Nugget Cempedak

Sejak kemarin malam batinku menjerit-jerit dan berteriak ingin merasakan gigitan dari setangkup buah cempedak goreng, yang saat ini cukup melimpah dan ramai diperjualbelikan di pasaran buah-buahan tradisional. Ada yang menjual dengan gerobak dorong, gerobak toyol hingga pikep yang bisa tahan berhari-hari di tepi jalan siang malam hujan dan panas terik.

Karena penasaran dan hati ini tergiur untuk membuat gorengan sendiri dengan resep rumah, sedikit tepung pisang goreng ditambah mentega dan telur sebutir yang dihasilkan ayam negeri. Kemudian digulirkan dalam remah-remah tepung roti bermerek MamaSuka (Suka gorengan)😛 – bahkan teman saya, bu Rini, guru Kimia kelas 12, yang tadi pagi memberikan contoh dan demo gorengan cempedak,  sudah menagih ingin mencicip gorengan cempedak dalam baluran tepung roti besok pagi. detail

Sepulang dari ujicoba kelas 12 yang diundur setengah jam, saya bergegas minta izin pulang terlebih dahulu karena anak sudah merengek minta dijemput, saya mengarah ke Diponegoro untuk melirik-lirik penjual buah yang menampilkan jejeran cempedak besar, kuning dan kenyel.  Ada sebuah gerobak buah  yang provokatif berada di depan samping kantor Dinas Penerangan dulu, sekarang menjadi kantor PMI Kota Palangka Raya, padahal tempat itu sudah dilarang untuk berjualan lho. menjadi tujuan saya untuk membeli buah cempedak. Pandangan mata jatuh pada deretan buah yang berwarna kuning dan besar. Saya rasanya yakin sekali, bahwa buah berukuran sebesar paha dengan bobot sekitar 8 ons itu pasti berisi buah-buah yang masak dan manis dan dijawab si penjual berasal dari suatu daerah di Kabupaten Kapuas, namanya Basarang (yang saya ingat daerah ini selalu berhasil menjual buah-buahan yang masih mentah tapi diakui sudah matang).

Sedikit curiga dan penasaran, apalagi harganya cuma Rp 12 rebu, bahkan uang kembalian hampir salah beri malah saya hanya diberi uang Rp 12 rebu saja, setelah dihitung dengan kalkulator hape saya masih berhak untuk menerima 26 ribu lagi karena mestinya angsulan adalah 38 rebu, rupanya itu trik dari ibu penjual agar dagangannya segera berputar dan hampir merugikan saya, tapi karena ngga ada dua ribuan, saya berbelas kasihan merelakan uang tersebut tidak usah dikembalikan.

Secepat angin saya menjalankan kereta menuju mini kios semi tradisional dekat rumah untuk membeli bahan membuat adonan gorengan beserta sohibnya yang kental sekali yakni si tepung roti serbaguna Mamanya Shizuka untuk memperkaya resep buatan pikiran saya sendiri.  Setibanya di dapur tanpa berganti pakaian seragam dengan pakaian koki (kaus kutang dan celana olah raga), saya segera beraksi ala Hell Kitchen Juna seperti di tipi non-subsidi kemarin malam. Panci besar diaduk dengan tepung setelah dicampur telur ayam negeri dan sedikit julitan mentega Blue Band yang tidak pernah berwarna biru.

Saya minta asisten chef untuk membelah buah cempedak besar berwarna kuning dan kenyal sebesar paha untuk diambil  biji-biji kenyal yang akan saya jadikan isi adonan, ternyata isinya PALSU. Tepat sekali kecurigaan saya, jika buah yang berasal dari daerah B*****g tadi pasti masih mentah alias masih main belum benar-benar matang. Cilaka uang 12 rebu tadi benar-benar melayang ditambah  2 rebu alasan sebagai parkir ke tangan ibu penjual yang hampir mempermainkan saya dengan uang angsulan yang tidak tepat.

Untunglah istri saya sudah mempersiapkan sebuah cempedak berwarna hijau dan ternyata isinya 100% tulen pulen, manis-manis dan berkulit secukupnya sebagai bahan isian. Jadilah berhasil saya mencoba menerapkan ramuan abal-abal cempedak goreng berbalut tepung roti, persis seperti goreng ayam atau tepatnya Nugget, namun ini adalah Nugget cempedak.

Kemudian isi buah cempedak setelah dagingnya saya lumatkan, saya kumpulkan kemudian direbus secara dua lapis dengan cairan yang diisi bumbu penyedap dan garam, ada yang awalnya memasak buah hingga terbakar sedikit kemudian direndam dan cairannya mengental. Sebenarnya jika sudah mendingin dan cukup kering, isi buah cempedak dapat ditumbuk untuk diambil tepungnya dari saripati daging atau lembaga cempedak.

Berikut penampakan hasil koki Rudy Hilkya :

shareIMG_20150126_132407[1]IMG_20150126_134730[1]IMG_20150126_134832[1]IMG_20150126_135344[1]

#buah-manisan, #cempedak, #cempedak-goreng, #gorengan, #kuliner, #makanan, #makanan-ringan, #makanan-rumah, #memasak, #ramuan-masakan