Kamu Hidup hanya Sekali !

Ditulis ulang dari blog Dani Wijaya pada alamat : https://danwidaniwijaya.wordpress.com/2015/01/24/yolo-you-only-live-once/

Minggu Ke – 3 di bulan Januari
Kami belajar tentang kehidupan dan pembelajaran yang menyangkut relativitas (267fπtas). saya

Relatif adalah perbandingan yang tidak mutlak.

Relatif ialah apa yang tidak dapat didefinisikan tanpa acuan pada sesuatu hal lainnya misalnya sesuatu yang ada atau sebuah kecelakaan. Relatif bukan pula sebuah kebetulan atau hmmm mungkin relatif juga
Seorang guru telah membukakan pemikiran kami untuk terus maju kedepan, walaupun semua guru melakukannya kecuali guru sejarah. Tapi guru yang satu ini memiliki sesuatu yang berbeda didalam dirinya yang tidak satu orang pun yang tahu dan dapat mengerti bahkan mungkin itu istri dan keluargannya dan inilah relativitas,

saya pikir yang tahu hanya Tuhan dan dirinya. Kami dituntun dan dilatih untuk terus move move and move, tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan, ilmu sosial, naluri kami, pemikiran kami bahkan dia mengajarkan hal kemiliteran kepada kami dengan disiplinnya waktu.

Kami juga dilatih dengan praktek-praktek yang tidak terduga yang relatif  tanpa harus memikirkan bagaimana hasilnya kelak, bagaimana dampaknya, apa yang terjadi setelah itu yang terpenting adalah JUST DO IT.
Dalam pembelajaran relativitas ini kami diajarkan tentang ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan yang harus kami hadapi. Jujur saja pada saat dia menerangkan dan menjelaskan sebuah rumus dalam semua pembelajarannya atau sebuah soal yang berbau perhitungan terkadang saya tidak mencatatnya, terkadang yang saya catat hanyalah perkataannya yang bijak bahkan perkataannya yang melenceng dari pembelajaran seperti tentang film, kehidupan para pengkhotbah, kehidupan para penjudi, bagaimana menjadi seorang penulis, bagaimana kamu menjadi seorang mahasiswa, bagaimana jika kamu sudah memiliki keluarga, bagaimana kamu menjadi seseorang yang terus bermimpi akan duit 1,5 miliyar plus plus, bagaimana kamu menjadi seorang pengamat yang diam atau bergerak, bagaimana kamu menjadi orang ketiga, bagaimana jika sebuah botol dilemparkan dengan laju cahaya dan begitu banyak bagaimana telah dikatakannya dan yang paling saya senangi adalah bagaimana kamu harus sabar mengahadapi omelan-omelan dari orang tua kamu dan kamu harus berpikir sejenak bahwa jika mereka tiada, kamu tidak akan mendengarkannya lagi. Kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang ada dibuku, mencatat, menulis, mengerjakan soal, berhitung 123456789 dst, carilah x diantara 2x+6y=10 (pedahal kamu sudah melihat x di dalam soalnya disebelah angka 2) begitu seterusnya, saya tahu ini untuk kebaikan saya tapi terkadang saya merasa jenuh dengan semua itu, saya merasa saya tidak siap untuk menghadapi hal sosial yang ada diluar. But he is different, dia mengajarkan saya dan menuntun saya ke cita-cita saya menjadi seorang kepala kepolisian. Bukan hanya saya, kami satu kelas telah dia tuntun ke cita-cita kami masing-masing. Dia menuntun kami menjadi mahasiswa dengan tugas-tugas yang tidak usah dipikirkan benar atau salah yang penting kerjakan. Dengan banyak hal-hal yang relatif seperti yang dikatakannya tentang RODA SETAN, tentang laju cahaya, tentang sebuah fiksi romansa, tentang ekspektasi dan realita. Roda setan adalah hal yang tidak terduga, hal yang tidak ada satu orang pun yang tau kapan kita berada diatas, kapan kita berada dibawah. Kita berada di dalam sebuah space ruang lingkup, kamu, aku, dia, dirinya, kalian, kita semua, berada di dalam sebuah labirin besar dan kita terperangkap didalamnya yang dimana kita harus mencari tau jalan keluarnya seperti di dalam film The Maze Runner. Dalam relativitas tidak ada ketentuan yang berlaku, pengukuran-pengukurannya pun tidak selalu tepat. Kecantikan, kegantengan, sifat-sifat semua orang merupakan sesuatu yang relatif, yang tidak bisa diukur, kita hanya bisa menebak-nebak.

Dalam kata relatif semuanya itu tidak mutlak, semuanya bisa berubah pada waktunya, atas izin-Nya atas kehendak-Nya. Di dalam kata relativitas termuat sebuah kalimat YOU ONLY LIVE ONCE. Yang dimana jika kamu tidak mensyukuri atas hidupmu, kamu selalu ketakutan akan hal benar dan salah dan kamu ketakutan untuk just do it, dan disaat kamu terjebak dan tersandera dalam suatu masalah dan kamu tidak ingin memecahkan masalahnya, disaat kamu ingin menghentikan langkahmu untuk terus maju. Tenangkan dirimu dari ketakutan dengan hal-hal yang positif, cari kebahagiaanmu yang positif untuk masa depanmu.

  • ada masa dimana kita hanya bisa diam dan melihat keadaan
  • ada masa dimana senyum palsu mulai tersirat saat hati merasa sakit
  • ada masa dimana tidak semua hal harus dimengerti, dan cukup diterima saja
  • ada waktu dimana kita merasa lelah
  • ada waktu dimana saat kita melihat dia bahagia saja sudah menenangkan jiwa
  • ada masa dimana air mata kita menetes tanpa alasan yang pasti, yang keluar dari dalam hati,
  • ada waktu dimana ketulusan hati tertutup oleh kehadiran orang lain
  • ada saat dimana kesetiaan terkalahkan oleh jarak
  • ada masa dimana kita lelah untuk berpura-pura bahwa kita tegar dihadapan semua orang
  • ada saat dimana kita merindukan dia, dia yang tidak mengingat kita
  • ada masa, saat, waktu ketika semua itu terjadi dan kita hanya bisa pasrah menghadapinya.

Semuanya telah dirangkum dalam pembelajaran relatif oleh bapake pembelajaran tentang kehidupan, pembelajaran tentang ilmu pengetahuan, kita hidup telah diporsikan oleh-Nya, kita hanya bisa memandang bahwa semuanya ini bersifat relatif, semuanya tidak ada yang pasti, yang tidak terdefinisi jika tidak ada acuannya, kebanyakan dari sebuah relativitas kita hanya bisa pasrah menghadapinya, banyak hal-hal gila yang terkandung didalam sebuah kata relatif, yang kita tidak mengerti apa maksud dan tujuannya.

#amatan-harian, #facebook, #relatif, #relativitas-amanat-harian, #relativitas-amatan-kehidupan, #relativitas-dari-kacamata-awam, #relativitas-harian, #status, #twitter