Pendingin Abal-abal

Di tengah suasana semakin gerah dan meja kerja semakin parah dan penuh barang-barang, termasuk laptop dan komputer tak pernah berhenti dan kepanasan. Demikian pula dengan si pemakai tak jarang harus sering-sering mengusap peluh yang bercucuran sambil bekerja di antara alat-alat kontibutor kalor.
Sekalipun sudah dipasang cooler (pendingin laptop) tetap saja alat-alat ini tidak reda mendistribusikan panas kesana ke mari sehingga dari jarak jauh terpaksa kipas besar yang bertenaga industri dinyalakan untuk turut serta menghalau kalor yang disebarkan.
Solusi sederhana saya adalah pendingin abal-abal. Mengapa?
Pendingin ini menggunakan kipas bertenaga arus bolak-balik seperti kipas blowwer yang ditanam di atas kotak plastik dan di dalamnya diisi bukan dengan roti, hamburger, pangsit apalagi.😀 – karena itu bukan kotak makanan melainkan silakan lihat pada penampakannya berikut ini :

Awal lubangfinal isi es jadinya
Bagian atas saya pasang dengan kipas berukuran 9 cm, di dalamnya diisi es yang harga belinya Rp 2000/kg – karena terlalu banyak lubang maka kekuatannya hanya bertahan 10 menit sebelum bagian es yang mencair ke luar dari lubang yang saya buat.
Lubang ini terlalu dekat dengan batas lelehan es, mestinya harus agak atas dan rapat. Biar bagian bawahnya tidak usah dilubangi.
Agar lebih hebat lagi perlu ditambah styrofoam agar menahan sistem termodinamika dan memperlambat pertukaran konveksi udara panas dengan dinginnya es melalui dinding kotak harus disekat seperti sistem adiabatik.
Biaya yang diperlukan kipasnya seharga Rp 48 ribu, kotaknya Rp 7000, kabel seadanya tinggal memotong bekas radio yang ngga terpakai dan batu es sekantung sekilonya Rp 2000 – lumayan.
Kini sedang dicoba dengan ukuran blower 12 cm dan lubang hanya dekat dengan kipas bagian atas. Tunggu penampakannya dalam waktu segera.

Selamat berkreasi.