Pagi yang Basah

Pukul 4.30 terdengar sayup-sayup bunyi kentongan dan saron di telepon seluler yang kujadikan alarm pengingat pagi, tetapi bunyi itu masih kalah dibanding hempasan air gerimis yang menghujam di atas atap seng rumah, kebetulan seluruh bagian atap tempat tinggal saya belum mampu diganti dengan semen karena lebih praktis hehehe:mrgreen:

Gerimis berdenting menghiasi irama pagi ini terus bermusik sepanjang jalan hingga menuju tempat kerja, basah telah merembes ke permukaan Palangka Raya entah sekitarnya tertular jugakah? entahlah … di jalanan raya masih sepi mobil yang berseliweran pun bisa dihitung dengan jari. Jam yang biasanya membuat kendaraan padat merayap menjadi sangat longgar dan sepertinya sepi, apakah karena hari ini akhir pekan dan banyak penduduk yang berdiam diri di rumah saja atau sudah hengkang sementara kemarin malam menuju tempat lain yang lebih menarik? entahlah ….😦

Pantas semalaman terasa panas merebak, seperti dalam panci rebusan oo… oo… ternyata dini hari tadilah bertaburan percik-percik fluida dari atap langit. AC tidak menyala, kipas pun berdengung tanpa gemerisik menghamburkan desau dan tiupan berderak.

Kantor yang sepi, perlahan-lahan terisi dengan anak-anak manusia generasi bangsa yang terikat jadwal untuk mempersiapkan diri mereka demi masa depan. Sampai batas waktu keterlambatan 6.30 dan di tengah permakluman bahwa hari ini hujan maka tidak ada ritual pagi menyambut yang datang terlambat heee . . . .

Parkir kendaraan pun masih lengang, tidak ada yang merelakan dirinya berbasah-basah untuk hari-hari seperti ini, di penghujung januari menyambut Februari yang masih basah. Apakah ini nanti ditantang oleh panas berasap kering menyesak seperti bulan Agustus – November kemarinkah? entahlah ….

Tidak hanya tempat kami yang sepi sendiri, sekolah lain pun pada rute yang saya lintasi masih merana sendiri, tidak ada yang memenuhi parkir kendaraan selain karena letaknya jauh dan hujan-hujan begini rata-rata sekolah memperlambat jam mulai dengan alasan siswa-siswanya belum datang. Apakah karena anti hujan atau di tengah kenikmatan menarik sarung dan selimut tinggi-tinggi jauh lebih mengasyikkan di antara bak gemericik air pancuran di sekeliling rumah😛 entahlah ….

#cerita-kota, #cerpen, #gerimis, #hujan, #kota-kecil, #langit-mending, #langit-mendung, #palangkaraya