#Cerita Sekolah (2) – Edisi terlambat

Siapa yo?

Biasanya terlambat adalah keseharian kita, entah mengerjakan tugas, mengerjakan Pe Er hingga datang ke kantor, ke sekolah, ke kebaktian, acara keluarga, atau acara-acara resmi lainnya. Walaupun telah berundangan, telah ditentukan waktu dan tempatnya, tetap saja terlambat adalah ritual yang terlaksana (tanpa) sengaja atau disengaja.

Tak pernah aku bayangkan andai saja waktu itu tak kutunda
Tuk ungkapkan isi hati kepadanya
Mungkin dia jadi milikku bahagianya hariku
oh tetapi kenyataan tak begitu
Di saatku coba merajut kata dan berharap semua jadi sempurna
Tiba-tiba ada yang lain yang mencuri hatinya
Hilang sudah kesempatanku dengannya
Terlambat semua sudah kali ini ….

dua bait lagu dari Adera yang mengungkapkan penundaan keinginan malahan meninggalkan kesan kelam dan galau dihati, apakah ini terjadi juga saat terlambat pada hal yang lain. Bisa ya bisa tidak!

#Lho …
Why Not, toh semua oang punya alasan untuk datang terlambat
semua orang punya reason untuk mengatakan argumen bahwa lebih terlambat daripada tidak sama sekali
kalo ini berhubungan dengan hal yang teknis, taktis, strategis, militeristis, disiplinistis, tentu saja kata-kata argumen boleh terlambat dan diperbolehkan terlambat karena beragam alasan bahkan hingga ribuan, laksa, dasa laksa, sejuta alasan tidak akan digubris bahkan bisa ditindak disiplin yang tegas dan keras!

Mengapa di sekolah tidak boleh terlambat?
karena keterlambatan akan menghambat program lainnya, terlambat masuk kelas siswa menjadi terlantar dan membuat onar hingga keributan. Pernah sekali waktu saya datang terlambat yang terjadi siswa-siswa main silet-siletan ada yang berdarah dan ada yang menangis, bahkan ada yang pingsan – saya ditegur dan hampir dikeluarkan (saat itu masih menjadi guru tidak tetap di salah satu SMA ternama di kota ini) tetapi saya patut bersyukur karena tidak jadi dikeluarkan dan dipertahankan sebab mencari guru tidak tetap mapel fisika saat itu cukup sulit dan yang bersedia dibayar murah😛

Eh sekarang, alasan terlambat diperbolehkan (permisivitas tinggi karena melewati hampa udara dan berada dalam fluida basah lembab) karena jalan macet, setelah kena tilang karena melanggar lampu lalu lintas, belok kiri terus setelah lampu merah juga kena tilang, ban kendaraan kempes, hingga pakaian dalam basah, pakaian seragam telat diseterika, mengantar adek ke sekolah lain, rumah jauh, lupa diantar orang tua, hingga lupa jika hari itu dia mesti bersekolah (sebenarnya keinginan bersekolah – motivasi intrinsik bergantung dari individual ya – bukan karena lingkungan). Walau kemudian untuk membangun efek jera diberi hadiah-hadiah dan bonus gratis jalan bebek ulang alik bumi bulan sejauh 384.000 milimeter tanpa syarat dan ketentuan berlaku.

Edisi terlambat lainnya juga tidak patut ditiru dilakukan oleh pengampu-pengampu yang mestinya digugu dan diteladani. Terlambat dalam menjalankan ritual kebaktian pun rasanya membuat risih umat dan jemaah lain kan? termasuk terlambat makan bisa membuat penyakit asam lambung kumat, namanya Maag. Mesti buang-buang aer dan menuju toilet bolak-balik seperti tegangan listrik. Senam kejang dan penuh kejutan menambah sengsara karena terlambat makan.

Terlambat yang berbahaya lainnya adalah terlambat menjalankan kewajiban buang aer besar dan kecil, yang tertahan atau ditahan bisa menimbulkan gangguan pada ginjal, kandung kemih, bahkan yang paling mengerikan berdampak dashyat adalah kematian!

Dengan analogi-analogi yang dibuat selogis-logis seumpama logika matematika tak berkuantor dan tidak menggunakan bi-implikasi, terlambat akan berdampak yang berbahaya.

Karena terlambat bangun, berangkat ke sekolah terburu-buru, lupa makan berefek sakit perut, mules dan akhirnya buang aer besar sampai kebelet. Berlalu lintas harus ngebut, otomatis akan memberikan potensi bahaya kepada pengguna jalan raya lainnya. Sampai di sekolah terjerat di tali pengikat gardu, terseret dengan kursi dan meja petugas piket atau malahan kena pentung karena tidak melihat tiang portal melintang di depan pintu gerbang karena terburu-buru disebabkan telat.

Terlambat datang ke tempat ibadah, malah meninggalkan keberkahan saat pemimpin ibadah memanjatkan doa-doa dan salam.

Jangan terlambat – kecuali nasib mengizinkannya.

#adera-ega, #cerita-sekolah, #terlambat, #terlambat-sudah