Orang-orang yang Terpenjara (Tahanan)

Rekan-rekan, kita menyadari bahwa menjadi orang-orang terpenjara tidaklah enak bahkan nyaman. Mereka harus berada di balik jeruji dan meringkuk dalam lingkungan yang terisolasi walaupun tidak sepenuhnya. Jauh dari keluarga, anak, istri, suami, menjalani hari-hari terhukumnya akibat perbuatan melawan hukum.

Apa saja perbuatan melawan hukum? Membunuh, merampok, mencuri, sayamemperkosa, korupsi, mengedarkan Narkoba, tindak pidana penipuan, tindak pidana pencucian uang, perdagangan manusia, perbuatan tidak manusiawi (menyiksa, melecehkan), kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan lalulintas hingga menyebabkan korban meninggal dunia, perbuatan lalai di jalan raya yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa, perbuatan tidak menyenangkan (menyebar fitnah, provokasi, menebarkan kesaksian palsu), kudeta atau melawan negara dengan membuat gerakan makar, itu antara lain yang umum dan sering kita ketahui melalui media massa.

Saat mereka, orang-orang terpidana, orang-orang terpenjara ini menjalani hukumannya atau seperti baru-baru saja di Nusakambangan dan Boyolali, serta masih ada 58 tahanan lain yang menanti pelaksanaan hukumannya, akhir hidup mereka berada di ujung bedil dengan hukuman eksekusi mati!

Layanan Lembaga Pemasyarakatan sebagai pengganti kata penjara atau bui, menjadi lembaga transisi untuk merehabilitasi “kelakuan atau perilaku” tetapi pada logisnya hal itu sulit terjadi dan diharapkan, kadang ada pula yang berhasil setelah melewati institusi koreksi perilaku (sebutan LP untuk di Negeri Barack Obama) – tapi paling banyak kembali ke perilaku lama menjalani kejahatan dan perbuatan melawan hukum lagi dengan berbagai alasan (terutama alasan ekonomis, alasan perasaan, alasan emosional)!

Saatnya orang-orang yang rela hati dan punya kesempatan, mengunjungi sanak keluarga atau rekan-rekan tetangga yang berada dan harus menjalani masa tahanannya untuk memberi penguatan, menyampaikan dukungan melalui kunjungan. Sebagai bagian dari ritual agama yang dianut, rasa belas kasihan kepada sesama manusia, karena orang-orang tahanan inipun satu spesies dengan jenis kita.

Mempelajari sikap dan perilaku mereka, entah apakah ada niat lain dari hati orang-orang terpenjara ini, merupakan bahan pelajaran dan sejarah yang harus kita ketahui, pahami dan sangat perlu untuk tidak ditiru. Jauh dari perbuatan kejahatan, jauh dari perbuatan melawan hukum, jauh dari perbuatan melanggar hukum yang dapat meruntuhkan kemanusiaan dan membuat manusia lain menderita atau kehilangan nyawa.

Selamat Hari Minggu.

saya5 saya6

#bui, #hotel-prodeo, #hukuman, #lembaga-pemasyarakatan, #lp, #minggu, #penghukuman, #penginapan, #penjara, #refleksi, #renungan