipe ini malah berkomplikasi pada hipertensi (tekanan darah tinggi), glaukoma, katarak, diabetes. Prednisolon bertugas menekan kerja antigen untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh saat urtikaria muncul. Paling lama 3 – 5 hari, jika lebih dari itu segera hubungi dokter khusus. Tidak dianjurkan menjadi obat untuk jangka panjang karena komplikasi obat ini yang berbahaya.
Jika urtikaria ini menyebabkan sesak napas atau kesulitan bernapas maka tindakan medis lebih lanjut diperlukan selain berkonsultasi kepada dokter kulit terutama yang berhubungan dengan pembengkakan lapisan kulit lebih dalam (angioderma).
3. Menthol krim
4. Fisioterapi dengan Narrowband ultraviolet tipe B (penyinaran ultraviolet pada daerah ruam) – disingkat NUVB seperti lampu neon dicampur dengan krim losyen untuk meringankan efek pembakaran kulit seperti terkena sengatan matahari dalam kadar yang lebih ringan
5. Obat anti peradangan LTRA (leukotriene receptor antagnonist) – berupa tablet atau pengobatan oral bukan steroid sehingga bagus untuk pengobatan jangka panjang, dapat dijadikan alternatif obat selain kortikosteroid – obat ini juga terkait untuk penderita asma atau gangguan pernafasan merek obatnya Singular
6. Diet terhadap zat amina vasoaktif atau makanan yang menjadi media protein seperti kerang-kerangan, stroberi, tomat, ikan, coklat, nanas dan diet salisilat meliputi tomat, bumbu-bumbu, jus jeruk, teh.
Selain itu yang penting adalah menghindari pemicu yakni Jika Anda tahu apa yang memicu urtikaria atau membuat lebih buruk, menghindari pemicu dapat menjaga kondisi Anda di bawah kontrol.
Pemicu seperti alkohol dan kafein dapat dengan mudah dihindari. Dan jika Anda berpikir obat tertentu dapat memicu gejala Anda, hubungi dokter untuk diresepkan obat lain sebagai alternatif yang mungkin tersedia.
Menghindari stres bisa lebih sulit, terutama jika gejala negatif mempengaruhi kualitas hidup Anda.
Jika Anda memiliki urtikaria kronis, Anda mungkin menemukan bahwa teknik relaksasi, seperti meditasi atau hipnotis, mengurangi tingkat stres Anda dan tingkat keparahan gejala.
baca juga http://mediskus.com/tips/cara-mengobati-biduran.html

Jika ada tips mandi dengan air hangat sebaiknya jangan diikuti karena justru memicu tekanan darah semakin menurun walau tujuannya mengurangi ruam kulit. Sebaiknya berdiam diri dan segera mengonsumsi obat oral atau lebih baik ke UGD untuk meminta suntikan Omaluzimab

#asma, #biduran, #kaligata, #kesehatan, #medikal, #medis, #sakit-gugup, #sakit-kaget, #sakit-memalukan, #sakit-menakutkan, #sakit-strees, #serangan-udara-dingin, #sesak-nafas, #trauma-dermatik, #trauma-lingkungan, #trauma-sensitif, #urtikaria