There is No Box

www.clker.com/clipart

www.clker.com/clipart

Bergambar-gambar di pesan masuk facebook, orang-orang menawarkan barang bekas berupa gadget atau henfon, karena namanya barang seken tentu saja ada yang ngga punya kotak. Terus ada lagi yang nawarin barang pasar gelap (bahasa kerennya Blek market BM) bertuliskan unboxxing gitu deh terutama yang mereknya Aifon gambar apel tergigit rapi di pinggir kanannya.
Motivator-motivator atau pembina upacara biasa ngomong-omong saat memberi wejangan, termasuk bos-bos, saat pikiran kalut, galau memikirkan jodoh yang ngga nongol-nongol dengan jargon “Kamu harus berpikir keluar dari kotak bro!” – Out of the box gitu dong! .. muntah dan nyesek mendengar itu, apalagi jika saya yang bicara saat memulai belajar, tengah kancah pembelajaran hingga pembelajaran hampir usai, kalimat itu juga yang saya riwain dengan setia dan membuat siswa-siswa saya terkantuk-kantuk kadang-kadang melamun ngga mengerti😛

Contohnya tulisan siswa saya berikut yang bernama Dwi Irma, mohon disimak yang saya tulis ulang dari http://irmslicious.blogspot.com/2015/01/chapter-1-dont-think-outside-box-think.html

Titelnya : Chapter 1 : Don’t Think Outside The Box, Think Like There is No Box

Selamat pagi, siang, sore, malam dimanapun kamu berada. Iya, kamu J. As usual, gue akan cerita ke elo-elo semua cerita yang lagi-lagi dibawakan oleh guru fisika gue, pak Rudy. Kenapa gue menceritakannya based on his story?. Fyi, guru yang hobi bercerita apapun itu bahkan cerita yang lo bener-bener gak kepikiran dan langsung berfikir “kok bisa ya?” itu ya cuman doi doang yang gue tau di sekolah gue.

So, let’s check this out! Pada tau kan film ‘Upside Down’?. Menceritakan tentang gimana dunia itu dipisahkan berdasarkan status sosial, yang kaya berada di ‘atas’ dan yang miskin berada di ‘bawah’. asli, rasis banget. Untungnya itu cuman film. Tapi, pernah kepikiran gak sih kalo tiba-tiba film tersebut terjadi di kehidupan kita sehari-hari ini? Misalnya dunia ‘atas-bawah’ ini dibedakan bukan hanya berdasarkan ‘kaya-miskin’ tapi dari tampang, warna kulit, tinggi badan, berat badan, etc. Rasis abis. Gue yang merasa paling dirugikan dalam kasus ini. HUFT.

Disamping itu, bukan hanya masalah rasis aja yang jadi problematika hidup ‘atas-bawah’ ini. Misalnya, orang yang jatuh cinta beda dunia, lo tinggal di ‘bawah’ dan pacar lo tinggal di ‘atas’, bayangin deh kepala lo tiap hari dongkak ke atas buat liat doi, gak kasian sama lehernya?

Kalo hal tersebut berlanjut, bukan Cuma leher sama kepala doang yang sengklek, mata lo juga sengklek, bahkan lo bisa mengidap juling akut. Pacar lo juga gitu, doi tinggal di ‘atas’ juga gak ada enak-enaknya kalo pacaran sama orang ‘bawah’, pasalnya dari point of view doi, doi juga mengalami hal yang serupa dengan yang lo rasakan. Sengklek dan juling. Kalimat ‘demi kamu, apasih yang enggak’ jadi terdengar basi bahkan tabu. Yakali, tiap habis pacaran, lo pergi ke tukang urut biar kepala sama leher lo sehat, trus besoknya pacaran lagi-ketukang urut lagi, parahnya mata lo diam-diam menjadi juling bahkan tinggal warna putihnya doang di bola mata karna keputar 180◦. Kalo udah gini, lo jadi mikir hubungan yang lo jalanin ini gak ngebuat lo bahagia malah ngebuat lo menderita karna harus bolak-balik ke tukang urut ini buat apa dipertahanin? Ujung-ujungnya lo bakal putus juga. Galau. Hahahaha, untungnya di dunia ini gak berlaku ‘upside down’ itu. Kalo ada, mungkin gue sekarang sedang tidur unyu di Mars -Rumah baru gue-. Iyalah, ogah kali gue tinggal di dunia yang rasis gitu. Next, Pernah gak sih kalian kepikiran buat mikir, what if dunia ini kebalik? I mean, bukan buminya yang ke balik gitu atau kaya film upside down yang gue ceritain sebelumnya, tapi hal-hal yang sudah seharusnya, memang begitu dan, sesuai perannya turn into something horrible yet ridiculous. Pada suka kelinci kan? Kucing? Puppies? Lucu-lucu kan mereka? Nah, coba bayangin gimana jadinya binatang-binatang lucu ini berubah menjadi binatang menyeramkan yaitu menjadi karnivora atau bahkan yang hobinya kaya Edward Cullen, minum sirup merah marjan a.k.a blood.

