Kupas-Kupasan

Dunia ikut-ikutan
Tidak rame jika tidak ikut-ikutan
Ngga Sakit tanpa disikut
Sikutan memang perlu saat antri panjang
Minta salaman karena ikutan antri
Sikut-Sikutan penting sebagai jatidiri
Ikut-ikutan Sikut-Sikutan adalah cara membela diri
Ikut-ikutan tertindas karena dimusuhi
Ikut-ikutan menang karena menjaga diri dan emosi
Sikut-sikutan perlu sesekali sebagai mainan tangan
Siku-sikuan alat membentuk sudut 90 derajat dan tegak lurus
Ada arah vertikal dan ada juga horizontal
Semua “tal” perlu ikut dan sangat siku-siku satu sama lain
Kut-Ikut-Ikutan-Ku-Siku-Sikutan
sebutan parlente untuk keakuan menjaga perasaan
Manusia perlu mementingkan perasaan bukan hanya pikiran
tanpa perasaan Manusia hakikatnya Mati dan Pikiran tidak dominan menentukan kehidupan
Pikiran bisa mati tanpa perasaan terkadang Pikiran tidak ikut-ikutan Perasaan
Perasaan bisa menyiku Pikiran dan tidak ikut-ikutan
Perasan dan Pikiran saling tegak lurus seperti vertikal dan horisontal
Harga barang turun semua berebutan membeli
Ikut-ikutan antri
Harga barang naik semua ikut-ikutan bersikut-sikutan menjual
Sampai habis tergadai
Harga barang memurah semua berebut sikut-sikutan bersiku-sikuan merebut ikutan
Saat warga miskin dapat beras, warga lain ikut-ikutan mengaku miskin biar ikutan dapat beras miskin
Warga pra sejahtera antri bergerilya menunggu pencairan, warga mampu berebut menjadi warga pra sejahtera pula
ikut-ikutan juga
Warga dunia rame memodernisasi dengan facebook, twitter, path, instagram, tumblr,
warga biasa ikut-ikutan tampak modern berteman dengan mereka
Kurikulum tigabelas dibatasi dan dimoratoriumkan
berebut pula yang mengaku ahli ikut-ikutan menyemangati
ikut-ikutan menjadi ahli setelah siku-sikuan dengan sikut
tak ada kurikulum pengganti semua kembali ke kurikulum lawas
semua guru yang sadar cukup menahan diri dan tidak ikutan berkomentar
ikut-ikutan berkomentar nyawa bisa tersambar dan nasib tunjangan profesi pun buyar
ikut-ikutan bersiku-sikuan menjadi ahli dalam tulisan dan gambaran
jauh lebih bermarwah dibanding beropini kering yang tak mekar-mekar
menaikkan harkat kesejahteraan guru dengan mengurangi pengeluaran
senasib sepenanggungan harapan insan bergelimang pendidikan
Para buruh pun memerlukan penghargaan dan kehidupan modern di sela kesibukan mereka
berangkat pagi masuk kerja sesuai jadwal dan pulang diatur pula seperti robot
mereka pun manusia memerlukan aktualisasi dan perlu ikut-ikutan dengan berjejaring media sosial
hak mereka yang jauh dan lama dikebiri sudah ikut-ikutan bercermin pada aktor-aktris Mahabarata di AN tipi
yang honornya lebih murah dibandingkan pemain komedi
kut-ikut-ikut ajakan orang tua ke pasar
anak-anak rame berebut cuma sekedar jalan-jalan naik delman
pergi ke pasar hanya pada hari Minggu
karena hari lain Ayah dan Ibu bekerja mencari nafkah sementara anak-anak sekolah
Di sekolah anak-anak disiksa, didera, ditakut-takuti, dihukum, disanksi
diancam tidak naik kelas dan tidak lulus karena lupa membayar iuran
Sekolah juga diancam karena memungut biaya yang bukan-bukan
sudah ada dana BOS dan duit BOSDA kenapa masih meminta pula dari orang tua?
Karena pendidikan tanggung jawab bersama, Pemerintah tidak sanggup membiayai semuanya, karena orang tua yang punya kepentingan juga dengan hasil pendidikan bagi anak-anaknya
Ikut-ikutan marah dan bersiku-sikuan karena uang sekolah naik semua
ikut-ikutan kecewa dan kesal jadinya karena BOS tidak jadi membantu biaya sekolah
kasihan buruh Indonesia, kasihan orang tua siswa Indonesia
banyak dari mereka pra sejahtera tapi jauh lebih banyak yang mengaku miskin padahal tidak miskin-miskin sekali
mengaku miskin tetapi memiliki kendaraan bermotor baru, bergelang emas, berkalung permata bahkan berhape-hape warna-warni ceria bisa sms gambar-gambar juga
mengaku miskin tapi sering makan siang hingga malam di restoran
mengaku miskin tapi senang rapat-rapat di hotel mewah
mengaku miskin tapi memiliki tanah yang berhektar-hektar
mengaku miskin tapi datang dengan arogan
mengaku miskin karena ikut-ikutan teman yang mengaku demikian telah terbantu oleh pemerintah
mengapa saya tidak ikut-ikutan jika demikian?

