Presentasi Mantab

Memaparkan deskripsi atau mengajak pemirsa, audiens berinteraksi pada suatu paparan yang kita buat memerlukan teknik pemaparan yang tidak bikin orang lain bosan.
Walaupun isi presentasi itu sederhana tetapi yang lebih banyak adalah visualisasi atau gambaran dari sesuatu bahan yang presenter sampaikan.
Langkah-langkah berikut meskipun tanpa slide atau tayangan yang banyak sudah cukup untuk “memukau” audiens :
1. Pembuka dengan kalimat sederhana yang berisi tujuan presentasi, lama presentasi, latar belakang presenter dikaitkan dengan topik yang disampaikan
2. Beri tekanan visual pada topik yang kuat dan beri cerita analogi terkait visual tersebut kepada audiens agar audiens bisa menangkap “rasa” dari tayangan dan topik presentasi
3. Gunakan bahasa yang sederhana dan berulang-ulang, tidak perlu dengan jargon yang hebat jika tidak dimengerti audiens
4. Tempo bicara disampaikan dengan lambat dan mantap, meski sederhana tetapi tidak keluar dari konten
5. Kalimat penutup yang tegas, mengajak audiens untuk mengikuti tayangan atau berempati dengan tindakan dari tayangan tersebut.

Teknik ini masih bisa disesuaikan dengan berbagai target dan cara presentasi tersendiri, bergantung situasi. Lebih baik jika presenter mengenal terlebih dahulu para audiens untuk bisa memancing suasana, mengeluarkan pencair situasi ice breaking selama presentasi yang sesuai dengan keadaan pemirsanya.

Selama ini presentasi hebat bergantung pada slide powerpoint atau keynote presenter, ternyata pada teknik komunikasi sebagai pembalut isi yang jarang dikuasai pembicara atau narasumber.

Jadi jika para instruktur nasional atau narasumber nasional semakin handal, bukan hanya slide presentasinya yang wah tapi cara komunikasinya pun segar.

Sumber. Http://www.presentasi.net

Posting bersama WordPress di Android

#paparan, #penampilan, #presentasi, #presenter, #public-speaking, #slide