Looking Far Away (without Known)

https://c1.staticflickr.com/5/4117/4753149324_995042a708.jpg

Melihat dari jauh atau melihat benda-benda yang jauh dengan mata biasa akan memiliki batasan atau jangkauan terbatas.Karena keterbatasan mata manusia diperlukan alat optik untuk menembus jarak jauh sehingga obyek pada jarak yang jauh dapat diamati dengan baik bahkan jika mungkin diamati dengan sangat baik dan sangat sebaik-baiknya (tanpa mata pengamat harus berakomodasi).

Daya akomodasi adalah daya lensa mata untuk mencembung (menebalnya lensa mata) dengan merangsang otot-otot  bola mata untuk “menekan” lensa menjadi lebih cembung sampai ukuran maksimal dan mata memberikan “citra” kepada saraf penglihatan telah mendapat gambaran lebih jelas dari gambaran sebelumnya.

Teropong pun teleskop dipergunakan untuk melihat benda-benda yang berada sangat jauh dari pengamat dengan berbagai alasan dan kepentingan. Bisa karena pengamatan ilmiah, pengamatan tanpa ketahuan, pengintaian, hal-hal yang terkait dengan intelejen, surveilens (pengintaian dalam maksud yang menjadi target diduga akan melakukan perbuatan melanggar hukum), pengintaian kepada target yang diduga telah melakukan kejahatan dan sedang dicari bukti-buktinya dan macam-macam hal bisa diduga dari tontonan filem aksi dan laga.

Benda yang dijadikan target tentunya berada pada jarak yang sangat jauh agar tidak diketahui (oleh pemangsa, oleh buruan, oleh target, oleh sasaran).

Apakah seorang pengintai menggunakan teropong dengan target yang berjarak kurang dari 10 meter terhadap dirinya? Kecuali mungkin dalam pelatihan pengintaian para mata-mata atau kegiatan spionase mungkin kegiatan penegakan hukum untuk memperjelas target yang disasar, tentu pengertian di sini akan berbeda jauh dengan diamati tanpa diketahui oleh lawan (musuh).

binoculars-amazon

Amazon.com

Teropong memiliki dua lensa yakni lensa obyektif (lensa yang menghadap obyek atau target) dan lensa okuler (lensa yang berdekatan dengan mata pengamat) sebagai tempat mengintip.

Jarak 10 meter untuk lensa dengan diameter di atas 5 cm tentu termasuk kategori jarak tak berhingga, secara konsepsi optik teropongisasi hal ini berada pada jangkauan yang sesuai. Konsepsinya pada teropong, jika jarak benda berada jauh tak berhingga dan diamati dengan lensa cembung (bikonveks atau konveks) maka bayangan akan jatuh tepat di titik fokus lensa obyektif.

Pengamatan jarak jauh dalam waktu yang lama untuk adaptasi penglihatan “wajib” diamati dengan mata tidak berakomodasi. Mata pengamat tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena tidak berkontraksi untuk menebalkan lensa mata (satu alasan logis). Sehingga jarak bayangan okuler akan berada di tempat yang jauhnya tak berhingga, maka benda okuler diduga berada di titik api lensa okuler.

Jarak antar lensa obyektif dengan lensa okuler sejauh jarak titik api lensa obyektif dijumlah dengan jarak titik api lensa okuler.

Perbesaran sudut sebagai perbesaran bayangan adalah rasio dari Jarak titik api lensa obyektif terhadap jarak titik api lensa okuler.

Jika lensa obyektif menggunakan lensa dengan fokus 25 cm dan lensa okuler 5 cm, maka perbesaran bayangan adalah rasio dari 25 cm dengan 5 cm atau sebesar 5 kali magnitudo (5 kali perbesaran semula). Jika bayangan obyek dengan lensa mata biasa 1 cm maka dengan teropong berlensa fob = 25 cm dan fok = 5 cm akan didapat bayangan obyek di tempat jauh tersebut sebesar 5 cm.

#faraway, #forward, #kata-kerja, #kekeran, #kerjaan, #looking, #melihat, #optik, #pekerjaan, #telescope, #teropong