Hiii Gak hanya binatang lucu itu aja yang berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan. Parahnya, binatang buas malahan menjadi binatang peliharaan kita. Yang dulunya punya binatang peliharaan kucing dan sering main-main sama kucing, bobo-bobo unyu sama kucing gak kebayang kan harus diganti sama ular, buaya, komodo, harimau, etc. Bayangin aja lo main sama buaya, nyium itu buaya, bobo siang sama buaya walopun doi herbivora, but still kurang sreg aja gitu binatang peliharaannya gituan L. Mungkin kolam ikan bokap gue isinya bukan ikan patin, nila atau bahkan mas lagi. Isinya kalo gak ikan hiu, ya piranha. Lucu banget. Trus, ayam peliharaan bokap gue gak makan biji-bijian lagi, tapi doi doyan daging segar yang tiap harinya kudu dikasih setidaknya 2 kg kalo gamau lo jadi santapan doi.

Bayangin cuy, lo dijajah ayam. Gak keren banget L. Bahkan burung piaraan bokap gue bukan berkicau lagi, doi akan mengeluarkan lagu-lagu yang lagi ngehitz, bahkan lo bisa bikin playlist yang akan dinyanyikan doi tiap hari, versi karaokenya pun ada. Bahkan sangkarnya bisa dijadikan soundsystem. Keren. Beda lagi sama sapi yang kita kenal selalu memberi kita susu setiap hari, kini doi tidak lagi menghasilkan susu melainkan darah. Sedih banget. Mungkin sapi saat ini menjadi ternakan para vampire atau bahkan diternak di rumah sakit. Sebaliknya, yang menghasilkan susu adalah kamu. Iya kamu *kedip manja*. Anjir wkwkwk, sorry gaes gue mulai ngelantur mungkin ini efek gue ngetik postingan ini tengah malam. Secara, imajinasi gue aktif di jam-jam segini. Well, hal-hal mustahil di atas semoga tidak terjadi di dunia nyata, cukup dunia khayal kita aja, gaes. Dunia yang sekarang aja udah bikin gue kena migrain tiap malam gimana jadinya kalo hal konyol di atas beneran terjadi. Mungkin banyak hayati-hayati yang meninggal di rawa-rawa L bunuh hayati, bang.

Last but not least, ini bukan hal konyol lainnya melainkan wejangan spesial dari pak Rudy. Buat wanita-wanita di muka bumi ini yang belum menjadi wanita sepenuhnya dan ingin menjadi wanita. Lo pada harus tau, cantik itu relatif (emang), tapi ada hal-hal yang ngebuat lo itu cantik banget. Bukan karna tampang, jaman sekarang mah cantiknya wajah udah bisa dipalsuin ckckck. Kalo mau yang asli inner and outer, berikut tipsnya:

1. Cantik. Yaiyalah masa ganteng -___-. Cantik disini adalah cantiknya elo yang apa adanya.

2. Baik hati, rajin menabung, solehah. Yang ini kudu banget ya, gaes. Untuk menunjang kecantikan inner lo itu. :*

3. Bisa masak. Sekedar bisa aja gapapa asal jangan masak air sama mi goreng doang, yakali. Lo gaperlu jago kayadi acara masterchef atau koki-koki hotel berbintang. Kalo belum bisa masak, belajar deh masak. Malu sama anak kecil yang ikutan junior masterchef. Kecil-kecil udah jago masak, bukan cuman masakan indonesia, western aja disikat. Gue aja malu L.

By the way, gue bisa masak, kok. Seriusan. Bukan cuman masak air, nasi atau mi goreng. Masak yang gak ribet dan ada resepnya gue bisa, kok. He he. Fyi aja buat elo-elo yang engga bisa masak, biar lo cantiknya ngalahin Raisa, hmmm jangan deh ketinggian. Maudy Ayunda aja. Biar lo cantik kaya Maudy tapi kalo lo gabisa masak dan kelak lo bersuami. Suami lo gak bakal betah di rumah. Doi bakal milih nongkrong di warteg sama ibu-ibu atau bahkan janda, makan masakan mereka tiap hari. Gamau dong disaingin sama ibu-ibu warteg. Makanya, belajar masak! Sebagai penutup, gue cuman pengen mengutip dari judul postingan gue ini ‘don’t think outside the box, think like there’s no box’.

Yang masih betah duduk manis di dalam kotaknya, coba deh sekali-kali keluar dari kotak lo siapa tau khilaf. Kalo udah khilaf, buang aja kotaknya. Hehehehe :*

Ya sampai deh di atas 1000 kata – hampir 1200 kata menurut wordpress –

#blog-1000-kata, #dwi-irma, #dwi-irma-yuniarti, #expresso-xii-ipa-6, #exspresso-ipa-6, #kalteng, #ktsp, #smada, #tulisan-siswa, #xii-ipa-6