Atom

http://www.todayifoundout.com/wp-content/uploads/2013/07/fission.jpg

http://www.todayifoundout.com/wp-content/uploads/2013/07/fission.jpg

Sejak tahun 1897 partikel elektron ditemukan oleh JJ Thomson namun saat itu massa belum diketahui. Atom adalah partikel netral secara listrik sehingga diasumsikan (saat itu) bahwa atom juga harus mengandung muatan positif. Namun tidak bisa digambarkan berapa banyak bagian yang diambil oleh muatan positif agar atom tetap netral serta apa fungsi elektron.

Tahun 1911, Ernest Rutherford menafsirkan hasil beberapa eksperimen dan mengusulkan bahwa muatan positif dari atom terkonsentrasi secara padat (masif) di pisat atom dan muatan positif tersebut paling bertanggung jawab terhadap sebagian besar massa atom. Jadi secara tidak langsung Ernest Rutherford telah menemukan inti atom, tetapi belum dinyatakan secara gamblang dan tegas.

Tahun 1913, Bohr mengajukan gagasan teori karena kegagalan kesimpulan ilmuwan mengenai gerak elektron. Bohr mengembangkan teori mengenai struktur atom dan model atom yang dikembangkan Rutherford-Bohr dapat diterima pada saat itu.

Rutherford dibantu oleh Hans Geiger (masyhur karena penemuan pencacah nuklir Geiger) dan Ernest Marsden. Melakukan percobaan dengan aparatus kertas sasaran yang terbuat dari emas dan ditembakkan dengan partikel \huge \alpha, partikel-partikel ini dilepaskan dengan energi tinggi (bersatuan MeV) dan sudut pembelokan berkas-berkas partikel- \huge \alpha diukur. Partikel ini bermassa sekitar 7300 x massa elektron. Hasilnya sebagian partikel- \huge \alpha dihamburkan dengan sudut-sudut kecil namun ada juga sebagian kecil lagi partikel- \huge \alpha dihamburkan dengan sudut-sudut besar bahkan mendekati 1800

Analogi percobaan itu adalah, sebagaimana dikatakan Rutherford setelah membaca hasil percobaan Geiger dan Marsden, “Andaikan ada peluru meriam berdiameter 15 inci (37,5 cm) ditembakkan pada kertas tipis dan peluru itu berbalik menuju penembak (anda)” – seperti itulah gambaran partikel Helium yang ditembakkan pada kertas emas tipis.
Sebelumnya dalam pandangan Thomson dan diikuti ilmuwan lain, atom disamakan seperti model puding buah prem (Plum pudding) yaitu muatan positif atom sebagai muatan yang tersebar di seluruh volume atom dan elektron-elektron yang dianalogikan sebagai buah prem (kismis) bergetar di sekitar pusat-pusat atom dalam bola muatan. Bola muatan itu sebagai lingkungan pembatasnya (puding).

Gaya pembelok maksimum yang didapat untuk menjelaskan kejadian yang diamati Rutherord tentulah sangat besar sehingga dapat mementalkan partikel helium ke arah asalnya, yang hadanya dapat tersedia jika muatan positif terkonsentrasi secara ketat di pusat atom, bukan tersebar merata ke seluruh volume atom tersebut. Untuk elektron helium yang diteruskan berarti ada ruang (space) di antara pusat atom dan elektron lain atau pusat atom lain, yang mana itu adalah ruang hampa di dalam atom!

Sifat inilah yang memberikan fondasi pemahaman tentang inti atom.

#atom, #atomic, #elektron, #fisika-inti, #inti-atom, #inti, #kelas-12-sma, #materi-fisika-sma, #nuclear, #nuklir, #proton