Tulisan Saya ada yang Baca

Sekian lama berkecimpung di media ini sejak 10 Oktober 2007 hingga sekarang, memberikan makna tersendiri untuk bertahan dan melihat pasang surut denyut kehidupan semangat tulis-menulis dan mengirimkan berita atau jurnal melalui blog ini. Kadang menjadi kesenangan tersendiri dan keasyikan khusus, terutama kala sedang sendirian, jauh dari istri dan anak, juga sedang dalam perjalanan karena tugas kebetulan ada sinyal internet. Juga saat sedang menunggu kendaraan jemputan di Bandar Udara maupun pelabuhan, termasuk saat menunggu terminal penuh dengan bis angkutan antarkota.

Jika dulu hati ini mendesis saat melihat statistik kunjungan di atas seribuan bahkan menembus puluhan ribu, hari ini saat ini detik ini saya juga sudah cukup puas jika hanya dibaca dan dikunjungi seribu bahkan jauh di bawah angka ribuan. Fenomenanya sudah berubah, mungkin pula isinya tidak terlalu menarik sebab mainstream

Saya semakin mempercayai bahwa kesempatan emas selalu ada, peluang baik selalu muncul hanya yang menentukannya adalah riak-riak waktu linimasa, kadang-kadang sebagai manusia walaupun penuh harap disertai harapan dan kecemasan. Gelayut rupiah menari-nari dalam benak untuk direngkuh dan dibelai kemudian dilepas dan dihambur menjadi material lain yang kadang tidak sejalan dengan kebutuhan sejati.

Kadang tulisan ini hanya celoteh atau umpatan, bahkan cenderung sempritan melalui semprotan yang targetnya selalu diri sendiri kadang juga orang lain (yang kebetulan) tidak membaca maksud dan tulisan. Di antara ambigu dan gelar huruf yang kadang tak bersambung sinergis korelatif, kadang juga makna dan tujuan tulisan tidak dimengerti sekali dua kali membaca berulang. Sebab tulisan ini mengalir sedemikian rupa persis seperti turunnya air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Atau seperti cinta yang pertama-tama tak disadari mulai dari mata lama-lama turunnya entah kemana?

Namun saya selalu percaya dan membangun harapan terus-menerus, membanting asa mendorong sukma hingga dongkol, bahwa suatu saat (someday) atau something akan tiba dan memperhatikan bahwa isian-isian sembarang dan tersebar bak puzzles tak berujung pangkal akan mendapat tempat di hati pembaca dan pemirsa sekalian.

Ini bukan berita, bukan pula informasi cuma sekedar lara hati yang tiada bertepi karena ujungnya bunder. 20131126-174102.jpgtimpejuangtampakbelakang

#asa-tak-bertepi, #klasik, #kuno, #mainstream, #mengayun-mimpi-ke-sana-ke-mari