Selamat Ulang Tahun Pak Yovie Istanto

Setelah bercakap-cakap seru dengan Kepala Sekolah istri saya tadi siang, kami hampir kelupaan menyempatkan diri memenuhi undangan dari rekan sekerja atas pernikahan keponakannya di Gedung Pertemuan Umum kota kami. Ternyata tak terduga dari jalan samping stadion kebanggaan Palangka Raya antrian mobil sudah menjalar berarak walaupun masih lengang dan di samping gedung terparkir kendaraan berat yang bertugas mengaspal jalanan, cocoklah sepatu para tetamu lengket-lengket dengan cairan ter😛
Keramaian belum begitu parah saat di depan GPU disambut antrian panjang para undangan menanti jabat tangan dengan mempelai dan kedua orang tua pengantin, antrian mencapai ratusan meter ditengah terik yang tak berapa lama kemudian padam dan berjubel ke dalam aula yang kapasitasnya hanya seribuan orang. Sudah pasti pengap dan panas bercampur dengan aroma bermacam wewangian, untungnya kami tidak pusing dan puyeng beberapa keliling karena pendingin ruang masih berfungsi prima.

Lama-lama barisan ke tengah …
Lama-lama barisan ke tengah sudah mulai merapat, orang-orang tua yang antri sudah main serobot dan main dorong, tapi ini bukan barisan meminta sumbangan bantuan tunai cuma minta salaman dan jabat tangan. Karena di ruang depan sudah terpampang, Maaf kami tidak menerima sumbangan berupa uang atau materi! tandanya bahwa penyelenggara hajat adalah seseorang atau dua orang yang memiliki jabatan cukup tinggi untuk kalangan orang awam kaya saya ini.

Alhasil antrian dari setengah satu berakhir menjelang pukul satu lewat seperempat jam, yang berarti saya harus segera mendatangi undangan guru senior karena hari ini tepat mendapat berkat usia ke-56 sebagai insan terkemuka. Tanpa pikir panjang dan tidak sempat menyerempet piring makan karena mendung sudah menggelayut manja di tenggara atap langit Palangka Raya, mobil kupacu menuju arah barat lalu berbelok menuju utara menyeberangi sungai Kahayan menuju tempat rekreasi yang namanya Kampung Lauk.

Untunglah saya yang sudah kehilangan cukup waktu dan nomor telepon guru senior ini hilang dari pandangan karena hape saya berantakan, tampak beliau sambil menggendong cucu sudah bersiap pulang terperanjat kaget karena keterlambatan saya sekeluarga😛

Kebetulan nyonya beliau sedang bertransaksi di kasir dan akhirnya memutuskan memesan paket satu untuk kami sekeluarga😀 yang paling akhir mendatangi pesta sukacita mereka:mrgreen: saya hanya sempat menuliskan kesan ini SELAMAT ULANG TAHUN PAK YOVIE ISTANTO, guru Matematika SMAN-2 Palangka Raya yang berulang tahun 8 Desember, 56 tahun yang lampau.

Semoga hadiah traktiran Bapak sekeluarga kepada kami hari ini berkesan.😀

Waktu menunjukkan pukul 13.30 dan kami menanti di pondok nomor 20 yang mendapat tempias air semprotan sehingga ada kemiripan ala patung mancuran singa di negeri jiran kemarin, tak berapa lama langit menjadi gelap gulita disertai tiupan kencang yang kekuatannya seperlima Badai Hakupit dan tidak sedikit lembaran seng beterbangan di kawasan kosong lahan terbuka. Kami bersantap tanpa tergesa-gesa sambil menanti hujan reda di tepian sungai yang berair cokelat susu karena bercampur dengan tanah lempung sembari memperhatikan hutan-hutan seberang sungai yang masih perawan dan belum dibongkar seperti lahan seberangnya, hujan menderas tiada henti hingga dengan berat hati pukul 14.30 suasana senyap berderai airmata langit kami putuskan dan kembali ke kediaman.

Kutipan hari ini :

Hadiah yang sangat berarti adalah ditraktir teman saat dompet sedang bokek dan perut tengah memainkan musik kelaparan

#instruktur-nasional-matematika, #kalteng, #kalteng-palangka-raya, #ktsp, #palangkaraya, #smada, #smada-palangka-raya, #sman-2-palangkaraya, #ulang-tahun-yovie-istanto, #yovie-istanto