Menentang (Guru) Senior

http://www.pyrblu.com/blog/

Siang itu, saya mendengar cerita dari rekan seperjuangan saya mengenai kegundahannya setelah berhari-hari ini diterpa gosokan-gosokan sip dari rekan-rekannya, tidak hanya itu tapi sudah mengarah pada pelecehan dan menjatuhkan harkat martabat sebagai sesama pendidik, memecahbelah persatuan dan mengacau visi institusi Bersama mencapai prestasi gemilang. Bersama menikmati kegagalan pihak lain, menari-nari di atas kesedihan dan kegalauan orang lain, jauh dari kata bersama mencapai prestasi jika caranya begini.Bersama menghina dan merendahkan hasil jerih payah guru lain, usaha bersama yang dilakukan sekolah selama ini belum sah karena belum mendapat restu dari mereka, Guru Senior.

Nah, stori-nya adalah isu-isu berbau apek dan busuk lagi-lagi membahana dengan sebutan “para guru senior”. Mendengar kata ini saja sebenarnya eneg dan mual-mual perut ini, karena istilah itu menggambarkan pelecehan dan penurunan derajat marwah guru lain yang dikatakan “bukan senior”. Semestinya dan sebagaimana biasa di tanah seberang pulau ini,  Guru Senior itu bisa ngasi contoh atau teladan, dibanding suka nogel, suka gosip, bikin provokasi, suka menghambur-hamburkan bicara basa-basi, memanas-manasi siswa untuk tidak menaati  guru lain karena istilahnya tidak konsultasi dulu dengan Mereka Sang Guru Senior, petantang-petenteng cari korban bully, Guru Senior ini melebihi dewan sekolah dan dewan guru yang ada. Mereka ibarat Titan yang berada nun jauh di atas Olympus, dari jauh seperti remote control dan layar kamera CCTV mengawasi Zeus dan kabinet dewa Yunani Romawi.  Para Proto Dewa yang menentukan hidup dan matinya dunia, mengatur Nirwana hingga Hades,  menciptakan dewa pengikut dan menciptakan alam semesta sekaligus membumihanguskannya atau menghukumnya seperti The Wrath of Titan tempo hari di TransTipi. Guru senior ini mengatasnamakan perbedaan gender sebagai bentuk dominasi terhadap guru lainnya yang masih kanak-kanak dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Tidak ada cara lain, jika para Titan bertindak semena-mena hingga benar-benar di luar batas toleransi,  sementara pada hakikatnya mereka di-hibernasi-kan atau diistirahatkan dalam keadaan kesunyian dan tidur lelap panjang mulai beraksi ala Kotak, tak pelak para Dewa yang masih punya kewarasan dan punya hati demi kedamaian para insani harus turun tangan dan mengeluarkan segenap kemampuannya untuk berjuang menaklukkan para Titan yang tidak tau diri bahkan semena-mena ini.

Perjuangan Perseus, Hades bergabung kekuatan dengan Zeus, dengan Agenor anak Poseidon bekerja sama dengan Ratu Andromeda menghadapi Kronos sekaligus menghadapi pengkhianatan Ares yang menginginkan dunia baru, karena sudah bosan dengan gaya lama Zeus. Titan Kronos inilah hendak menginginkan tatanan dunia baru dan perubahan tatanan dunia berarti mengubah atau membungihanguskan dunia yang telah ada dan telah berjalan damai sejahtera.

Istilah senior digunakan untuk menekan dan mengintimidasi terhadap sekelompok kaum marjinal seperti guru-guru perempuan atau guru-guru lain yang masih kencur atau masih hijau, kalo saya tulis ingusan saya rasa hanya saya yang masih memiliki penyakit sinusitis kambuhan itu (makanya ngga bisa ke dataran tinggi dan eropa karena bawaan dan warisan masa kanak-kanak ini)

Ini saatnya yang dengung jargon Revolusi Mental harus terjadi di kalangan pendidik, dan tidak mengherankan mengapa bullying merajalela karena mental-mental Guru Senior yang petantang-petenteng mentang-mentang begini ini tumbuh subur dan semarak di jagat widyamandala tanah air bahkan dunia wiyata. Tidak bisa dipungkiri jika itu adalah warisan penjajah kepada kaum priyayi yang berakar dan tumbuh pekat di lapisan humus paling bawah persekolahan yakni akar rumputnya.

Jika ini terus-menerus ditoleransi, bisa dipastikan bahwa kerapuhan dan keruntuhan institusi pendidikan di masa mendatang menjadi hal yang betulan. Reputasi institusi yang dibangun saat ini akan menjadi taruhan mahal dan tidak bisa dimenangkan oleh Pihak yang benar dan siap menjadi agen perubahan. Siapa pun pemimpinnya, sekalipun dengan tangan besi otot kawat ala  Iron Man atau Jurus Besi Otoritarian seperti Wolverine pun takkan bisa membuyarkan bully dari “guru-guru senior” sebelum mereka digiring untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saya berpendapat bahwa isu-isu bisa ditepis dan dibuang jauh-jauh selain tidak usah didengar tetapi karena berada dalam lingkungan yang sama dan homogen, suka tidak suka, mau tidak mau akhirnya tetap harus rela dan tabah mendengar cemooh dan siksa audio (annoying sounds)  dengan menempa diri, menghasilkan kelebihan lain yang ditekuni dan menjadi prestasi khusus dari seorang guru. Salah satunya rencana kerja yang tertulis dan disepakati dengan stakeholder sekolah.
Bukan kebetulan sih, sekolah tempat rekan saya bekerja ini merupakan almamater saya (dulunya kebanggaan dan sekarang pun masih saya banggakan) yang telah sangat jauh berubah dibanding saya masih bersekolah di sana kemarin dulu (sekitar 25 tahun lampau). Almamater ini dulu cukup disegani karena inovasi dan kreasinya tidak hanya guru-gurunya, namun juga para siswa-siswanya saat itu dan kreativitas mumpuni dari warga sekolahnya (kala itu lhoo)

Salam Penantang Guru Senior

http://www.aceshowbiz.com/images/news/perseus-back-for-new-epic-war-in-first-wrath-of-the-titans-trailer.jpg

#dunia-amburadul, #dunia-fiksi, #new-age, #new-era, #new-world, #tatanan-dunia-baru, #tatanan-sekolah-baru