Mengikat Pemirsa UAS

UAS atau Ujian Akhir Semester adalah ritual tiap enam bulanan secara periodik yang dilakukan sekolah sebelum menutup separo tahun belajar. Tidak seperti lazimnya, saya mendapatkan tugas sebagai penunggu ruang ujian pada jam tertentu, berbeda dengan kondisi biasa saya hanya berada di luar ruang dan berlari-larian di atas kendaraan dinas mengantarkan kekurangan LJUAS dan naskah soal kepada peserta ujian juga mengedarkan pemeriksaan daftar kehadiran pengawas di dalam ruang tugasnya masing-masing.

Ditemani buku karangan Remy Sylado megenai rahasianya menjadi penulis yang memukau, saya berlatih menulis sembari memata-matai peserta ujian yang kekurangan daya akal untuk menyelesaikan kewajibannya. Berikut hasil tulisan sketsa yang saya tuangkan menjadi tulisan bercat minyak di blog harian ini

Aku merasakan ketegangan para pengikut ujian kenaikan
sesaat setelah ketaruh bobot badan pada kursi yang menjerit-jerit menahan
kelebihan aura fisikaku
urat-urat mereka menonjol kaku
menegang dan bernyala-nyala bersiaga
pada sekujur wajah dan raga para siswa
begitu menakutkannya diri seperti Zombie Walking Dead
yang tayang setiap hari di Fox Movie
Di antara kepanasan karena listrik memadamkan diri tanpa basa-basi
serta ketegangan menghadapi topik Bahasa Indonesia
pada juara-juara kecil menantang dengan memberi tanda silang pada setiap nomor jawaban
berharap-harap tanpa cemas tentang hasilnya yang akan mereka dulang di dua pekan mendatang
mengernyitkan dahi meremukkan kulit wajah untuk sesaat pada beberapa pertanyaan tanpa jawaban
inilah perang dalam perdamaian dalam ruang yang tidak lagi sejuk dan nyaman
karena mesin penghembus udara dingin berhenti bersirkulasi karena kehabisan energi
jendela tak bisa dibuka karena terpatri mati pada kusennya
meniadakan angin pembawa hawa ke dalam situasi meriang
indrawi dan ragawi insan-insan cendekia ini berlomba sauna
dalam atmosfer panas yang menyejukkan dan dingin yang mencairkan
hanya satu ikhtiar yang dipertahankan para jawara mungil yakni
memenangi pertarungan batin dengan batin
antara yang diawasi dan yang mengawasinya
selemparan pandangan mata beradu jurus
tanpa suara tanpa bunyi
semua dengus berkumpul menjadi satu tekad
membulat dan menguat untuk segera menuntaskan hari pertama pertandingan