Dunia Lain

Salah satu acara seru saat badan penat dan kepala masih bisa diajak berpikir sehat adalah salah satu acara di televisi swasta yang agak sedikit horor dan spooky, namanya Dunia Lain. Di sana pembawa acaranya sungguh gagah dan sangat berani menghadapi mahluk-mahluk astral yang tidak kelihatan, karena betulan tidak kelihatan walaupun menggunakan kamera tembus pandang hingga kamera sinar X sekalipun.

Mengapa? Saya pun tidak “berani” menjelaskannya secara sains, kecuali dari fakta-fakta yang hanya bisa dilihat dari sekarelawan dan sukarelawati yang bersedia (saya yakin karena dibayar lho) untuk menjadi “korban” diganggu, ditoyol-toyol, dijingkang, ditendang, dicepak, terlebih-lebih disusupi oleh mahluk-mahluk atau tepatnya roh-roh yang berseliweran di tempat itu.

Betapa mengerikan lokasi-lokasi yang semakin seram karena acara ini diabadikan pada kondisi malam hari, tidak pernah ada penampakan saat siang hari. Kecuali yang surup-surup itu bisa terjadi tanpa mengenal waktu, ibaratnya full praktek 24 jam peristiwa kesurupan bisa terjadi kepada orang-orang yang nekad dan sengaja menyiapkan raganya untuk dirasuk energi lain tersebut.

Dunia lain pula menggambarkan banyaknya penyesat-penyesat atau roh-roh yang tertinggal karena kecelakaan mendadak, kecelakaan tragis, korban-korban yah sangat menyedihkan di antaranya dari peristiwa masa lalu itu. Tapi yang kebanyakan ditayangkan adalah korban-korban peristiwa tragis, bunuh diri, kecelakaan tunggal karena melewati pelintasan pintu kereta api, tabrakan kendaraan saat menyeberang karena tidak melihat kiri kanan.

Dunia lain itu juga akan kita seberangi pada saatnya nanti dan sekarang bersiap-siap menurut logika manusiawi yang masih ada dalam diri kita.

Ada juga yang saat dirasuk, roh-roh itu menggunakan istilah yang kita kenal sekarang – menyebutkan medium lah, media sosial lah, makanan ringan lah, selain kata-kata yang normal seperti sesajen, persembahan, tirakat, ritual, semedi, minta petunjuk, konsultasi, mungkin sekalian revisi dan interupsi juga mereka kenal. Mungkin.

Katanya ratusan tahun, ribuan tahun umurnya, hal ini menandakan bahwa roh itu bisa berhitung alias matematika dan juga kenal dengan ilmu alam. “Mereka” tahu kalo berjalan di saat terik matahari itu panas, makanya lebih suka ngadem dan dugemnya malam hari persis seperti seleb-seleb yang suka parti, roh-roh astral ini pun menyenangi hal tersebut.

Saat syuting di salah satu sekolah, yang menyebabkan kesurupan masal. Pada salah satu sesi tanya jawab setelah seminar dan pengusiran roh – alasan kuat mereka menyebabkan hal itu karena tidak tahan keributan oleh siswa-siswi, yang pacaran sembarang, buang hajat air kecil sembarang, lewat ngga permisi dan aneh-aneh dah alasan-alasan mahluk astral ini. Secara logis humanis manusiawi, kalo mereka ngga suka keributan ya kenapa rajin berdiam di sekolahan? kenapa tidak pindah ke hutan sekalian? Eh ternyata ada lagi alasannya, karena di hutan sudah cukup banyak penghuninya, alias padat, tidak hanya roh-roh yang pernah hidup dalam rupa manusia saja tetapi ada juga roh-roh hewan dan binatang. Saya menduga jangan-jangan ada pula roh serangga dan hewan lainnya, seperti cacing, kecoa atau nyamuk bahkan lalat berdiam di hutan itu, makanya padat.

Sehingga mahluk astral suka berdiam di sekolahan, di deretan bangku kosong, dalam lemari, bahkan dalam laci yang tidak pernah tersentuh siswa hingga meja guru dan kursi guru yang tidak pernah ada diisi oleh manusia lain. Hiii sungguh mengerikan sebenarnya benturan dunia lain dengan dunia nyata kita ini.

Masalah sesajen dan makanan ! — bahasan ini akan saya tuliskan pada malam kamis minggu depan (kalo ingat)

Untuk sementara bersambung dahulu.

Sebelum putus nyambung, sebenarnya salah satu peserta Uji Nyali pada dunia lain malah takut dengan seseorang saat mereka membawa lilin atau petromax dengan helm yang terpasang kamera inframerah yakni bertemu dengan sosok MANTAN !

#dunia-lain, #ganteng, #harimau, #horor, #serigala, #spooky, #vampir, #zombi