Jangan tanya kenapa, karena sering bertanya tandanya tidak sekolah
guruku sering mengatakan “malu bertanya tersesat di jalanan”
guruku sendiri tidak pernah jalan-jalan jauh dan hidup di jalanan
guruku kerja mengadakan perjalanan dan tidak tahu kapan pulangnya
saat guruku berperjalanan aku dan teman-temanku hanya diberi wejangan lewat secarik kertas
yang isinya “kerjakan tugas halaman sekian dan dikumpulkan”
disertai sedikit gertakan “lewat dari jam sekian, tugas anda dinyatakan tidak pernah dikerjakan walaupun dikumpulkan”
kasihan oh sungguh kasihan karena ikut-ikutan teman
tugasku dicontek dan ditiru kawan, kawan pencontek yang dapat hasil lebih baik dibandingkan aku
aku tak berdaya dan aku kemudian ikut-ikutan berbuat onar, membuat perkara, membully rekan-rekan yang lain
kucari rekan yang tidak berani melawan dan dapat ku intimidasi
karena aku ikut-ikutan sinetron televisi yang aku sukai dan aku cintai
yang sekarang sinetron berjudul hewan semua karena manusia sudah kurang disenangi menjadi tontonan menarik
Cantik-cantik monyet, Jelek-jelek Buaya, Ganteng-ganteng Serigala, Manusia Harimau,
ikut-ikutan mengganti judul yang mengandung mahluk berkaki empat jauh lebih mengangkat ketimbang tentang alimnya Hijab Lovers, Manusia Pencari Tuhan, Rumah Masa Depan, Jendela Rumah Kita, dan Keluarga Cemara
ke manakah lagi Aku Cinta Indonesia, Panglima kancil, si Unyil yang tidak pernah lulus-lulus dari Sekolah Dasar, terkena imbas pengaruh Upin Ipin dan Boboboy hiburan ala negeri tetangga memenuhi benak-benak anak-anak kecil Indonesia
ikut-ikutan pula kubelikan kaos bergambar SpongBob dan kartun Jepang ketimbang gambar Kancil dan Buah Mentimun
Bersikut-sikutan pula mereka di bawah kolong meja dalam tumpukan gambar di layar kaca
Siku-sikuan atas bawah vertikal horizontal memenuhi ruang dan masa
masa sekarang ngga gaya tanpa ikut-ikutan
ada yang resmi ada pula tandingan
seolah tiada henti berlawan-lawanan
berganti-gantian serang sini sana kiri dan kanan
tiada hari tanpa olah raga
tiada hari tanpa berita mengejutkan dan berita memecahkan (breaking news)
perang di pelosok bumi, hancur menghancur, penggal-memenggal
apakah insan-insan Pancasilais ikut-ikutan juga demikian?
Anak-anak tunas-tunas harapan masa depan perlu kita selamatkan
dari kegawatan sekelilingnya, kecanduan menghirup wangian lem yang memabukkan
pemadatan rokok yang sekarang gambar kotaknya dibuat mengerikan sudah mulai dijauhkan peminatnya
penikmat-penikmat asap tidak tahan tanpa mengepulkan lewat hidung dan pernafasan demi kebahagiaan pribadi
denda dan sosialisasi yang gencar Anti Rokok di Ruang Publik menjadi angin lewat
karena ikut-ikutan
ikut-ikutan pula aku membaca novel silat, cerita silat bersambung di koran
membayangkan pendekar berjumpalitan dan beterbangan di bawah langit
mengayun-ayunkan pedang, memutar tongkat dan tombak, memainkan cemeti, berlari-lari dan bertarung tanpa bisa dilihat oleh penonton awam karena ilmunya yang saking tinggi
mencelat ke penjuru negeri berbekal ilmu sakti, mencari lawan tanding dengan pilihan menang kalah sebagai hidup atau mati
aku ikut-ikutan mau bikin novel, tapi karena alasan malas, cerita tak jadi diulas dan terkembang
semua beku dalam benak dan tidak muncul menjadi jalinan kesah yang “mungkin” ikut-ikutan best seller
kutuliskan kata per kata menjadi ronce kalimat per kalimat agar kelihatan bermakna dan terikat arti
padahal sebenarnya hanya ikut-ikutan agar jumlah kata dalam blog menjadi seribu semata
Selamat ikut-ikutan membaca dan ikut-ikutan menolak maksud tulisan
karena hanya untuk bersiku-sikuan

kut-ikut-ikutan

#apa-ya, #barengan, #break, #cerita-sampah, #ikut-ikutan, #news, #ngeblog, #sampah-tulisan