Pengertian Relatif dalam Fisika

detail Dunia ini sebenarnya berbeda dengan yang biasa kita lihat, dunia ini tidak menunjukkan gejala yang bersifat mutlak. Apa yang dikatakan oleh orang-orang hebat di berbagai dunia sana dan di sini itu semua bersifat Relatif. Relatif atau nisbi adalah perbandingan antara hal yang terukur terhadap hal yang sebenarnya. Tidak pernah ada hal yang sebenarnya karena kerangka acuan pengukuran yang digunakan juga bergerak satu terhadap kerangka acuan lain.Semuanya serba relatif.

Teori Relativitas diajukan oleh Albert Einstein sejak dalam benaknya dari tahun 1904, kemudian dikemukakan tahun 1905 dan terakhir pada tahun 1915 baru diakui bahwa dengan teori tersebut semua kejadian atomik hasil temuan peneliti Fisika awal dapat dimengerti.

Pekerjaan dasar Fisika adalah melakukan pengukuran atau membandingkan suatu besaran terhadap besaran pokok, dalam mekanika klasik, pengukuran tersebut dapat dilakukan secara tepat dan akurat jika benda atau obyek yang diukur bersifat diam (relatif) terhadap si pengukur. Nah, bagaimana jika benda itu bergerak dan saat benda bergerak pengamat lain yang (mungkin) bergerak atau diam mengukur obyek yang bergerak tersebut? Bagaimana jika kecepatan benda yang bergerak mendekati laju cahaya atau bahkan mencapai kecepatan cahaya.

Kecepatan cahaya adalah kecepatan yang bersifat mutlak sebagaimana postulat saya14Einstein ke-2 bahwa kecepatan cahaya bernilai sama di semua kerangka acuan gerak. Apalagi cahaya tidak dapat dipastikan apakah berada dalam kerangka bergerak atau kerangka diam. Selain hanya sumber cahaya saja yang ditentukan. Acuan sumber cahaya yang digunakan pengamat diam di Bumi adalah Matahari, Bintang, atau Nova hingga Supernova. Itupun ada yang bisa dipandang atau ditangkap indra penglihatan atau dengan yang lebih canggih adalah teleskop radio.

Jika cahaya yang berperan maka segala kerangka gerak dalam ruang angkasa (space) sebagai ruang yang mahaluas menjadi relatif dan hanya cahaya sebagai acuan kecepatan gerak yang dapat digunakan untuk memberi penjelasan rumit secara sederhana.

Ketiadaan kerangka acuan yang universal seperti yang dikatakan Einstein menyebabkan gerak itu menjadi relatif, bergantung pada kondisi pengamatnya. Sehingga ada dua kerangka acuan yakni untuk pengamat diam dan pengamat bergerak.

kerangkapostulat relativitas

Maka kemudian dibuat batasan bahwa kerangka gerak relatif Galileo – Newton atau Mekanika Klasik tetap berlaku selama kecepatan benda berada di bawah kecepatan cahaya (di bawah 300 000 km/sekon) dan kerangka relativitas Einstein (setelah diperbaika Lorentz Fitz Gerald) berlaku saat benda bergerak mendekati atau mencapai laju cahaya (300 000 km/s)

Waktu menjadi tidak bermakna lagi karena waktu menjadi bersifat relatif bergantung kerangka acuan yang dialami atau dideskripsikan oleh pengamat.

Selanjutnya waktu yang mengalami kontraksi (pemuluran atau pemendekan) hanya dialami untuk pengamat yang berada pada kerangka tertentu. Apalah itu kerangka bergerak atau kerangka diam-nya. Bergerak berarti pengamat mengalami perubahan kedudukan, mengalami perpindahan atau tidak berdiam diri. Sementara kerangka diam artinya pengamat benar-benar “relatif” tidak bergerak atau berada di tempat, tidak mengalami perubahan kedudukan, tidak mengalami perpindahan.

Padahal sebenarnya dalam keadaan diam pun kita tetap bergerak relatif terhadap kedudukan awal bumi. Ingat bumi berotasi pada sumbunya selama 24 jam (terlihat dari acuan bintang pagi yang selalu terbit di sebelah timur, karena Bumi berotasi ke barat atau berlawanan arah jarum jam)😛 dan selama 24 jam pula Bumi mengalami perubahan kedudukan pada satu titik di bumi selama keliling ekuator tercapai (jari-jari bumi 6378 km dan bumi memiliki bentuk pepat pada kutub melainkan kembung pada bagian ekuatorial maka keliling bumi adalah 2 x phi x jari-jari bumi (dalam kilometer).

Selama 1 jam ada perubahan sebesar 15 derajat geografis dan sekali keliling bumi setara dengan 360 derajat putar, nah bisa dihitung berapa jarak yang sudah kita tempuh terhadap titik asal terbitnya Bintang Pagi dari kedudukan “relatif” kota yang kita tempati😀

wilayah relativitaskonstanta relatif
pengukuran kerangka
turunan1
waktu relatifcahaya tentukan

penjumlahan kecepatan

#fisika-sma, #fisika-sma-kelas-12, #fisika-smk, #fisikarudy, #guru-fisika-sma, #indonesia, #kalimantan-tengah, #kalteng, #palangka-raya, #palangkaraya, #postulat-einstein, #relativitas, #rudyhilkya, #sma, #smada, #smada-palangkaraya, #sman-2-palangkaraya, #snada, #teori-relativitas